Akhir Dari Malam Yang Panjang

960 184 89
                                        

"Eonnie, dari mana kalian tahu kami ada di sini?" tanya Jisu yang sedang diperiksa oleh perawat di dekat mobil ambulans.

"Ada orang dari agensi lain yang memberitahuku." jawab manajer Sangwon.

"Agensi lain? siapa namanya?" tanya Taewu penasaran setelah mendengar jawaban manajer Sangwon.

Manajer Sangwon menerawang ke atas untuk mengingat-ingat. "Entahlah, dia tidak bilang namanya. Dia hanya bilang dia dari ENIX Entertainment."

Taewu dan Jisu langsung bertatapan saat mendengar manajer Sangwon mengucapkan nama ENIX Entertainment. Tak lama kemudian ponsel manajer Sangwon berbunyi. Wanita itu menerima telpon sambil berjalan menjauh dari sana. Saat manajer Sangwon berjalan pergi ada seorang pria yang tiba-tiba mendatangi Jisu.

"Kim Jisu? Apa kau baik-baik saja?" tanya pria itu cemas saat melihat Jisu sedang bersama seorang perawat yang memeriksa keadaannya.

Jisu menoleh dan melihat Direktur Chongsu saat ini sedang berdiri di dekatnya. "Oppa? Apa yang oppa lakukan di sini?"

"Untuk menyusulmu dan melihat keadaanmu. Kau tidak apa-apa? Apa kau terluka?" ujar Direktur Chongsu sambil memegang tangan Jisu dan mengeceknya.

Taewu yang duduk di dekat Jisu langsung bangkit dan membuang tangan Direktur Chongsu dari lengan Jisu. "Apa yang kau lakukan? Jangan menyentuhnya!"

Direktur Chongsu tidak menanggapi apa yang baru saja dilakukan Taewu. Ia kembali memegang bahu gadis itu dan mengamati sekujur tubuhnya dengan raut khawatir. "Apa yang kau rasakan sekarang? Ada yang berdarah? Apa kau merasa sakit?"

"Oppa, aku tidak apa-apa." sahut Jisu.

"Tidak ada luka di dalam maupun di luar tubuhnya. Sepertinya dia baik-baik saja." jelas perawat setelah selesai memeriksa keadaan Jisu. Perawat itu kemudian pergi menuju Rose.

Direktur Chongsu langsung membuang napas lega. "Syukurlah kalau kau tidak apa-apa. Aku langsung menelpon polisi dan meminta mereka kemari saat mendapat kabar minimarket itu baru saja dirampok."

Direktur Chongsu duduk mendekati Jisu lalu memeluknya. "Untung saja aku langsung memanggil polisi. Aku takut terjadi apa-apa padamu."

Jisu terkejut saat pria itu tiba-tiba memeluknya. Ia ingin melepas pelukan itu namun Direktur Chongsu lebih kuat darinya. Pria itu berhasil menahannya sehingga ia bisa membuat Jisu tetap berada dalam dekapannya. Melihat apa yang sedang terjadi depan matanya saat ini membuat Taewu menjadi geram. Ia menarik dengan kasar bagian belakang kerah baju Direktur Chongsu hingga pelukannya lepas dari Jisu.

"Sudah kubilang jangan menyentuhnya!" sebuah pukulan keras dari Taewu langsung menerjang salah satu sudut bibir Direktur Chongsu hingga pria itu terhuyung ke belakang.

Mata Taewu menangkap sebuah balok kayu yang tergeletak di tanah tak jauh dari tempat ia berdiri sekarang. Tanpa berpikir panjang, ia segera mengambil kayu itu dan berjalan menuju Direktur Chongsu. Ia mendekat ke arah pria itu sambil mengangkat tinggi-tinggi kayu di tangannya. Ia mengambil ancang ancang untuk memukul kepala Direktur Chongsu dengan benda itu.

Pupil mata Jisu melebar saat tahu apa yang akan diperbuat Taewu. Laki-laki itu akan melakukan apa yang pernah ia lakukan pada Juwon saat berkelahi di kantin sekolah. Jisu buru-buru menahannya dengan merangkul tubuh Taewu. Ia mencegah Taewu yang ingin melukai direktur Chongsu. Ia tidak ingin ada yang terluka di sana.

"Hentikan, sudah cukup. Jangan dilanjutkan lagi." cegah Jisu dengan suara lirih.

Tapi Taewu sudah tidak bisa menahannya lagi. Pria itu telah membuat kesabarannya habis. Taewu tetap berjalan menuju Direktur Chongsu dengan sorot mata yang penuh amarah.

Dua WarnaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang