❤❤HappyReading❤❤
Varo mengamati penampilan nya, ia memakai hoodie bewarna hijau tua dipadukan dengan celana jeans hitam, sepatu vans tak lupa juga ia memakai topi bewarna putih.
Ia pamit kepada Hanin untuk pergi sebentar bersama Rissa. Hanin langsung mengizinkan Varo, Hanin juga sekarang memilih untuk berhenti bekerja. Itu membuat Varo merasa Hanin sekarang mulai berubah.
Varo menggunakan mobil sport merah nya. Tak butuh waktu lama, ia sudah berhenti tepat didepan rumah Rissa. Seseorang mengetuk kaca mobil pelan, Varo menurunkan Kaca mobil disana ada seorang anak kecil.
"Kak cari siapa?"
"Rissa." Varo turun dari mobil lalu jongkok menghadap anak kecil itu.
"Kenal?" dengan polos nya anak kecil itu menggelengkan kepala.
"Fakih, nggak kenal Kak. Fakih kenal nya sama kak Clarissa."
Varo tersenyum kecil, "Clarissa itu Rissa dek."
"Ohhh, jadi kak Clarissa itu rissa juga kak?"
"Iya, Fakih dari mana?"
"Dari rumah nya kak Clari."
"Ngapain?"
"Abis ngerjain pr matematika."
"Yang pinter ya! Fakih pulang nanti tante nyari Fakih." Fakih tersenyum senang, "Kak Varo, Kak Farhand kadang tiba-tiba nangis kak. Fakih takut." Ucapan Fakih membuat Varo diam sejenak lalu mengajak Fakih untuk duduk didepan pagar Rissa.
"Kak Farhand nangis nya suka lama?" Fakih menggangguk.
"Kadang kak Farhand suka ngurung dikamar sendiri kak. Nggak makan juga." Varo mendengarkan Fakih sambil berpikir. Kenapa Farhand seperti itu? Ia saja sudah mulai merelakan Key.
"Bilangin sama kak Farhand, kata kak Varo jangan nangis terus nanti ganteng nya ilang." Varo berbicara seperti anak kecil dan membuat Fakih terkekeh.
Setelah pamit, Fakih langsung berlari masuk kedalam rumah Farhand.
"Kak Varo?!" Teriak Rissa dibalkon kamar nya. Varo mendonggak keatas, "Ayo!"
"Okeyy." Rissa tersenyum lalu segera masuk kedalam rumah dan segera muncul lagi di pintu bawah.
"Seru banget sih ngomong sama Fakih nya," ujar Rissa. Varo hanya tersenyum kecil.
"Udah?" Rissa mengerutkan kening nya bingung, "Udah apa nya?"
Varo mengusap pucuk rambut Rissa, "Udah siap?" Rissa tersenyum hangat lalu mengangguk.
Mereka akan ziarah ke kuburan Key hari ini. Rissa membeli bunga terlebih dahulu di persimpangan depan. Mereka kembali melanjutkan kembali perjalanan nya.
Setelah sampai, Rissa dan Varo beriringan memasuki area pemakaman itu. Varo berhenti tepat disamping kuburan dengan batu nisan yang bertuliskan nama adik nya.
Rissa tersenyum kecil lalu meletakkan bunga yang tadi dibeli nya diatas kuburan.
"Haii Keyrana," Varo ikut jongkok disamping Rissa. Rissa menghembuskan nafas berat, "Perasaan belum lama ini deh ketemu sama lo Key,"
"Eh, sekarang lo udah tenang disana. Gue seneng lo udah bisa tenang. Nggak usah ngerasain sakit lagi ya. Gue iri boleh?"
"kata lo operasi nggak sakit? Sakit banget ternyata. Lo boong Key?" Rissa terkekeh sendiri. Ia sangat ingat betul ketika Key menelepon nya malam-malam hanya untuk menyuruh nya operasi. Ah, Rissa merindukan Key.
"Maaf gue nggak bisa lama-lama disini. Kakak lo udah mulai nggak tenang." melirik Varo yang tengah menatap dirinya dengan kesal.
"Gue tinggal ya, nanti deh kapan-kapan gue kesini lagi." Rissa dan Varo mengusap batu nisan itu cukup lama. Setelah berdoa sebentar mereka meninggalkan area pemakaman.
"Mau kemana lagi?"
"Kak, besok boleh minta anter ketemuan sama kak Aldan nggak?" tanya Rissa.
Varo berpikir sebentar, "Bisa. Dimana?"
"Ntar aku tanyain dulu sama kak Aldan nya."
Varo mengangguk. Didalam mobil Rissa tak henti-henti nya bercerita tentang 5 hari di Jerman. Hingga pertemuan mereka dipesawat yang sama.
Jadi, kenapa Rissa bisa tau Varo juga di Jerman? Jawaban nya karena mereka duduk bersebelahan di pesawat.
Flashback on..
KAMU SEDANG MEMBACA
1001 [COMPLETED] +Revisi+
Teen FictionMasa revisi. Gue nulis ini Untuk dia kakak senior gue. Sifat-nya benar-benar Gak bisa ditebak. Kadang dingin kadang juga bikin hangat. Tapi, dia selalu bikin kecewa entah itu tindakannya atau pikirannya. Semua yang di lakuin dia selalu salah di mata...
![1001 [COMPLETED] +Revisi+](https://img.wattpad.com/cover/161055497-64-k804535.jpg)