Bagian 7 : Saat ini

861 102 8
                                        

"Sunbae-nim!"

Mendengar seseorang berteriak, aku spontan menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara. Aku dapat melihat sosok laki-laki berlari-lari kecil ke arahku.

"Apa?! Kau memiliki masalah denganku?" tanyaku dengan tatapan tajam tepat setelah laki-laki itu berhenti tepat di depanku.

"Berhentilah bersikap seperti itu, Suga sunbae-nim. Kau sudah baik-baik saja?" laki-laki itu bersuara.

Aku menghela nafas sambil memutar bola mataku dengan jengah. "Dengar, Daehyun-ah. Aku memintamu menyerahkan laporan sponsorship beberapa hari yang lalu. Kemana saja kau selama itu hah?!"

Laki-laki bernama Daehyun itu hanya menggaruk belakang kepalanya dengan canggung. "Kau selalu menghilang, sunbae-nim. Aku tidak bisa menyerahkannya." ujarnya beralasan.

"Kembali dan serahkan laporanmu kepadaku. Aku akan ada di kelas." perintahku sembari melenggang pergi meninggalkan Daehyun yang hanya bisa memandang kepergianku dengan kesal.

"Aku akan menyerahkannya saat pulang sekolah, Sunbae-nim. Kau harus bersabar menunggu." teriak Daehyun sebelum Suga pergi terlalu jauh.

"Lakukan jika kau berani." sahut ku yang sontak membuat Daehyun bergidik ngeri dan akhirnya memilih untuk tidak bermain-main dengan seniornya ini.

"Yoongi-ya!"

Aku berdecak kesal ketika mendengar namaku dipanggil lagi. Apakah semua orang harus selalu menggangguku seperti ini? Aku sungguh bosan karena harus meladeni mereka.

"Kenapa kau pergi begitu saja?!" suara melengking Jin hyung yang aku dengar setelah itu.

"Masih banyak yang harus aku kerjakan. Tolong jangan menggangguku, hyung." aku langsung melewatinya begitu saja.

"Yoongi-ya!"

"Maaf, hyung. Aku harus pergi."

"Min Yoon-Gi, berhenti!"

"..."

"Kau benar-benar... Yoongi-ya!"

Akhirnya aku kembali menghentikan langkahku. Ini terkesan seperti aku tidak menghormatinya padahal dia lebih tua dariku. Aku berbalik dan memandangnya. "Maaf, hyung. Aku tidak ingin bersikap tidak sopan kepadamu. Tolong mengertilah."

Aku dapat melihat Jin hyung menghela nafasnya. "Terserah kau saja." akhirnya dia memilih untuk meninggalkanku.

Ah, kenapa aku menjadi seperti ini?

Dengan segera aku berbalik dan berjalan kembali. Awalnya aku memang ingin ke kelas. Tapi setelah bergelut dengan pikiranku sejenak, aku memilih untuk pergi. Lagi pula sebentar lagi jam pulang sekolah.

Jika dipikir-pikir apakah aku terlalu kasar kepada Jin hyung? Rasanya aku juga tidak berterimakasih kepada para dongsaeng ku. Aku baru menyadari sifat burukku ini semakin parah. Lain kali aku harus meminta maaf kepada mereka.

Untuk sekarang ini, aku lebih tertarik untuk menyendiri di suatu tempat. Jujur saja berada di keramaian membuatku tak nyaman. Sesekali aku harus menyamankan diri dengan menyendiri.

Karena tak ada tempat bagus yang dipikirkan otakku, akhirnya aku berjalan menuju rooftop. Setidaknya aku bisa tenang memandang kota dari atas gedung.

Sebenarnya ini kali pertama aku ke sana. Aku sering mendengar suasana di sana dari Hoseok dan Jimin. Katanya mereka lebih senang berlatih dance di sana. Dan mungkin itu alasan mengapa mereka sering tiba-tiba menghilang, bahkan saat jam belajar.

Saat aku membuka pintu, angin kencang langsung menerpa wajahku. Aku tidak menyangka jika... tempat ini sangat kotor dan tidak terawat. Aku harus mengadakan kegiatan bersih-bersih di sini kapan-kapan.

Silence [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang