Sebelum membaca part ini, harap membaca kembali cerita 'BaRana' dari awal, sebab cerita ini di remake dari 'Livina' menjadi 'BaRana'. Dan buat teman-teman yang udah support cerita 'Livina', maaf udah mengecewakan. Tapi alur cerita 'Livina' terlalu acak, jadi saya menggantinya dengan cerita lain dulu. Sekali lagi maaf ya, karena 'Livina' dihapus dan diganti menjadi 'BaRana'. Lagipula'Livina' pasti bakalan kembali kok dengan alur cerita yang lebih menarik tentunya. So, enjoy this story:)
---
"kenapa kamu bisa berada disini, Yoga?"
Yoga tersenyum. Mencoba menenangkan gadis itu. Yoga berjongkok agar dapat menyelaraskan tinggi badannya dengan Rana. Karena Rana sedang ter duduk di lantai, Yoga pun berjongkok didepan Rana.
"Pangeran bisa menemukan Putri Aurora, dimanapun Putri Aurora berada. Bahkan tanpa bantuan dari 3 peri yang selalu menjaga Putri Aurora sekalipun."
"tapi bagaimana kamu bisa ada disini? Jarak dari Paris kesini itu jauh, Ga."
"aku pakai Jet pribadi aku kesini. Jadi yaa, bisa dibilang pilot yang bawa jet pribadi aku ngebawa jetnya dengan kecepatan tinggi." Yoga tertawa kecil. Berharap gadis didepannya ini tersenyun walau hanya sedikit saja.
"bukannya kamu bilang hari ini kamu akan bertunangan? Apa kamu lari kesini gara-gara itu?"
"iya, aku kesini karena mau ngebatalin pertunangan itu. Aku gak suka sama tunangan aku. Terlalu biasa-biasa saja. Aku lebih suka kalau orang yang hadir disana itu kamu, Rana."
"tapi--"
"maaf menyela. Tapi gue dengar perkataan lo tadi. Lo kesini make Jet pribadi?" sela Raja setelah mendengar ocehan dari lelaki yang tengah berjongkok di hadapannya saat ini.
"iya."
"berarti lo orang kaya?"
"bisa dibilang, gitu." Yoga tersenyum kaku.
"lo juga bilang lo mau bertunangan hari ini, tapi lo lari kesini karena lo cintanya sama Rana. Gitu?"
"iya."
Raja menarik kerah kemeja Yoga. Memaksa lelaki satu itu untuk berdiri didepannya. "LO ANGGAP ADEK GUE APAAN HAH? JANGAN SEENAKNYA HANYA KARENA LO BERASAL DARI KELUARGA KAYA."
"kak, aku beneran cinta sama Rana. Aku sengaja datang kesini, karena orang yang ingin aku nikahi nanti itu Rana. Kalau kakak berpikir aku dekatin Rana hanya karena aku berasal dari keluarga kaya, maka aku akan membuang semua kekayaan yang aku punya, sebagai bukti bahwa saya mendekati Rana tanpa ada maksud lain. Aku bisa ngelakuin apapun yang di perintahkan kakak, yang penting saya dapat restu dari kakak."
Raja melepas cengkraman tangannya di kerah kemeja Yoga. Raja tersenyum. Entah kenapa hatinya terasa tenang. Raja merasa senang karena Rana bertemu dengan orang seperti Yoga. Tapi tetap saja, tak semudah itu meyakinkan Raja.
"gue mau dengar jawaban dari Rana dulu. Karena sebelum gue kasih jawaban, gue mau dengar pendapat Rana tentang lo."
Rana berdiri. Dengan sedikit bantuan dari Yoga, Rana berdiri tegap di samping Raja. Menatap mata Yoga secara lekat-lekat. Dan menggenggam tangan Yoga dengan erat.
"sudah saya bilang. Saya masih ingin memikirkan ini, Yoga. Masih ada Bara di dalam hati saya. Saya masih belum melupakan dia. Kalau kamu masih mau menunggu, maka silahkan menunggu. Tapi kalau sudah letih, jangan dipaksa. Barangkali memang sudah tak ada harapan buat kamu."
"ada banyak saingan cinta di dunia ini, Rana. Termasuk Bara. Kalau sampai bertahun-tahun lamanya kamu masih belum bisa melupakan Bara, saya masih akan tetap menunggu. Jawaban kamu masih belum, bukan tidak. Dan sampai kamu mengatakan 'ya' atau 'tidak', saat itu aku akan kembali atau juga datang padamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
BaRana
Ficção AdolescenteSetelah bersusah payah menahan perih saat menjelajahi masa lalu, kini Rana mulai belajar beradaptasi dengan lingkungan barunya sebagai penyembuh luka. Mencoba melupakan keisengannya bermain bersama sang Bintang di bebatuan asteroid, mencoba melupaka...
