🌸 27 🌸

408 77 86
                                        

Nouil berjalan menuju pintu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nouil berjalan menuju pintu. "Aku akan menyelesaikan urusanku secepatnya dan berkumpul kembali bersamamu." Setelah mengatakan itu, dia menyalakan mobil di garasi rumahnya sambil melambaikan tangan ke arah Cairis. Wanita dengan mata sembap itu menyambut lambaian sang suami.

Langit sedikit mendung di luar sana, sama seperti perasaan Cairis sekarang ini. Hatinya diselimuti kegundahan semenjak sang anak tiada dan kini sang suami pergi meninggalkan dia seorang diri di rumah. Dia mengembuskan napas terus-menerus kemudian berjalan masuk setelah mobil Nouil sudah meninggalkan pelataran.

Aku yakin kita pasti bisa bertemu kembali dan semoga perasaan aneh ini hanya sementara, batin Cairis.

Di dalam mobil, Nouil ikut merasakan kegundahan yang sejak tadi menyelimuti perasaannya seolah sesuatu akan terjadi kepada Cairis. Namun, dia menepis semua pikiran negatif dan fokus menyetir ke gedung parlemen.

Di sepanjang perjalanan maniknya tidak mendapati satu pun orang di luar sana. Semenjak ada pemberitahuan mengenai racun mematikan itu, warga setempat menjadi resah. Pasalnya, bila terhirup semenit saja dapat menyebabkan kematian jangka pendek sehingga dia menggunakan sapu tangan yang dijadikan penutup mulut.

Dalam kurun sepuluh menit saja, mobil yang dikemudikan Nouil sudah tiba di depan lobby gedung parlemen. Dia menginjak pedal rem lalu membuka pintu mobil dan memberikan kunci kepada staff untuk memarkirkan kendaraannya.

Nouil diperiksa oleh pihak keamanan sebelum masuk ke dalam. Setelah dirasa aman, Nouil dipersilakan menuju resepsionis kemudian dia meletakkan bawler hat di meja. "Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya pria bertubuh tegap dengan balutan kemeja putih dan jas berwarna hitam, jangan lupakan senjata api yang berada di saku celananya.

"Saya ingin bertemu dengan Presiden. Apa Beliau berada di sini?"

"Kalau saya boleh tahu, apa kepentingan Anda untuk bertemu dengan Beliau? karena tidak bisa sembarangan orang dapat bertemu dengannya."

"Saya ingin mengatakan sesuatu kepada Beliau perihal penawar racun mematikan, sebab saya seorang alkemis dan kemungkinan besar saya bisa meraciknya. Maka dari itu saya ingin sekali menyampaikan hal ini kepada Beliau."

Setelah mengatakan itu resepsionis tersebut langsung menelepon ke bagian sekretaris Presiden. "Ada tamu yang ingin bertemu dengan Presiden, tolong disampaikan kepada Beliau."

Nouil mengetuk jemarinya di meja sambil menunggu jawaban dari pria di hadapannya. Tak lama kemudian telepon itu ditutup setelah mendapatkan jawaban dari atas. "Silakan, Tuan. Presiden sudah menunggu Anda di ruangan lantai 5." Dia segera memakai bawler hat dan merapikan jas hitam miliknya.

"Terima kasih."

"You're welcome, Mr."

Dia meninggalkan resepsionis dengan ketukan sepatu pantofel berwarna caramel berbahan kain. Suara yang ditimbulkan oleh setiap langkah Nouil memenuhi tangga-tangga yang dilewatinya. Hujan masih terus mengguyur di luar sana setidaknya kali ini dia sedikit bersyukur karena sudah tiba di sini lebih cepat dan tak perlu kehujanan.

Creatures Mythology: The Rise of Thunder Bird (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang