"Hal yang mampu membuatku bertahan hingga saat ini hanyalah niat dan kesungguhan"
............
Pagi ini Kyra telah terlihat sangat rapi, ia telah selesai mengenakan seragam sekolah miliknya, yang sudah dua hari tidak ia gunakan.
Kyra pun merasa sangat senang, mama telah memperbolehkannya sekolah, walau mamanya tidak tau apa penyebab sebenarnya kemarin Kyra bisa jatuh sakit.
Sengaja Kyra tidak memberi tau mamanya takut membuat mamanya kecewa atas perbuatannya itu.
"Pagi ma...!" Sapanya kepada mama saat dirinya telah tiba di dapur.
"Pagi sayang, ayo makan bareng!"
"I-iya ma"Jawab Kyra ragu sembari menatap adiknya itu, Awi.
"Awi nih rotinya, selainya tambah lagi gak sayang?"
"Gak usah" Jawab Awi singkat
"Kyra nih sarapan kamu" Kata mama sambil meyondorkan semangkok bubur kepada Kyra.
"Bubur?"Tanya Kyra heran.
"Iya, kamu kan baru sembuh jadi sarapannya bubur aja dulu."
"Hum...yaudah deh, makasih mah" Ucapnya lalu menyantap bubur ayam miliknya.
"Awi kamu hari ini berangkat sama kakak kamu yah, please !"Kata mama dengan nada memohon.
Kyra pun kaget mendengar perkataan mamanya, tidak seharusnya mama mohon seperti itu, lagian Kyra juga telah terbiasa berangkat menggunakan angkot, dikarenakan mereka hanya memiliki 2 mobil, 1 mobil untuk mama ke toko dan 1 lagi untuk Awi berangkat sekolah.
Padahal sih 1 mobil itu bukan hanya untuk Awi saja tapi untuk mengantar jemput mereka berdua, tapi Kyra lah yang selalu mengalah.
"Em-ma gak usah Kyra bisa berangkat sendiri kok!"
"Tapi mama pengen kamu berngkat bareng Awi. Awi, sayang kamu mau kan?
"Aku berangkat Ma...!" Ucap Awi sambil menggendong tasnya dan tak lupa menyalami mamanya.
Awi pun berjalan keluar terlebih dahulu, meninggalkan Kyra, mama pun menyuruh Kyra untuk mengikutinya.
"Kyra, buruan cepet sana!" Titah mama.
"Tapi ma...?"
"Udah sana!"
"Em.... Yaudah ma, Kyra berangkat dulu, assalammu'alaikum!"
"Waalaikumsalam, hati-hati, kalian yang akur yah!" Kekeh mamanya pelan.
Kyra sangat senang, ini pertama kalinya saat sudah sekian lamanya ia tidak berangkat bersama lagi, hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi Kyra, hari yang spesial dan juga langkah.
Kyra pun masuk ke dalam mobil, disana sudah ada Awi yang duduk di depan bersama sopirnya, Mang Jaka.
"Gue mau ngomong sesuatu sama lo" Kata Awi sebelum mobil mereka melaju.
"Pertama gue gak ada niatan baikkan sama lo. Kedua ini semua permintaan mama, kalo bukan karena mama, gue gak sudi satu mobil dengan lo. Dan yang ketiga, abis pulang sekolah Mang Jaka harus jemput gue, lu terserah mau naik apa juga gue gak perduli. Jalan mang, kesekolah saya dulu, karena saya muak lama-lama didalem mobil ini"
Sudah sering, Kyra merasakan hinaan itu semua darinya, tapi kenapa dan ada apa dengan Kyra. Ia selalu saja sabar menghadapi Awi, dan sama sekali tidak ada niat melawan, ataupun membela dirinya, ia selalu saja menganggap bahwa ini kesalahannya, maka ia harus menanggung hinaan dan cobaan ini semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
WISH STONE
Dla nastolatkówTidak semua hal yang terjadi sesuai dengan kehendakmu, begitu pula dengan takdir. Bagaimana rasanya, ketika orang yang sangat kamu sayangi justru menyakitimu bahkan memperlakukanmu dengan begitu hina. Membencimu, menyiksamu, bahkan tak segan ingin m...
