"Sudah lengkap semua?" Jeni mengamati para trainee perempuan yang sekarang sedang berkumpul di asrama untuk membahas misi pertama yang diberikan sajangnim pada mereka. Mereka duduk melingkar di lantai ruang tengah yang ditata sedemikian rupa agar muat untuk sembilan orang.
Setelah semua trainee dirasa lengkap Jeni mulai bicara. "Seperti yang disampaikan sajangnim tadi, untuk bulan ini kita tidak akan ada evaluasi bulanan. Sebagai gantinya kita akan melakukan busking. Kita diminta untuk menentukan tempat dan lagunya sendiri. Untuk lagu kita pakai saja lagu yang sudah pernah kita tampilkan saat evaluasi yang dulu. Untuk tempat aku belum terpikir sama sekali. Ada yang punya ide?"
"Karena inti dari misi ini adalah bagaimana kita bisa menarik perhatian orang sebanyak mungkin, kita sebaiknya memilih tempat-tempat yang ramai lalu lalang orang." saran Miyeon.
"Hongdae?" celetuk Eunbi.
"Bagaimana dengan daerah Gangnam?" ujar Jisu.
"Hongdae dan Gangnam ya? Ada ide lain?" tanya Jeni.
"Myeongdong sepertinya juga bagus " ucap Euna.
"Aku pikir Itaewon juga patut dicoba." kata Hanna.
Jeni membuka ponselnya dan mencatat semua tempat yang disarankan. "Hongdae, Itaewon, Myeongdong, dan Gangnam. Ada lagi?"
Jeni menoleh ke kiri dan kanan menunggu jawaban dari teman-temannya. "Baiklah, sepertinya tidak ada."
Jeni kembali melihat ponselnya "Ada empat tempat yang diusulkan. Haruskah kita voting untuk menentukannya?"
Rose mengangkat tanganya. "Apa tidak sebaiknya kita survey dulu tempatnya baru melakukan voting? Maksudku kita bagi sembilan orang ini dalam beberapa tim dan melakukan survey pada empat tempat tadi. Setelah itu kita berunding lagi dan melakukan voting. Kita gunakan hasil survey-nya sebagai bahan pertimbangan karena kurasa tidak semua dari kita paham dengan keadaan keempat tempat tersebut."
Miyeon mengangguk. "Kurasa itu ide yang bagus. Cara itu juga lebih adil karena ada beberapa diantara kita yang berasal dari luar Korea sehingga kurang memahami tempat-tempat itu."
"Aku juga setuju dengan Rose. Kita perlu tahu keadaan semua tempat itu sebelum voting." ujar Jinny.
"Baiklah, kalau begitu besok Lisa dan Rose ke Hongdae, Jinny dan Hanna ke Itaewon, Eunbi dan Euna ke Gangnam, sementara aku, Jisu dan Miyeon akan pergi ke Myeongdong. Kalian lihat keadaan masing-masing tempat dan cari spot terbaik untuk busking. Besok malam kita rundingkan lagi hasilnya dan melakukan voting. Ada yang keberatan?" tanya Jeni.
Semua orang menggeleng. Jeni berdiri dari tempatnya diikuti oleh yang lain. Mereka berdua berdiri mendekat membentuk lingkaran sambil merentangkan sebelah tangan ke tengah lingkaran.
"Kita mulai survey-nya besok. Jika menemui kesulitan jangan sungkan untuk meminta bantuan. Tetap komunikasi satu sama lain. Semangat untuk besok. Pink Punk! Fighting!" Teriak Jeni menyemangati dan diikuti oleh yang lain secara serempak sambil mengangkat tangan mereka.
Mereka bersembilan kemudian membubarkan diri dan kembali ke asrama masing-masing. Jeni, Jisu, Lisa, dan Rose kembali menata ruang tengah mereka seperti semula setelah selesai digunakan untuk berunding.
Lisa merebahkan dirinya di sofa ruang tengah sambil mendesah pelan. "Kurasa bulan ini kita bisa sedikit lebih santai karena tidak ada evaluasi bulanan. Aku bosan sekali setiap hari hanya latihan, latihan, dan latihan. Aku bisa mati stres karena latihan setiap hari."
Jeni mengambil sebotol air putih dari lemari pendingin dan menuangkannya ke dalam gelas lalu berjalan ke arah Lisa dan duduk di dekatnya. "Bukankah kau juga ada homeschooling?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dua Warna
FanfictionMenjadi kaya? Menjadi terkenal? Bukan. Ini bukan tentang itu. Ini tentang pengorbanan untuk meraih apa yang diimpikan. Ini tentang kerja keras untuk menjadi apa yang didambakan Catatan : Semua tokoh diluar Blackpink adalah fiktif Peringkat: #153 Jis...
