Crescencia, seorang perempuan berparas rupawan, memiliki sifat keras kepala, dan introvert. Dia adalah salah satu perempuan yang sama sekali tidak percaya bahwa mahkluk mitologi itu benar-benar ada di dunia.
Namun semua itu berubah ketika dia bermi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semua mahasiswa Eternal Dream kini sudah berkumpul di aula. Seluruh orang di sana menunjukkan rasa duka yang mendalam setelah mendengar Grizelle dinyatakan meninggal. Area tempat untuk wisuda disulap menjadi Chapel karena Tuan Agung akan memperingati meninggalnya salah satu mahasiswa.
Pintu aula terbuka lebar dan membuat seluruh pasang mata menatap ke arah sosok itu. Mereka tak bisa membendung perasaan sedih yang ingin tumpah ruak ketika mengamati Crescencia. Penampilan gadis berhidung bangir ini begitu kacau dengan keringat dingin membasahi pori-pori kulit, rambut panjang sepinggang-nya terlihat kusut, mata sembab, wajah bengkak, dan tangan yang bergetar hebat.
"Ka-katakan kalau ini semua hanya kebohongan!" jerit Crescencia yang jatuh terduduk di lantai.
Louie sendiri pun bingung harus bertindak apa. Setelah mendengar pujaan hatinya meninggal dan hanya meninggalkan sebuah surat yang diberikan oleh salah satu staff Eternal Dream. Dia mengambil amplop putih di sakunya dengan embusan napas gusar. Secara perlahan-lahan maniknya terus mengamati setiap kata yang tertulis di kertas.
Dear Louie
Saat kamu sudah menerima surat ini artinya aku sudah tidak ada lagi bersama dengan kalian semua. Louie, kali ini aku ingin jujur padamu kalau aku ingin sekali membalas semua perasaan yang pernah kamu katakan dulu, tetapi aku tahu diri kalau kita tidak mungkin bisa bersama.
Sebab banyak rintangan yang nyatanya tidak mampu aku lalui, dari ketidaksukaan orang-orang yang begitu mengagumimu bahkan orang tuamu sendiri. Aku bersyukur setidaknya kamu pernah mencintaiku setulus hati.
Louie setelah kamu membaca surat ini hanya dua permintaan yang harus kamu pegang teguh dan kabulkanlah permohonanku. Pertama, tolong jaga Crescencia dengan seluruh jiwa dan ragamu. Lindungi dia sampai kapan pun kalau bisa selalu ada untuknya karena aku sudah tidak memungkinkan untuk melindungi dia lagi. Kedua, cintai dia, seperti kamu mencintaiku. Sebab dia membutuhkan sosok yang bisa memberikan dukungan dan cinta kasih untuknya.
Berjanjilah padaku Louie dan jangan pernah menyakiti hatinya.
From Grizelle
Dia meremas surat itu lalu maniknya memandang Crescencia yang masih menatap kosong ke arah lantai. Sahabat Louie meliriknya aneh, tidak biasanya lelaki ini mengembuskan napas gusar. Kelereng mereka tertuju ke tangan Louie yang masih menggenggam kertas kusut. Seketika mereka langsung mengerti yang terjadi kepada kawannya karena terlihat nama Grizelle di sana.
Kaki jenjang laki-laki berhidung bangir itu melangkah ke arah Crescencia dan membuat sahabatnya melongo. "Ini gila, apa yang akan dia lakukan?" Zagarus memandang punggung kokoh Louie.
Ravena mengambil surat yang terjatuh dari genggaman Louie sebelum kawannya berjalan menghampiri Crescencia. Kelereng berwarna violet terus meneliti dengan seksama goresan tinta di atas kertas itu. "Hey, look at this," bisik Ravena menyikut lengan sahabatnya yang lain.