🌸 11 🌸

889 235 286
                                        

"Kenapa dengan cuaca akhir-akhir ini?" tanya Crescencia sambil mengintip langit yang sedang hujan melalui jendela kamarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kenapa dengan cuaca akhir-akhir ini?" tanya Crescencia sambil mengintip langit yang sedang hujan melalui jendela kamarnya.

"Mungkin sedang musim hujan Cres, maka nya cuaca jadi tidak menentu." Grizelle meletakkan barang belanjaan yang baru dibelinya. Ayahnya Crescencia berjalan menghampiri anaknya, dan merangkul bahunya. "Lebih baik kita berbicara di ruang tamu sambil menonton televisi seperti dulu," kata ayah Crescencia yang membawa anaknya untuk keluar dari kamar.

Crescencia memeluk pinggang ayahnya. Sudah lama sekali ia sangat merindukan pelukan hangat ayahnya selama lima belas tahun, dan pada akhirnya penantiannya tidak sia-sia. Sekarang ayahnya sudah kembali padanya, sehingga Crescencia bisa dengan bebas bermanja-manja seperti dulu.

"Mau aku masakan apa hari ini?" tanya Grizelle yang melihat ke arah ruang tamu, sambil mempersiapkan bahan masakan yang akan dimasak.

Crescencia mengerutkan alis mendengar Grizelle yang memasak makan malam untuk mereka bertiga, karena sejujurnya ia tidak suka bila harus merepotkan orang lain. "Griz, biar aku saja yang masak. Aku tidak mau merepotkanmu." Sebelum Crescencia bangkit dari sofa, Grizelle sudah memberi kode jika dirinya yang akan memasak malam ini.

Menghela napas berat dengan terpaksa Crescencia mengalah untuk kali ini. "Sudahlah nak, biarkan Grizelle yang memasak buat kita bertiga kali ini. Lagian daddy juga kangen sama masakannya." Crescencia langsung menoleh ke samping, dan berkacak pinggang saat ayahnya berbicara seperti itu. "Jadi maksud daddy, kalau daddy tidak kangen sama masakan aku?" sindir Crescencia kepada ayahnya.

"Bukan seperti itu maksud daddy. Kenapa sudah lima belas tahun tidak bertemu, kamu cepat sekali berubah sikapnya? Dimana anak perempuan daddy yang manis dan lugu?" tanya ayah Crescencia yang tidak menyangka perubahan sikap anaknya berubah seratus delapan puluh derajat.

Crescencia duduk dengan malas di sofa berkulit abu-abu, menatap televisi yang menampilkan film Sherlock Holmes. Tangannya memeluk bantal yang menemani acara menontonnya. Sedangkan ayahnya tampak menghembuskan napas panjang melihat kelakuan anak perempuan kesayangannya. "Marah sama daddy?" Ayah Crescencia bergerak mendekati anaknya, dan mengusap lembut rambutnya.

Ayah Crescencia masih terus membujuk anaknya untuk berbicara padanya. Meskipun Crescencia tetap pada pendiriannya, namun ia tampak kasihan dengan ayahnya. "Aku marah sekali sama daddy, lain kali jangan begitu. Sudah tahu aku sangat posesif sama daddy sejak aku masih kecil, karena aku mau perhatian daddy hanya untukku," kata Crescencia yang masih sedikit kesal dengan ayahnya.

"Baiklah, kalau itu keinginanmu. Daddy janji tidak akan melakukannya lagi. Sekali lagi daddy minta maaf, kamu mau maafin daddy?" tanya ayah Crescencia dengan nada memohon.

Crescencia menghela napas, ia mencuramkan alisnya menatap ayahnya yang tersenyum menyebalkan. "Kali ini aku maafin daddy." Ayah Crescencia merentangkan kedua tangannya menyambut pelukan anaknya.

Creatures Mythology: The Rise of Thunder Bird (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang