Two||Old Friend

2.3K 269 84
                                    

Hello my readers!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hello my readers!

Pakabar?

Gimana kalau kita mulai dengan tanya-jawab dulu?

1. Gimana part 1 kemarin? Bagus, nggak?

2. Apa yang bikin kalian pencet part 2 ini?

3. Mau lihat satu emoji yang menggambarkan perasaan kalian hari ini, boleh?

4. Udah siap baca lanjutan kisahnya?

Oke!
Silakan baca!

Dinikmati aja alurnya, sambil halu ria ya, kan?
Selamat membaca:)

*(×_×)*

Namun lelaki itu memasang raut terpana sebentar, menggelengkan kepalanya tidak percaya.

"Ellen?" Sekarang, aku yang terkejut. Bagaimana bisa ia mengetahui namaku tanpa aku memberitahunya?

"Nggak nyangka kita ketemu disini. Kamu masih ingat aku, kan?" tanyanya yang sepertinya memaksaku untuk menjawab sesuai apa yang di harapkannya. Tapi, aku masih tak bisa mengingat siapa dia.

"Kamu kesini sama siapa? Hugo?" Aneh sekali, ia bahkan mengenal Hugo.

"Dimana dia? Mungkin kita bisa berbincang sebentar?" Aku terdiam. Sepertinya aku mulai mengingatnya. Mata tajam dengan alis tebal. Hidung mancung, tubuhnya tinggi? Ah, siapa sih dia?!

 Hidung mancung, tubuhnya tinggi? Ah, siapa sih dia?!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[Dia kebingungan menatapku yang masih terpaku.]

"Ellen? Kamu baik-baik aja, kan?" Aku tersadar dari lamunan sebab tangannya yang di gerakkan didepan wajahku.

"Bisa kamu tunjukin dimana Hugo?" Aku hanya mengangguk. Dia mengikutiku berjalan menuju meja tempatku, Hugo, dan Meika makan.

Aku yang langsung duduk disamping Hugo, membuatnya menoleh kepadaku.

ARIESTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang