🍂🍂🍂🍂
.
.
.
.
.
Happy Reading
Guys, baper itu harus pada tempat nya! jangan langsung simpan dihati, simpan dulu aja dipenyimpanan hp.
Supaya kalo cuma dibaperin lalu orang itu menghilang gampang hapus memori nya.
"Rana sakit apa Bun? " Tanya Gue.
Deg.. deg.. perasaan gue udah nggak enak.
"kamu sakit -"
"kamu cuma kelelahan aja sayang" jawab Papih memotong perkataan Bunda sambil mengusap pucuk kepala gue.
Nah loh, tapi kenapa Bunda sampe nangis kaya gitu? Lebay banget kan, kalo Bunda sampe harus nangisin gue.
"terus Bunda?" gue ngelirik Bunda yang masih terisak.
"jadi-"
"Bunda itu liat orang nangis didepan nggak tau kenapa, eh pas papih nengok ke Bunda, dia udah nangis." jelas papih gue.
"baperan banget sih Bunda kek ABG labil." Rutuk gue melihat Bunda.
"biarin Bunda ini." Jawab nya sesekali mengelap ingus nya dan tentunya air mata yang jelas terbuang sia-sia.
"menurut kalian kira-kira dia nangis kenapa ya? " tanya Bunda menatap Gue dan Papih.
"ya mana Rana tau Bun!"
"kalo mau tau tanyain aja sendiri."
Bunda beranjak dari tempat duduk nya.
"mau kemana?" Ucap Papih dengan gue serentak.
"mau nanyain lah! kan tadi disuruh nanyain."
Aduh bisa-bisa otak gue meledak juga lihat kelakuan Bunda gue, yang jelas-jelas udah berkepala tiga.
"mending kita pulang aja, istirahat!" ujar Papih gue nuntun Bunda keluar ruangan. "bunda pulang dulu ya Cla." pamit Bunda setengah teriak.
Lalu pintu tertutup lagi rapat.
"huh" gue menghela nafas lelah.
"buat apa mereka kesini." gue bertanya pada diri sendiri okey.
"siapa yang kesini? " suara cowo itu bikin gue terlonjak kaget bukan main.
Soal nya sedari tadi cuma dia sendiri yang berada di dalam ruangan ini. Tapi kenapa bisa tiba-tiba ada orang, padahal kan jelas-jelas diri nya tidak mendengar pintu terbuka.
Akh orang ini.
"eh, itu kak. Bunda sama papih" jujur gue.
Kak Varo kaya jin aja deh, padahal belum juga satu hari disini udah dijenguk dua kali.
Jadi baper.
"jalan-jalan yuk!"
Ajakan itu keluar dari mulut seorang Alvaro.
"hah, kemana?"
"ke taman."
"ayo!" lanjutnya.
Kak Varo bantu gue buat bawain infusan gue.
Setelah melewati beberapa koridor di RS
Gue duduk dikursi panjang berwarna.
Sedangkan kak Varo lagi nyari dulu minum.
Kak Varo datang membawa beberapa cemilan dan dua buah Aqua.
Dia duduk dipinggir gue.
"mau?" kak Varo nawarin gue.
"enggak kak," tolak gue.
"Sely sama Ando ada hubungan?" ucapan Kak Varo buat gue terdiam bingung. Kalo gue bilang ada hubungan terus nyatanya mereka belum jadian, ntar Gue yang kena.
Tapi kalo jawab nggak ada dan ternyata mereka udah jadian tanpa ngasih gue, Gue juga yang disalahin. Yaudah lah Bismillah aja.
"lagi deket kaya nya."
Kak Varo cuma ngangguk doang.
Kenapa suasana nya jadi awkward gini si, pikir gue.
Hampir 10 menitan gue maupun kak Varo cuma diem.
Gue lihat pemandangan didepan gue emang indah banget. Tamannya terawat dengan baik, banyak pepohonan yang rindang, hampir tidak ada sampah atau pun dedaunan kering di sekeliling gue. Hanya ada beberapa anak kecil aja yang lagi duduk diayunan. Karena memang ini sudah malam, maksud gue bukan malam sih tapi lebih tepat nya mendekati malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
1001 [COMPLETED] +Revisi+
Fiksi RemajaMasa revisi. Gue nulis ini Untuk dia kakak senior gue. Sifat-nya benar-benar Gak bisa ditebak. Kadang dingin kadang juga bikin hangat. Tapi, dia selalu bikin kecewa entah itu tindakannya atau pikirannya. Semua yang di lakuin dia selalu salah di mata...
![1001 [COMPLETED] +Revisi+](https://img.wattpad.com/cover/161055497-64-k804535.jpg)