"Aku udah resign dari toko.."
Pernyataan Hyunjin itu membuat Yura yang awalnya sedang duduk di bangsal sambil merapikan selimut itu menoleh ke arah suaminya yang sedang mengupas apel di meja itu.
Dan Yura tak cukup bodoh untuk mengetahui alasan suaminya memilih resign dari tempat kerjanya.
"Kenapa?"
Hyunjin menghela napas berat. Ia lalu mengambil mangkuk yang berisikan potongan buah apel itu dan membawanya untuk Yura. Hyunjin kemudian mendudukkan dirinya di kursi dekat bangsal istrinya, menaruh mangkuk buah apel di nakas sebelah bangsal.
"Gak cocok aja rasanya aku disana," balas Hyunjin yang membuat Yura tersenyum.
"Aku tau semuanya kok, dan makasih.."
Hyunjin tersentak, ia menoleh ke arah Yura yang tersenyum padanya. Yura tau semuanya?
"Makasih udah mau jaga perasaanku dengan kamu milih buat resign. Aku gak tau yang sebenernya tapi aku yakin kamu gak nyaman sama anak bos kamu itu, kan?" tangan kanan Yura yang terbebas dari infus itu meraih tangan kiri Hyunjin yang ada di samping bangsal.
Tangan Hyunjin yang dingin dan sedikit lebih kasar dari sebelumnya, Yura menggenggamnya erat untuk menghangatkannya.
"R-ra—–"
"Kamu juga gak nyaman disana karena kamu bohongin temen-temen kerja kamu disana. Kamu bohongin mereka tentang status kamu yang udah sah menikah sama aku. Makanya kamu gak nyaman, Jin."
"Aku tau, aku bisa cerna semuanya bahkan setelah lihat satu kejadian doang.."
Yura menarik tangan Hyunjin, memberi kode pada suaminya itu untuk mendekat ke arahnya. Yang mana membuat Hyunjin berdiri dari duduknya dan mendekatkan dirinya pada Yura.
Tangan Yura dengan cepat langsung meraih tengkuk Hyunjin, mendorong wajah suaminya itu agar semakin dekat dengannya lalu menempelkan bibirnya diatas bibir Hyunjin. Yura mencium bibir Hyunjin sedikit lebih agresif dari biasanya.
Ia ingin menghapus ciuman Sieun di bibir suaminya.
Setelah merasa cukup, Yura mendorong pelan bahu Hyunjin untuk melepas tautan bibir mereka lalu menatap lamat suaminya itu. Tangannya kemudian bergerak menghapus sisa liur yang ada di bibir Hyunjin lalu mengecup bibir suaminya itu sekilas.
"Aku suka ini, jangan sampe ada yang nyicipin ini selain aku.."
Hyunjin tersenyum mendengar itu lalu mengecup kening istrinya penuh kasih sayang.
"Maaf ya, sayang?"
"Iyaa, sekarang gak usah pikirin itu lagi. Luangin waktu kamu untuk aku sama Ita, ya?"
Yura rasanya benar-benar jadi hangat setelah melahirkan si buah hati. Hyunjin jadi gemas sendiri dengan istrinya itu.
"Ini kamu beneran gak mau ngabarin keluarga kamu?" tanya Hyunjin yang buat Yura cemberut.
Apakah harus? Yura benar-benar takut, bagaimana kalau nanti Calista disakiti atau apa?
"Jin? Apa harus?"
"Aku udah bilang sama mama papa, bentar lagi mereka kesini. Kamu jangan khawatir ya, gak akan terjadi apa-apa kok.."
Laki-laki itu beranjak lalu mengitari bangsal Yura. Melihat putri kecilnya yang sedang tertidur pulas di aquarium bayi sebelah kiri bangsal ibunya. Hyunjin yakin semuanya akan baik-baik saja.
Daritadi Calista tidur melulu.
Tok! Tok! Tok! Tok!
Mendengar suara pintu di ketuk, kedua pasutri yang ada di dalam ruangan itu sama-sama menoleh ke arah pintu. Hyunjin menghela samar lalu berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistake ✓
Fanfiction[17+] Alasan mereka bersama dan berpisah hanyalah karena sebuah kesalahan. ft. hyunjin of stray kids ©cryistalclear, 2O19
