31. after 9 months

1.3K 129 11
                                        

"Selamat ga anaknya?"

Yunseong yang sedang menunggu di depan ruang persalinan sembari menggigit kuku jari telunjuknya itu harus kaget karena mendengar suara bernada sarkasme dari sisi sebelah kanannya.

"E bujang! ! kagetnya sembari menoyor kepala orang itu pelan.

"Apa banget sih lo!"

"Lo ngagetin anjeng! Dateng-dateng tuh ya salam kek, permisi kek. Jangan ngedajjal!!" omel Yunseong pada Heejin yang menatapnya dengan datar.

Gadis Jeon itu mendengus kesal, menyelipkan rambutnya dibelakang telinganya lalu berkacak pinggang menatap sinis Hwang Hyunseong yang ada disebelahnya.

"Hyunjin gimana?" tanya Heejin.

"Tar ah, dia jadi suami gak guna banget. Istrinya udah hamil tua mau brojol bukannya minta cuti malah mesra-mesraan sm cewe lain di jalanan!"

Heejin membulatkan matanya setelah mendengar pernyataan dari Yunseong itu. Mesra-mesraan dengan cewe lain di jalanan? Hey, apa maksudnya?

"APAA?!—–"

"Ssssttttt, lo kalo mau ngetoa tau tempat juga dong! Ntar aja lo marahnya sama Hyunjin jangan sama gue!!" kesal pemuda Hwang itu sambil menempelkan jari telunjuknya di depan mulut Heejin.

Harusnya ia tidak usah saja memberitau pasal Hyunjin dengan Park Sieun tadi pada gadis Jeon ini.

Menepis tangan Yunseong, Heejin merotasikan bola matanya malas. Ia memperhatikan Yunseong dari bawah sampai atas dengan tatapan sinisnya.

Pemuda itu tampak terlihat cemas sekali, mungkin itu yang membuat Hwang Yunseong sedikit sensitif kala ini.

"Yang lahiran istri orang anjir, biasa aja dong!"

Yunseong menoleh ke arah Heejin yang melipat tangannya di depan dada dengan tatapan tak suka. Oke, mungkin Yunseong agak sedikit menyesal telah mempertemukan diri dengan gadis yang kerjaannya hanya mengomel, berteriak, dan tukang protes ini.

"Calon istri gue dih, bacot amat lo!"

Percaya diri sekali Hwang Yunseong satu ini.

Ooeeekk!! Ooooeeekk!

Keduanya menatap ke arah ruang persalinan di depan mereka lalu saling melempar pandang satu sama lain lagi. Hwang Hyunjin kecil sudah lahir?

"I-itu??"

Pintu ruangan itu terbuka, memperlihatkan seorang perempuan dengan masker putih yang menutupi mulut dan hidungnya, juga sarung tangan karet di kedua tangannya.

"G-gimana keadaan Yura dok?! Semuanya lancar aja kan?" tanya Yunseong dengan raut paniknya.

Dokter itu membuka maskernya kemudian tersenyum ke arah Yunseong.

"Selamat pak, anak bapak perempuan. Cantik sekali. Anak dan ibunya sama-sama selamat.."

Yunseong menampilkan raut gembiranya kemudian menoleh ke arah Heejin yang memasang wajah biasa saja itu. Pemuda itu sedikit mengintip ke arah dalam untuk melihat ibu dari anak perempuan yang baru lahir itu lalu kembali menatap dokter.

"Semuanya lancar dok? Apa boleh saya ketemu dengan Yuranya?"

"Ibu Yura dapat dijenguk nanti sehabis dipindahkan ke kamar rawat ya pak. Nanti akan saya informasikan lagi. Saya permisi dulu," ucap sang dokter ramah lalu pergi melalui Yunseong dan Heejin disana.

"Oke, dia selamat.."

Yunseong yang awalnya senyum-senyum senang kembali menatap Heejin bingung sambil mengerutkan dahinya. Tak lama kemudian ia tersenyum juga pada gadis itu.

Mistake ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang