Huda baru saja pulang ke rumah, Stella sudah lebih awal pulang ke rumah sebab ada rapat antar guru.
"Assalamualaikum, Mama, Papa!" salam Huda tanpa menyebutkan nama adiknya tidak seperti biasanya.
Tia yang sedang sibuk membersihkan kamarnya pun tidak mendengar, Vernon yang baru saja pulang langsung merangkul pundak sang anak.
"Hy bro!" ucap Vernon seraya merangkul pundak anaknya, Huda kaget.
"Astagfirullah, Papa! baru pulang pa? ada gebetan baru gak?" tanya Huda bercanda, Vernon tidak menjawab pertanyaan terakhir Huda.
"Hooh, biasalah kan gua sibuk toh. Eh gimana kalau besok kita jalan? holiday?" ajak Vernon berasumsi, Huda kaget.
"Bukannya corona?" ujar Huda mengingatkan Papanya yang sudah lanjut umur, maklmum TUA.
"Lah ko gua lupa ya. Emak lo mana?" tanya Vernon, Vernon memang begini kepada kedua anaknya kalau bahasa gak ada yang halus.
Gua-Elu, kalau Stella sama Huda tetap aku-kamu ke Orang tua.
Tia pun selesai membereskan tempat tidur dan segera mandi untuk melaksanakan Sholat magribnya.
"Adik lo mana? tumben gak keluar," ujar Vernon, Huda mengangkat pundaknya seraya tidak tau.
"Eh udah dateng laki mama, anak mama tersayang," ujar Tia yang baru saja hendak melintas dan langsung menghampiri orang terganteng di hidupnya.
"Hilih, sibuk bener." Huda mulai menyipitkan matanya kepada sang mama, Tia mulai nyengir.
"Ya maaf atuhh, Mama lagi beresin kamar papah mu nih. Banyak ilernya," ujar Tia yang langsung di peluk oleh Vernon.
"Yang!" ujar Tia yang kaget, sangat tiba-tiba sekali Vernon memeluk tubuh Tia sang istri tercinta.
"Lama gak meluk kamu, eh melar ehh-" ucap Vernon yang langsung menutup mulutnya, Tia mulai diam.
Bertanda SKATMAT.
"Hahahahaa, mama marah tuh pah!" ujar Huda yang sudah mulai masuk ke kamarnya dan mandi dengan segera.
Stella mulai turun ke bawah, untuk memasak membantu bibi Sinta.
"Eh Eneng, kok baru keluar. Lagi gak mood?" tanya Bi Sinta yang di angguki oleh Stella yang sudah berdiri di samping bi Sinta.
Stella mulai membuka lemari kulkas yang penuh dngan sayuran dan buah-buahan belanjaan Bi Sinta yang salah satunya ada Buah pepay kesukaan Stella.
Stella mulai mengeluarkan sayur seperti tomat, lombok, bawang, sayur kol, wortel, dan kentang untuk di oseng dirinya.
"Eneng ngapain? biar bibi aja yang masakin," ujar Bi sinta, Stella menggelng.
"Biar aku aja Bi yang masak. Tapi bibi masak juga ya, masak ikan nya," ujar Stella yang mulai memasukan semua sayuran yang telah dia ambil, dan kemudia dia cuci sangat bersih.
Tia mulai berlalu menuju dapur yang sudah di tangani oleh Stella yang lagi belajar masak.
"Pantesan wangi banget ih, Masakan anak mama ternyata atuh," goda Tia, Stella mulai tersenyum cantik. Stella kalau di rumah tanpa cadar.
Vernon dan Huda mulai ke ruang tamu, untuk bermain psp bersama.
"Pah! hayuk tandi sama Huda," ajak Huda yang sudah duduk dan memegang pspnya.
"Entar lo kalah malah mewek," ujar Vernon yang juga mulai duduk selesehan di samping Huda.
Vernon dan Huda pun mulai asik memainkan Psp, tak terasa jam mulai berlalu.
Allahu akbar Allahu akbar
Akhirnya tiba, Adzan Isya. Vernon dan Huda mulai berhenti memainkan psp mereka, Huda beranjak ke kamarnya untuk menganti baju menjadi baju koko.
"Pah! ayuk jama'ah," ajak Huda yang sudah ganteng, sedangkan Vernon baru saja keluar dari tempat wudhu.
"Eh pret! lo gak takut, reputasi badboy lo di sekolah entar pake baju koko gini?" ujar Vernon sang papa bercanda. Huda yang di tanya pun hanya bisa nyengir kuda.
"Reputasi rusak badboy? ini otak papah isinya apaan sih?" batin Huda.
··||··

KAMU SEDANG MEMBACA
VELANSTELLA
General FictionIni tentang Stella Radhina Reyes. Yang diperebutkan banyak pemuda. Dia Cantik, anggun, sholehah, dan juga sedikit pendiam. Mampu saja membuat banyak pemuda terpesona oleh kemolekan dirinya dan lantunan ayat suci al-qur'an nya. Bagaimana rasanya...