Pengalaman yang aneh

829 57 1
                                        

Xiaojun dan San telah sampai dibandara internasional China langsung saja mereka melangkahkan kaki pertama kali dikampung Xiaojun tersebut banyak yang harus mereka lakukan saat datang kenegara tirai bambu ini yaitu dengan mencoba kulinernya dan beberapa teh yang terkenal didaerah masing masing.

Banyak pengunjung dari luar negeri yang berdatang kenegara China mungkin ingin mengunjungi beberapa tempat yang bersejara dan juga melihat hewan yang hanya ada dinegara China tersebut kalau bukan Panda yang sering memakan daun bambu membuat siapa saja akan gemas dengan lingkaran putih dikedua matanya ia seperti boneka yang terlihat hidup walaupun terlalu susah untuk menyentuhnya karna takut akan menganggu kenyamanan sang hewan berbulu putih hitam itu.

Tapi bagi San yang baru pertama kali datang kenegara China menjadi salah satu pengalaman yang tak akan pernah terlupakan olehnya, Kamer yang sedari tadi berada terlingkar sempurna dilehernya kalau saja ada hal yang bagus ia akan mengabadikannya untuk diperlihatkan oleh Y/N saat pulang ke Korea nanti.

Perutnya laper membuat San langsung melihat kearah Xiaojun yang sedang melihat kesana kemari kenapa kedua orangtuanya belum datang menjemputnya ke Bandara apakah mereka lupa kalau anaknya akan pulang kerumahnya sekarang.

Tidak mungkin kan anaknya dibiarkan begitu saja seperti balita yang sedang dalam bahaya ditengah jalanan yang ramai sedangkan kedua orangtuanya saja tidak tau anaknya dimana karna pekerjaan kedua orangtuanya itu dan inilah yang terjadi sekarang kepada Xiaojun dari dia pindah sekolah ke China, ia selalu pulang dengan dijemput oleh supir yang selalu menemaninya saat ingin pergi berjalan jalan sedangkan kedua orangtuanya hanya menitipkan kartu card kepadanya agar ia bisa membeli apapun dengan kartu itu.

"Jun, Rumah lo yang mana?" Tanya San yang sedang terduduk dengan kedua tangan yang sedang memegang makanan yang dibelinya di penjual yang syukurnya bisa berbahasa korea kalau tidak bisa sakit dadakan dia karna nggak ngerti bahasa negara itu.

"Ntar gue telepon pak Xiong dulu!" Kata Xiaojun lalu mengambil Handphone yang selalu menemaninya dimana pun dan inilah benda yang bisa membuat Xiaojun melupakan kesedihan sesaat karna kedua orangtuanya sangat tak peduli padanya.

Ada sebuah kejadian yang sangat berbekas didalam pikiran Xiaojun sampai sekarang padahal dia mengalaminya pada saat masuk SMP sekitar sudah lima tahun yang lalu kadang hal ini membuatnya merasa sedih sendirian dirumah kalau tidak ada siapapun ia akan menangis sejadi jadinya didalam lemari pakaian.

Xiaojun pernah sekali hampir diculik orang asing yang sangat mengiginkan Xiaojun berada didekatnya dengan bermodal pisau dan alat bius yang sudah diletakan disapu tangan tak bisa membuat Xiaojun tertipu sesaat malah orang asing itulah yang dikerjaain oleh Xiaojun dengan bermodal tali dan obat bius yang ia letakan dikedua mata pria itu.

Kedua orangtua Xiaojun? Hah mereka hanya terdiam saat ketua polisi memberikan keterangan soal yang terjadi pada anak mereka, jangankan wajah khawatir bahkan kedua orangtuanya langsung menundukan kepalanya dan berterima kasih kepada pihak polisi sudah menyelamatkan hidup anak satu satunya.

"Lo masih keinget kejadian itu?" Tanya San yang melihat wajah prustasi Xiaojun yang sedang menundukan kepalanya bahkan ia sempat bilang sebelum balik ke China kepada San kalau ia sangat merindukan kedua orangtuanya.

"Udah San!! Nggak usah dibahas lagi" Elak Xiaojun yang sedang melihat kearah lain dan kedua matanya melihat kearah mobil berwarna hitam dengan kesan yang sangat mewah seperti mobil orang kaya tapi emang Xiaojun orang kaya.

"Tuan? Apakah itu benar tuan Xiao dejun?" Tanya Supir mobil menggunakan bahasa China yang tak dipahami oleh San yang hanya pelongga pelonggo melihat kearah Xiaojun yang langsung menganggukan kepalanya lalu menundukan sedikit membuat supir itu langsung mengangkat bahu Xiaojun.

abangku;BTS ❤ (2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang