Chapter 66: Spesial Jung Yoongi

858 55 0
                                        

Membuat dan menulis lagu adalah kemampuan yang dimiliki oleh Jung Yoongi yang sudah menekunin hobinya pada saat kelas 1 SMP entah kenapa ia sangat menyukai musik dan hal yang berbau dengan alat alat musik.

Banyak temannya yang ingin berteman dengan Yoongi tapi sayangnya karna sikapnya yang cuek serta dingin membuatnya susah didekati yah walaupun itu saudaranya yang satu darah.

Hari ini kerjaan Yoongi sangat banyak serta ia harus menulis sambil memikirkan tangga lagu yang cocok untuk lagu yang sekarang ia buat dengan nada yang cuku tinggi padahal dia biasanya rap tapi sekarang ia harus menulis lirik lagu untuk seorang penyanyi yang meminta kerja sama dengannya.

"Bang, Makan dulu!!" Kata Changbin sambil membawakan kantung plastik yang berada ditangannya membuat Yoongi hanya berdecak tanpa melirik kearah Changbin yang sedang membukakan makanan yang ia beli tadi.

"Lo makan duluan" Kata Yoongi sambil menekan nekan piano yang berada pas disebelahnya duduk membuat Changbin hanya berdecak kecil lalu keluar dari ruangan Yoongi.

"BANG GUA TARUH MAKANAN LO DIMEJA YA!!" Teriak Changbin yang berada diluar lalu meletakan makanan itu dimeja dekat dengan ruang kumpul sedangkan Yoongi yang berada didalam ruangan hanya berdehem membuat Changbin tak tau ia membalasnya atau tidak.

Menit berganti jam dan sekarang sudah mulai sore hari akan tetapi Yoongi masih belum meletakan pensil yang kertas yang berada dihadapannya, Makanan yang diletakan oleh Changbin pun tak tersentuh.

Yoongi terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai melupakan kalau ia mempunyai penyakit yang bisa kambuh kapan saja bagaimana bisa? Karna ia sering telat makan lalu kurang istirahat membuat otaknya terasa lelah dan kedua matanya sedikit sakit karna harus meneliti kesalahan yang harus ia benarkan dalam tangga lagu.

"Aish... Sakit gua kambuh" Keluh Yoongi sambil memegang perutnya yang terasa pedih dan membakar seperti ia melakukan operasi tapi tidak dijahit lukanya kembali dan itu membuat Yoongi langsung keluar dari ruangannya dengan tangan yang terus memegang dinding dan disekitarnya agar ia tidak jatuh.

Ia ingin menelepon dan memberitahu keluarganya kalau penyakitnya kambuh tapi sepertinya hal itu tidak diizinkan malah ia terkunci didalam ruangannya dengan komputer yang masih menyala dengan alat musik disekitarnya.

Keringat bercucuran mengenai pelipis serta pipinya yang mulai merah karna menahan sakitnya perut yang bisa dibilang ia mempunyai penyakit asam lambung yang sebelum pernah kambuh tapi langsung dibawa oleh Jin dan lainnya kerumah sakit.

Tangannya mencoba meraih knop pintu dan memegangnya akan tetapi ia tidak bisa karna harus menahan sakit perutnya yang semakin menjadi jadi saja sekarang, Ingin berteriak tapi ia tak mampu karna terlalu lemah untuk berbicara.

Mulutnya keluh dan lemas serta kedua kaki yang terasa mati rasa bagaimana ia bisa meminta tolong kepada seseorang yang berada diluar sana, Ia melihat kearah meja yang berada tak jauh dari tubuhnya yang melekat dipintu.

Dengan usaha yang pasti langsung saja ia mencoba mendorong tubuhnya dengan kakinya yang lemas mendekat kearah meja dan mencoba mengambil Handphone lalu menekan nomor Jin atau yang lainnya kalau Namjoon ia yakin pasti sedang sibuk karna terlalu banyak tugasnya sebagai kepala polisi.

Jari lemasnya menekan nomor Hoseok mungkin saja ia bisa membantunya karna sebelum ia jadi dokter Hewan ia pernah mencoba menjadi dokter spesialis Penyakit dalam jadi mungkin Hoseok bisa membantunya walaupun ia tidak pasti kalau  Hoseok mampu.

"Apa kucing kutub?" Tanya Hoseok yang langsung mengangkat telepon saat Yoongi meneleponnya terdengar suara kertas yang sepertinya ia sedang memeriksa beberapa berkas penting tapi kesehatan Yoongi lebih penting lagi.

abangku;BTS ❤ (2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang