penyamaran

2.3K 146 1
                                        

Namjoon sedang mengambil beberapa berkas yang perlu ia tanda tangani karna banyak hal yang perlu ditanganin olehnya dan para anggota kelompoknya untuk mematai seseorang yang membuatnya hampir gila kehilangan adiknya beberapa tahun yang silam.

Pistol telah berada dikantong sakunya dengan memakai jaket yang sedikit tebal membuatnya tidak tampak mencurigakan karna ia mempunyai banyak ide .

Ide yang ia tuangkan selalu saja berhasil mulai dari penangkapan bandar sabu yang berkeliaran disekitar perkomplekan mewah serta banyak sekali kasus yang lain.

Kantornya terletak sedikit tersembunyi hanya orang yang penting saja yang datang kesana makanya tidak banyak yang mengetahui kalau sebuah gubuk tua adalah kantor polisi yang isinya hampir ruang kerja polisi.

Banyak senjata yang terpasang dan terpapang didinding kantor polisi dengan sedikit cat bernuansa merah dan hitam menambah kesan kejam kepada orang yang masuk.

Sudah banyak kasus yang mereka tanganin membuat namjoon sedikit memijit pelipisnya karna sekali kerja kasus bertumpuk.

"Bang! " panggil san yang baru saja masuk kedalam ruang kerja namjoon pertama kali ia datang dan sedikit linglung ini gubuk tua atau kantor polisi sih.

"Wah udah datang lo! Gimana kemarinya bingung kagak?" Tanya namjoon membuat san menganggukan kepalanya dan namjoon menyuruh san untuk duduk dikursi yang telah disediakan .

"Lo bawa buktinya?" Tanya namjoon lalu dianggukin oleh san dengan senyuman mautnya ia mengeluarkan sebuah perekam suara yang sengaja ia rekam saat perbincangan paman dan bibi Y/N .

"Bagus! Sekarang kita butuh rencana nih" Kata namjoon lalu san mengeluarkan sebuah kartu yang membuat namjoon mengerutkan keningnya .

"Alamat?" Tanya namjoon lalu san berdecak kesal kenapa nih polisi bodoh amat sih.

"Ini alamat rumahnya gue minta kita kesana buat mata matain tuh rumah!" Kata san membuat namjoon menganggukan kepalanya dan namjoon mukai bangun dari duduknya serta berjalan menuju sebuah rak yang san yakin itu rak penyimpanan sebuah alat pelacak.

"Ini, lo bisa ngehubungin gue kalau ada gerak gerik yang mencurigakan !" Kata namjoon sambil memberikan satu alat pelacak lalu san mengambilnya dan mengangguk.

"Udah gerak dulu bang!" Kata san lalu ia bertos tangan dengan namjoon tampaknya mereka sudah mulai akur tapi kadang bikin kesel sih.










Rumah Y/N seakan sepi bak rumah hantu yang tak ada penghuninya membuat san yang berada didepan rumahnya dengan memakai pakaian serba hitam dan tertutup.

Motornya terparkir disebuah pohon besar yang berada disebelah pagar rumah Y/N yang membuatnya mudah untuk melihat apakah mangsanya telah datang atau belum ada.

Minik matanya menangkap sepasang suami istri yang keluar dengan koper penuh dengan duit serta baju yang mahal dipakai oleh istrinya .

"Bagaimana bajunya?" Tanya suaminya membuat istrinya yang tadi merenung malah menjadi senang dengan pertanyaan suaminya yang membuat san mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.

"Sangat ...sangat senang" Kata istrinya dengan senyuman iblis diwajahnya membuat sang suami langsung mengelus kepala istrinya

"Aktingmu sangat bagus!" Kata suaminya membuat istrinya hamoir tertawa terbahak bahak karna kelakuannya .

"Aku tidak akan lupa dengan raut wajah Y/N yang membuatku ingin muntah hahah" Kata istrinya dengan tawa yang membuatnya hampir memegangi perutnya karna kebanyakan tertawa.

"Lalu kenapa kau melarangku sebelumnya?" Tanya suami dengan tatapan yang membuat istrinya langsung memeluk tubuh sang suami.

"Aku hanya berlatih sayang!" Kata istrinya lalu memeluk tubuh suaminya dengan erat.

abangku;BTS ❤ (2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang