"Kemana saja kau dari tadi?"
Aku hanya melirik Seokjin hyung sekilas sebelum kembali fokus memperhatikan songsaenim yang sedang menjelaskan soal-soal logaritma. "Bukankah tadi kau melihatmu membantu Jungkook?" aku menjawab pertanyaannya dengan sebuah pertanyaan juga.
"Selama itu? Kau bercanda, ya?" Seokjin hyung kembali berucap.
"Tidak."
"Oh, aku lupa jika kau tidak bisa bercanda." kata Seokjin hyung lagi.
Terserah kau saja, hyung.
"... Baiklah, kerjakan tugas kalian dan kumpulkan minggu depan. Selamat beristirahat."
Songsaenim pergi meninggalkan kelas tepat setelah bel berbunyi. Aku langsung berdiri lalu berjalan meninggalkan Seokjin hyung yang nampaknya juga sedang malas menanyaiku.
Saat aku keluar dari kelas tiba-tiba seseorang lewat tepat di depanku. Aku menoleh cepat, memperhatikan siapa itu.
"Taehyung-ah!"
Dia menoleh, ternyata benar Taehyung. "Oh, Suga hyung. Ada apa?" tanyanya.
"Kau ingin kemana?" tanyaku sembari berjalan menghampirinya.
"Ah, aku harus mengumpulkan tugas ke ruangan songsaenim." jawabnya sembari sedikit mengangkat tumpukan buku yang dibawanya. Aku melihatnya sekilas. Hari ini dua dongsaengku menjadi budak songsaenim.
"Mau kubantu?" tawarku.
"Oh? Tumben sekali. Tapi baiklah, tolong bantu aku. Ini berat sekali."
Sekarang kalian tahu kan perbedaan Taehyung dan Jungkook? Dia bahkan hanya membawa buku tipis yang aku yakin jika ditotal tidak akan menjadi setengah dari berat buku yang dibawa Jungkook tadi. Bolehkah aku menghujatmu, Tae?
Aku mengambil setengah dari buku yang dibawa Taehyung kemudian berjalan bersamanya ke ruang guru. Oh ya, tepat seperti yang aku duga, buku-buku ini tidak berat sama sekali.
"Hyung, kau melihat Jungkook hari ini?" tiba-tiba Taehyung menanyakan itu kepadaku.
"Ah, aku bertemu dengannya tadi pagi. Kenapa bertanya?"
"Kemarin dia meninggalkan bukunya di mobil Seokjin hyung. Aku yang membawanya dan sekarang ingin mengembalikannya kepada Jungkook." jawabnya dengan jujur.
"Oh." pembicaraan ini tidak menarik sama sekali. "Dia pasti ada di kelas." ujarku.
"Aku tadi melihat ke dalam kelasnya, dia tidak ada. Aku juga sudah menanyakannya kepada teman sekelasnya. Tapi mereka semua tidak tahu dan mengatakan jika Jungkook tidak kembali ke kelas setelah mengambil bahan ajar tadi pagi."
Setelah itu? Dia bersamaku, kan? Aku menyuruhnya untuk beristirahat jika masih merasa sakit, tapi dia berkata jika dia baik-baik saja. Dia juga berjalan mendahuluiku untuk ke kelasnya. Aku yakin jika dia berjalan ke arah kelasnya. Tapi kenapa sekarang dia... menghilang?
Atau jangan-jangan dia kembali ke Ruang Kesehatan lagi? Dia kan sangat memperhatikan hyungnya. Mungkin saja dia menungguku pergi sebelum kembali ke sana. Dia terkadang sangat tidak ingin membuat hyungnya cemas, kan? Memang itu sifatnya. Aku harus mencarinya ke sana nanti. Ah, tidak. Lebih baik sekarang.
"Ah, aku harus pergi."
Aku mengembalikan buku yang kupegang kepada Taehyung saat kami tiba di depan ruang guru. Sementara Taehyung menatapku heran, aku malah bergegas pergi ke Ruang Kesehatan. Mungkin Jungkook ada di sana, kan?
"Annyeonghaseyo. Yoongi-ya, kau datang lagi?" suara Dokter Kang langsung menyapa runguku tepat setelah aku membuka pintu.
"Annyeonghaseyo, Kang Euisanim. Apa tadi Jungkook kembali ke sini? tanyaku kepadanya.
"Jungkook? Tadi dia pergi bersamamu dan tidak kembali lagi." jawab Dokter Kang dengan yakin. "Ada apa?" tanyanya kemudian.
"Ah, tidak ada. Terimakasih, aku akan pergi." Aku kembali membungkuk kecil lalu keluar dari Ruang Kesehatan.
Sekarang kemana Jungkook pergi? Dia tidak mungkin membolos, kan? Aku tidak yakin dia memiliki alasan untuk melakukannya. Ah, dia bisa saja pergi ke suatu tempat di sekolah ini. Rooftop? Mungkin dia ke sana lagi.
Memikirkan itu aku bergegas menuju tangga dan berjalan naik. Tapi setelah aku membuka pintu dan mencari bayangan seseorang di sana, aku tidak menemukannya. Aku yakin tidak ada siapapun di rooftop. Karenanya aku memilih untuk turun.
Sambil mengoperasikan ponsel aku terus berjalan. Aku mencoba menghubungi Jungkook, tapi dia tidak menjawab telepon dariku. Sembari menghela nafas aku kembali mematikan ponselku dan masuk ke dalam perpustakaan.
"Annyeonghaseyo." aku menyapa seorang petugas perpustakaan.
"Annyeonghaseyo. Suga, ada apa kemari?"
"Aku mencari Jungkook. Apa dia ke sini tadi?" tanyaku.
"Ah, sayang sekali. Perpustakaan sedang dirapikan ulang, jadi tidak ada pengunjung."
"Oh, seperti itu. Kalau begitu aku akan pergi. Terima kasih."
Dia itu sebenarnya kemana sih?
Aku mengambil ponselku lagi lalu menghubungi Taehyung. "Yeoboseyo. Kau sudah menemukan Jungkook?... Aku sedang mencarinya... Dia tidak ada di kantin juga?... Aku rasa tidak mungkin bolos... Ya sudah. Aku akan menutup teleponnya."
Aku harus memutari seluruh sekolah untuk mencarimu, Jungkook? Jangan bercanda! Sekolah ini luas, tahu.
Baik, mari kita persempit daerah pencarian. Anggap saja jika Jungkook sedang ingin sendirian. Kenapa aku berpikir seperti itu? Sebenarnya aku merasa moodnya sedang tidak baik. Dia memang tertawa, tapi dia terlihat bahkan tidak ingin tersenyum.
Jadi seandainya dia ingin sendirian, tempat seperti apa yang mungkin akan dia datangi? Selain Ruang Kesehatan, Perpustakaan, dan Rooftop aku tidak bisa memikirkan tempat lain.
Gudang? Jangan gila! Tempat itu selalu terkunci. Taman belakang sekolah? Aku rasa di sana terlalu menyeramkan. Ada banyak cerita tentang hantu di sana. Tapi kan Jungkook tidak takut pada hantu. Jika itu Hoseok, mungkin dia tidak akan berani datang ke sana. Tapi ini adalah Jungkook. Jadi mungkin saja, kan?
Akhirnya aku berjalan menuju ke taman belakang sekolah. Aku sedikit melirik setiap ruangan yang aku lewati untuk mencari keberadaan Jungkook. Tapi seperti yang aku pikirkan, dia tidak ada di sana.
Aku melewati gudang yang terletak di bagian paling ujung sekolah. Lalu setelahnya ada toilet yang sebenarnya sudah jarang dipakai. Barulah setelah itu aku tiba di taman belakang sekolah.
BRAKK!!
Aku menoleh begitu mendengar suara itu. Sepertinya beberapa barang di gudang berjatuhan. Itu tidak mengherankan karena bahkan ada sangat banyak tikus gemuk di dalam sana. Aku pernah memastikannya sendiri, itu sebabnya aku tahu.
Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru, tapi Jungkook tetap tidak terlihat di mana pun. Di sini hanya ada dedaunan kering yang menumpuk karena jarang dibersihkan. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari tempat ini.
Aku hampir melewatkannya jika tidak melihat pintu gudang sedikit terbuka. Sudah kubilang jika ruangan ini selalu terkunci. Apa ada orang di dalam? Jungkook?
Aku sedikit mendorong pintu dan melongok ke dalam. Gelap. Tapi yang aku lihat sudah cukup untuk menjawab semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Silence [END]
Fanfiction[방탄소년단 x 민윤기] Min Yoon Gi lebih dikenal dengan nama Suga, dewan sekolah yang tampan dan terkenal ternyata mengalami trauma. Entah mengapa dia lebih nyaman mengobrol dengan notebook kecil yang selalu dibawanya kemanapun. Satu hal yang sangat disukain...
![Silence [END]](https://img.wattpad.com/cover/199178695-64-k444697.jpg)