"Tinggal di apartemen dulu ya, gue belum nemu rumah yang pas."
Hyunjin membuka pintu apartemen barunya lalu mulai memasukan barang-barang mereka ke dalam unit. Hyunjin doang yang angkat barang, Yura enggak.
Dengan alasan kalau hamil muda gak boleh ngangkat barang yang berat-berat akhirnya Yura berhasil membabu Hyunjin. Gadis itu cuma bawa tas ransel kecil yang isinya barang-barang penting miliknya saja.
Ia masuk lalu mendudukkan dirinya di sofa untuk melepas penatnya sambil melihat Hyunjin yang sedang sibuk beberes tanpa ada niat membantu. Untung ya si Hyunjin ini sabar, kalo enggak udah ditendang juga si Yura dari apartemennya ini.
"Tuhanku, kuatkanlah hambamu ini dalam menghadapi kejamnya hidup dan kejamnya kelakuan istri hamba ini.." gumam Hyunjin sambil bolak balik masuk keluar apartemen untuk menaruh dan barang.
Dan gumaman Hyunjin itu didengar oleh Yura. Gadis itu menatap Hyunjin tajam sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil bersandar di kepala sofa.
"Heh! Gak usah sok tersakiti gitu deh!Kalo gue bantu emang lo mau anak lo kenapa-napa?! Enggak kan?!" omel Yura yang dibalas cibiran dalam diam oleh Hyunjin.
Melihat Hyunjin yang kesusahan itu membuat Yura jadi tidak enak hati. Tetapi ia terlalu malas sekarang ini. Gadis itu kemudian beranjak dari tempatnya, pergi ke dapur untuk membuatkan Hyunjin minuman.
Setidaknya Yura berusaha menjadi istri yang baik sekarang ini, biar dosanya yang berbuat maksiat sebelum menikah itu bisa berkurang.
Sebelum Yura dan Hyunjin pindah kemari, Jaehyun sudah menyiapkan apartemen ini sebelumnya. Semuanya sudah lengkap, hanya tinggal pakaian dan perabot rumah lain. Jaehyun memang kakak terbaik Yura sepanjang masa.
Selesai dengan pekerjaannya, Hyunjin mendudukkan dirinya di sofa untuk melepas penat. Capek banget Hyunjin tuh, tadi habis selesai dari resepsi langsung kesini dan sampe sini malah jadi tukang angkut barang.
Mau ngeluh juga gak guna, Hyunjin sendiri emang gak mau Yura ikut angkat-angkat barang karena ia tau kalau Yura pasti lebih capek dari dia sekarang ini.
Secara, gadis itu lagi hamil muda. Tadi juga Yura gak dapet duduk pas resepsi. Mana pakai hak tinggi. Hyunjin berusaha buat ngerti keadaan Yura tapi gak mau nunjukinnya.
Kalo bahasa kerennya, tsunder.
"Kurang baik apa gue jadi istri lo, Jin. Pengertian kan ini gue buatin lo minuman!" cibir Yura yang membuat Hyunjin menoleh ke arahnya lalu mendengus malas.
"Pencitraan..!"
"Gue siram yaa?!!"
"Canda sayang, sini duduk sebelah mas!"
Hyunjin semejak nikah jadi makin rese ya, frinss.
Yura menaruh nampan berisi minuman itu di atas meja lalu mendudukkan dirinya di single sofa di sebelah serong Hyunjin. Tidak di sebelah Hyunjin.
"Kece banget gak sih gue beberapa bulan lagi bakal jadi papa??" tanya Hyunjin yang membuat Yura tersedak ludahnya sendiri.
Gak ada akhlak.
"Kece apanya anjing?!! Kece karena sperma lo kuat sampe bisa ngehamilin gue gitu?!" tanya Yura kesal, tak habis pikir dengan perkataan Hyunjin tadi itu.
Bangga dia ngehamilin anak orang di luar nikah?
"Tapi kece kan?"
"Gue gak habis pikir sama pemikiran lo, Hwang! Sumpah dah!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistake ✓
Fanfic[17+] Alasan mereka bersama dan berpisah hanyalah karena sebuah kesalahan. ft. hyunjin of stray kids ©cryistalclear, 2O19
