PART 14

97 42 2
                                        

"Terimakasih, kau telah memberikan sosok malaikat di hidupku dalam wujud dirinya."
...........

Sebuah tangan hangat nan lembut tegah membelai halus rambutnya, perlahan-lahan ia membuka mata, mencoba mentap lekat sosok sang pemilik tangan tersebut. Terlihat seseorang wanita parubaya bertubuh mungil, berparas cantik tengah tersenyum hangat kepadanya.

"Eh ... mama?" Katanya dengan nada parau,belaian tangan mamanya yang lembut dan hangat membuat ia merasa nyaman.

"Maafin mama, mama udah ganggu tidur kamu ya sayang?"

"Ah ... enggak kok ma!" Mengucek pelan matanya. "Mama baru pulang?" tanya Kyra, melirik jam dinding didepannya yang menunjukkan pukul setengah sebelas malam, 22.30 WiB.

"Iya, sayang. Hari ini mama lupa kalau ada janji makan malam sama klien, maaf ya nak mama gak kasih tau, solanya HP mama batreinya lowbat" Jawab mamanya, sambil mengelus pelan puncak kepala Kyra.

"Iya ma gapapa kok  ... mama mau nanyain soal Awi lagi ya? Dia ada di kamar kok ma, udah makan kayaknya, pulangnya pun juga gak telat lagi kok, gak bareng cowok lagi kok ma." mengubah posisinya, agar duduk sejajar menghadap kearah mamanya.

Mama menggeleng, ia tersenyum hangat kepada Kyra, ada rasa iba di hati mamanya itu melihat putri sulungnya ini yang masih saja menghawatirkan adikknya, walaupun hatinya telah dilukai berkali-kali.

"Mama mau liat kondisi kamu sayang, Bi Sri bilang kamu sakit, gimana kondisi kamu sayang? udah mendingan atau masih ngerasa pusing?" Tanya mama khwatir.

"Eh...enggak apa kok ma, ini udah lumayan baik kok"

"Syukur alhamdulilah sayang, mama seneng banget dengernya! Mama minta maaf yah, karena mama enggak ada dirumah saat kamu butuh mama" Kata mama dengan nada penuh penyesalan.

"Mama gak perlu sedih gitu dong,  enggak apa kok, kan masih ada Bi Sri yang bisa ngerawat Kyra, lagian Kyra tau mama itu kerja juga buat Kyra, jadi mamam gak usah bilang gitu, mama itu the best, panutannya Kyra!" Katanya dengan mengacungkan kedua ibu jarinya pada mama.

"Dasar kamu" Timpal mama dengan memeluk tubuh mungil Kyra.

"Ya udah mama mandi gih sana, bau" Ucap Kyra berlagak kebauan, sambil menutup kedua hidungnya menggunakan tangan.

"Eh iya, Mama belum mandi, masih bau keringet ya Ky, hahaha. Ya udah kalau gitu mama mau mandi dulu" cengir mamanya, membuat putri sulungnya itu ikut tertawa. "Mimpi indah sayang!" ujar mamanya sembari mengecup kening Kyra dan beranjak meninggalkam kamar Kyra.

"Siap, hero mama!" Katanya memberi hormat bak prajurit.

WISH STONETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang