Nebula dan Ledakan Supernova

1.3K 200 154
                                        

Orion : Taewu
Nebula : Jisu
Hydra : Lisa
Andromeda : Rose

*****

"Orion! Hei! Orion!"

Suara samar yang terdengar dari earphone yang ia pakai itu perlahan membuatnya sadar. Orion membuka pelan matanya dan mendapati dirinya sedang tergeletak di atas aspal jalanan.

"Hei! Jawab aku jika kau mendengarku!"

Kini Orion bisa mendengar suara itu dengan baik. Ia bisa mendengar dengan jelas dan tahu siapa pemilik suara yang sedang berteriak di radio komunikasinya.

Orion mencoba bangkit sambil menggelengkan kepala beberapa kali ketika ia merasa kepalanya tiba-tiba pusing. "Aku tidak apa-apa." sahut Orion dengan suara sedikit serak.

"Kau yakin? Kau bisa berdiri?" tanya Nebula yang kini suaranya sedikit lebih tenang dari sebelumnya.

"Aku baik-baik saja." jawab Orion yang kini matanya sibuk mencari di mana motornya berada setelah rasa pusing di kepalanya hilang.

"Pisces, bawa Orion." Terdengar suara Leo dari sambungan komunikasi memberi perintah pada Pisces.

"Tidak usah, aku masih bisa berjalan sendiri." ujar Orion sembari menghampiri motornya begitu ia melihat benda itu tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.

Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba ada sorot lampu terang yang datang dari arah belakang Orion. Sorot lampu itu semakin lama semakin besar dan menyilaukan.

"Orion! Ada mobil mereka lagi di belakangmu!" teriak Aries dari radio.

Orion menoleh ke belakang dan melihat sebuah mobil MPV sedang meluncur cepat ke arahnya. Orion mengambil katana yang tergeletak di dekatnya lalu berjalan pelan ke arah mobil itu sambil memainkan pedang di tangan.

"Apa yang sedang kau lakukan?! Cepat pergi dari sana!" seru Aries.

"Jika aku membiarkan mobil ini lewat mereka bisa menyusul Leo dan yang lain." gumam Orion yang kini berdiri sambil memasang kuda-kuda di depan mobil yang semakin mendekatinya itu.

Mobil itu bergerak lurus mengarah ke Orion tanpa mengurangi kecepatan. Semakin lama semakin dekat, semakin dekat, dan tepat sebelum moncong mobil itu mengenai tubuh Orion, Orion berguling ke samping lalu mendarat dengan posisi setengah jongkok sambil mengarahkan pedangnya ke badan mobil. Katananya yang tajam langsung menyayat bodi mobil itu. Percikan api diiringi suara sayatan besi pedang yang beradu dengan rangka bodi langsung keluar saat itu juga.

Sayatan Orion memanjang dari pintu depan sampai sepatbor ban belakang dan berakhir di kaca lampu belakang mobil itu. Beberapa lempengan besi yang terkelupas akibat goresan pedang itu terlihat mulai berterbangan. Serpihan kaca penutup lampu belakang bagian kanan mobil itu juga pecah dan terlihat berhamburan ke mana-mana.

Tak berselang lama terdengar suara ban berdecit diikuti kepulan asap putih tipis yang keluar dari ban mobil itu. Mobil itu mendadak menukik karena kehilangan keseimbangan kemudian terguling beberapa meter di tempat Orion berdiri. Mobil itu terguling dengan posisi bagian bawah menghadap ke Orion.

Orion segera mengarahkan pistolnya ke bagian bawah mobil itu persis ke tangki bahan bakarnya. Ia menembakinya beberapa kali hingga akhirnya mobil itu meledak dengan api besar yang membumbung tinggi ke langit. Beberapa serpihan bagian mobil itu ikut terlontar akibat ledakan tersebut. Hawa panas langsung terasa beberapa saat setelah ledakan. Membuat Orion segera menuju motornya dan pergi dari tempat itu.

"Satu mobil berhasil dilumpuhkan." ucap Orion dari alat komunikasinya setelah ia berada di atas motornya kembali dan menyusul yang lain.

Dari dalam mobil Leo, Nebula membuang napas lega begitu mendengar kalimat Orion. Tiba-tiba badan Nebula terhentak ke depan saat sesuatu baru saja menubruk bemper belakang mobil Leo. Bukan hanya Nebula, semua orang di dalam mobil itu langung tersentak ke depan saat merasa bagian belakang mobil mereka baru saja di tabrak oleh sesuatu.

Dua WarnaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang