Alena menuruni tangga menemui Tiara yang sedang menyiapkan makanan yang dibantu oleh dua pelayannya yang bernama Bi ijah sama Bi Inah, keduanya itu memang adik kakak yang sudah dipercayai oleh keluarga Raka.
Rumah mereka tidak jauh dari rumah Raka. Dia akan pulang jika tugasnya sudah selesai.
Alena menghampiri Tiara yang tengah sibuk.
"Alena bantu ya Tante." ujar Alena.
"Gak perlu sayang, ini udah hampir selesai kok. Kamu duduk aja." Alena menurut perkataan Tiara dan segera mendaratkan bokongnya dikursi meja makan.
"Om Biliand kemana Tan, kok Alena gak liat sedari tadi?"
"Dia sudah berangkat sayang dari tadi karena ada meeting dadakan." ujarnya.
"Bi tolong bangunin Raka ya Bi." lanjut Tiara lagi.
"Biar Alena aja Tante yang bangunin Raka." potong Alena cepat.
"Baiklah kalau tidak merepotkan kamu sayang."
Alena menaiki tangga menuju kamar Raka yang bersebelahan dengan kamarnya.
Alena memegang gagang pintu kamar milik Raka dengan senyum jahilnya.
"Gimana kalau dia belum bangun, aku bakal bikin dia kayak jadi badut." gumamnya ketawa pelan.
Ceklek. Alena memasuki kamar milik Raka menatap ranjang sambil mencari sang pemilik kamar, namun hasilnya nihil.
Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka mendapati cowok yang pinggangnya terbalut handuk sambil mengacak rambutnya ala khas cowok habis mandi.
Alena melongo melihat tubuh six pack milik Raka. "Sadar Alena sadar, inget zina mata inget." batinnya memperingati dirinya sendiri.
"Ngapain lo di kamar gue?" suara bariton itu membuat Alena tersadar dari lamunannya.
"Ta- tadi aku di-suruh bangunin kamu." ujarnya gugup karena Raka melangkah menghampirinya.
Sadar melihat ekspresi wajah Alena semakin takut, Raka mendekatinya, namun Alena malah mundur.
Raka mendekat hingga Alena kehabisan ruang untuk mundur karena di belakangnya tepat pintu kamar Raka. Raka semakin maju lalu mengunci tubuhnya.
Ketakutan dari mimik wajah Alena membuat Raka tersenyum puas dalam hati. Entah apa yang dipikirkan oleh Alena tentang Raka sekarang Raka tidak peduli.
"Kenapa takut?" Tanya Raka semakin mendekatkan wajahnya ke Alena.
"Ka-kamu mau ngapain?"
"Gue? Gue mau?" Ucap Raka terpotong karena tak tahan melihat ekspresi Alena.
"Bhahhaha bhahhahha." Raka menjauh lalu ketawa karena sudah tak tahan melihatnya.
"Apaan sih." tanya Alena, lalu keluar dari kamar Raka dengan menutupnya.
Brakk...
Alena bersandar dibalik pintu luar kamar Raka sambil mengatur nafas dan degup jantungnya yang tak karuan.
"Perasaan apaan tadi sih, mana mungkin aku punya penyakit jantungan." ujarnya bingung.
Alena menghampiri meja makan yang ternyata sudah siap.
"Alena, Raka udah bangun?"
"Udah kok Tante, tuh dia orangnya Tante." ucap Alena membuat Tiara menatap arah yang ditunjuknya.
Kemudian ketiganya sarapan dengan suara hening hanya siaran dentingan sendok dan garpu.
Alena menyudahi sarapannya karena melihat jam ditangannya yang dua puluh menit lagi jam masuk sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAKA [Completed] ✓
Novela JuvenilPerjodohan kedua insan yang bernama Raka dan Alena yang dilakukan oleh kedua orangtuanya. Dengan seiring berjalannya waktu menumbuhkan rasa cinta antar keduanya. Siapa sangka dibalik sifat dingin Raka itu, memiliki masa lalu yang bisa membangunkan s...
![RAKA [Completed] ✓](https://img.wattpad.com/cover/216172872-64-k872102.jpg)