Pernah merasa jika semuanya berjalan dengan sangat aneh? Misalnya saat diam-diam kau ingin bertanya 'kenapa kau tidak pernah menangis?' atau 'kau tidak lelah terus tersenyum seperti itu?' kepada seseorang. Kalau aku pasti sangat aneh menanyakan hal seperti itu. Hei, aku masih waras.
Tapi sungguh aku ingin menanyakannya kepada beberapa orang. Jungkook dan Jimin misalnya. Atau Taehyung. Kenapa aku tidak menanyakannya kepada Jin hyung, Namjoon, dan Hoseok? Mereka sudah cukup dewasa menurutku. Bukan berarti aku meremehkan tiga maknae itu, ya. Tapi kadang aku memang merasa jika mereka perlu lebih diperhatikan.
Aku pikir Jin hyung memiliki pemikirannya sendiri. Rasanya tidak sopan jika aku tiba-tiba menanyakan 'sesuatu yang tidak seharusnya aku tanyakan' kepadanya. Lalu Hoseok... dia selalu mengekspresikan perasaannya. Jika senang dia tertawa. Jika sedih, maka menangis. Semudah itu. Sementara Namjoon, aku percaya padanya. Dia jauh lebih bijak dari pada aku. Jadi untuk apa aku mencemaskannya.
Tapi jika membicarakan Jimin, Taehyung, dan Jungkook... Ah, entahlah. Aku rasa mereka memiliki masalah masing-masing. Sayangnya aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka rasakan. Ayolah, aku bukan cenayang.
Jimin memang sangat baik kepada siapapun. Aku bersaksi jika dia adalah tempat paling nyaman bagimu untuk menceritakan masalah. Kau bersedih, maka dia akan menghiburmu hingga kesedihan itu benar-benar hilang tak berbekas. Yah... Itu hanya bualan sih. Tidak akan benar-benar hilang. Tapi bukannya tipe manusia seperti dia itu malah sulit mengekspresikan perasaannya? Rasanya seperti... terlalu sibuk mendengarkan cerita orang lain lalu tidak memiliki pilihan yang bagus mengenai kepada siapa dia harus bercerita. Kadang itu membuatku merasa mencemaskannya.
Taehyung tidak seperti Jimin. Jika dia kesal, marah, atau sedih, maka dia akan langsung menceritakan semuanya. Pilihan paling bagus? Tentu saja Jimin. Tapi terkadang alien itu bisa diam berjam-jam sambil melamun. Jika ditanya apakah ada masalah, maka dia hanya akan menggeleng dan mengatakan semuanya baik-baik saja. Aku tidak tahu apakah Jimin akan berhasil membuatnya bercerita atau tidak. Tapi melihat Taehyung yang konyol itu tiba-tiba diam dan melamun jelas bukan hal yang bagus untuk disaksikan.
Sementara Jungkook tidak perlu ditanyakan lagi. Dia yang benar-benar perlu diperhatikan. Jungkook itu tipe orang yang ingin berusaha melakukan sesuatu untuk membantu orang lain. Jika tidak bisa membantu, maka setidaknya dia bisa melakukan sesuatu. Dia sangat mudah mencemaskan orang lain. Dia memang selalu terlihat ceria dan jarang sekali menangis. Kali pertama aku melihatnya menangis adalah karena alasan 'merasa tidak berguna karena tidak bisa berbuat apa-apa saat hyungdeul dalam masalah'. Setelah itu aku sama sekali tidak pernah melihatnya menangis lagi. Ah, kecuali saat berada di rumah sakit saat itu. Ini fakta barunya, dia akan mudah menangis saat seseorang mengetahui masalahnya. Maksudku saat dia sudah tidak bisa menyembunyikan apapun lagi. Aku jadi berpikir apakah yang ada di otaknya hanya orang lain saja? Bagaimana dengan dirinya?
Sifat maknae itu sempat membuatku cemas. Hei, aku juga bisa cemas. Lagi pula bukannya jarang aku melihat dia terluka—entah karena apa. Tapi kupikir itu hanya karena kecerobohannya. Jika sekarang aku berpikir ulang, maka sepertinya terdengar tidak benar. Bagaimanapun setelah melihat bekas luka di sekujur tubuhnya aku mulai curiga. Apa yang sebenarnya terjadi padanya.
Belakangan ini maknae juga sedikit menjadi tidak bersemangat. Maksudku Jimin, Taehyung, dan Jungkook adalah manusia paling berisik di dunia. Mereka tidak akan berhenti saling menggoda, menjahili satu sama lain, atau bertingkah aneh sepanjang waktu. Tapi belakangan ini mereka terlihat lebih tenang.
Oh, apa aku berpikir terlalu banyak? Mereka sudah tumbuh dewasa. Seharusnya aku tidak merasa seperti ini. Tapi rasanya... aneh saja. Benar. Rasanya aneh.
Kau tahu, ini hanya sebuah kekhawatiran dari seorang hyung kepada dongsaengnya. Bagaimanapun mereka adalah orang ada di Bangtan dalam waktu yang cukup lama. Dalam waktu itu ada banyak hal yang akhirnya aku ketahui. Contohnya seperti Jimin yang terlalu bekerja keras agar bisa melakukan yang terbaik, Taehyung kadang mendapat masalah karena dia terlalu mudah bergaul, atau Jungkook yang terkadang melalaikan dirinya sementara tidak bisa berhenti memikirkan orang lain. Ada banyak hal yang bisa dicemaskan dari ketiga maknae itu.
Aku selalu berpikir mengapa mereka tidak pernah mencoba—meskipun hanya sekali—untuk saling berbagi cerita tentang hal ini. Maksudku memendam semuanya sendiri jelas bukan pilihan yang seharusnya dilakukan.
Baiklah, katakan tidak ada masalah pada Jimin dan Taehyung untuk saat ini. Mari kita fokus pada Jungkook yang belakangan sangat sering terluka. Aku tidak mengerti mengapa dia malah menyembunyikan lukanya dengan alasan tidak ingin membuat siapapun cemas. Oh, ayolah. Setidaknya dia harus mengobati dan merawat lukanya.
Lagi pula kenapa orang seperti dia memiliki banyak sekali musuh? Oh, mungkin aku harus menambahkan 'iri' ke dalam daftar teratas hal-hal yang membuat seseorang membencimu. Aku yakin jika itu alasan yang tepat untuk menjelaskan mengapa ada banyak sekali orang yang memilih untuk membenci Jungkook, alih-alih berteman dengannya. Terkadang memiliki banyak kemampuan sementara dirimu itu nyaris sempurna memang menjadi hal yang harus kau takuti. Aku hanya memperingatkan, ya.
Aku belum selesai dengan masalah tiga orang yang memukuli Jungkook di gudang sekolah. Setidaknya bagiku itu tidak akan pernah selesai. Tapi sekarang aku menyadari sosok lain yang jelas-jelas akan menjadi berbahaya jika dibiarkan begitu saja. Sekadar info jika kau ingin tahu, entah karena masalah apa Yeonjin sangat tidak menyukai Jungkook. Dia akan melakukan apapun untuk setidaknya mengganggu Jungkook. Berharap saja dia tidak menodongkan pisau lalu menikam maknae itu. Oh astaga, apa yang aku pikirkan?
Tapi intinya Yeonjin adalah orang yang harus disingkirkan jika tidak ingin Jungkook dalam masalah. Dia bisa melakukan apapun secara terang-terangan. Buktinya saja dia mencelakai Jungkook saat pertandingan basket yang bahkan ditonton banyak sekali orang. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukannya saat menemukan Jungkook sedang berdiri sendirian di tempat sepi. Maksudku dia bahkan berani mencelakai Jungkook di tempat seramai itu.
"Jungkook-ah, mau kuantar sekalian?" lamunan... Ah, bukan. Acara berpikirku harus berhenti saat Jin hyung mengatakan itu. Tiba-tiba aku penasaran bagaimana Jungkook menjawab tawaran itu.
"Ah, aku dijemput." jawab Jungkook tanpa berpikir.
"Tidak biasanya."
"Benar-benar dijemput?"
Jungkook mengangguk pelan lalu melirik ponselnya yang bergetar ringan. Sesaat kemudian dia menyimpan ponselnya itu di dalam saku lalu memandang keluar gerbang sekolah. "Itu dia. Aku duluan, hyung." ucapnya sebelum kemudian berjalan ke arah sebuah mobil di luar sana.
Jungkook sempat berbalik lalu tersenyum dan melambai singkat kepada kami sebelum masuk ke dalam mobil. Tidak lama kemudian mobil itu berjalan meninggalkan area sekolah yang sedang ramai oleh siswa-siswi yang berhamburan pulang.
Semuanya tampak normal, kan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Silence [END]
Fanfiction[방탄소년단 x 민윤기] Min Yoon Gi lebih dikenal dengan nama Suga, dewan sekolah yang tampan dan terkenal ternyata mengalami trauma. Entah mengapa dia lebih nyaman mengobrol dengan notebook kecil yang selalu dibawanya kemanapun. Satu hal yang sangat disukain...
![Silence [END]](https://img.wattpad.com/cover/199178695-64-k444697.jpg)