08 : Cemburu nih

45 10 0
                                    

"Ayo pulang," katanya sambil meraih tangan Aqilla yang baru saja keluar kelas

"Loh? Lo udah sehat?"

"Gue gak sakit,"

"Coba sini," kata Aqilla sambil meletakkan tangannya di dahi Ravaro

"Masih panas, Ro. Udah sono pulang, gue naek ojol aja,"

"Enggak. Lo pulang sama gue," finalnya

"Gue ada rapat OSIS,"

"Yaudah gue tungguin,"

"Gak usah, Ro. Nanti kelamaan. Lo mending pulang, istirahat,"

"Gak mau. Sama lo juga gue langsung sembuh,"

"Terserah dah,"

Aqilla berjalan menuju ruang OSIS ditemani Ravaro. Sesekali mereka berbincang.

Kini mereka sampai di depan ruang OSIS, "Udah, Ro. Lo pulang aja,"

"Enggak, La. Gue tungguin aja,"

"Yaudah iya,"

Setelah itu, Aqilla langsung masuk dan bersiap untuk bergabung rapat OSIS yang akan dimulai 15 menit lagi. Rapat hari ini akan membahas tentang Lomba Bulan Bahasa bulan Oktober nanti.

Rizal, ketua OSIS memulai rapat ketika dirasa anggotanya sudah berkumpul semua. Rapat berjalan kondusif. Saling bertukar pendapat. Dan menentukan kesepakatan. Rapat selesai, Aqilla langsung menghampiri Ravaro yang dia lihat sedang main basket di lapangan. Dasar, padahal suhu tubuhnya masih cukup panas.

"Ravaro!"

Ravaro menoleh dan langsung menghampiri Aqilla, "Udah selesai?"

"Udah. Ayo pulang,"

Ravaro mengangguk, "Bro, gue duluan ya!" pamitnya pada Bagas, yang tadi bermain bersamanya.

Aqilla dan Ravaro berjalan menuju parkiran. Setelah sampai, Ravaro langsung memberikan helm ke Aqilla. Safety riding guys.

Di perjalanan, mereka hanya diam. Paling, sesekali Ravaro ngajak bicara tapi gak ditanggepin. Gak tau Aqilla yang gak denger atau emang sengaja gak jawab.

Akhirnya, mereka sampai di rumah Aqilla.

"Makasih, Ro. Langsung pulang. Minum obat,"

"Perhatian banget sih,"

"Dibilangin juga,"

"Iya iya. Adem deh kalo lo perhatian gini, La. Jadi makin sayang,"

"Ye apaan sih,"

"Salting nih?" goda Ravaro

"Udah sono pulang. Inget jangan kelayapan, langsung pulang,"

"Iya sayang," ucap Ravaro yang membuat Aqilla mengerutkan keningnya

"Gue pulang ya,"

Aqilla mengangguk, "Hati-hati,"

Ravaro melajukan motornya meninggalkan rumah Aqilla. Di perjalanan, dia senyum-senyum sendiri jadinya. Duh baper sendiri, kan.

"Assalamualaikum,"

"Waalaikumsalam, kok jam segini baru pulang?" jawab Mama

"Tadi nungguin Aqilla rapat OSIS dulu, Ma,"

"Ooh," merasa ada yang salah, Mama bertanya, "Kamu kenapa senyum-senyum?" sambil meletakan tangannya di dahi Ravaro. "Badan kamu panas,"

"Udah sembuh, Ma. Abis diperhatiin doi soalnya, nih,"

Mama terheran, "Makin gak jelas, nih. Udah sana kamu ke kamar. Mandi, abis itu makan terus minum obat,"

"Iya, Mah,"

Mama hanya menggelengkan kepala melihat Ravaro seperti itu. Tapi bener, Suhu tubuh Ravaro panas, tapi kenapa malah senyum-senyum gitu ya? Batin Mama

---

Keduanya sampai di sekolah tepat 10 menit sebelum bel masuk. Sebenernya bisa aja mereka sampai 15 menit sebelum bel, tapi itu gak terjadi. Karena, perlu kalian ingat, Ravaro orangnya nyantuy abisss.

Kini keduanya sedang berjalan beriringan menuju kelas sembari sesekali menyapa ataupun menjawab sapaan murid lainnya.

"La, nanti pulang sekolah temenin gue ke toko sepatu yuk!"

"Gue ada latihan,"

"Latihan apa? Klub voli lo kan latihan setiap Sabtu,"

"Latihan voli, gue gabung line up klub sekolah buat turnamen minggu depan,"

Ravaro cukup terkejut, "Kok lo gak bilang gue?"

"Emang apa-apa gue harus lapor lo?"

"Haruslah,"

"Dih siapa lo siapa gue,"

"Iya iya cuma temen,"

"Kan emang iya,"

Duh suckit guys, batin Ravaro

"Aqilla!" panggil seseorang yang menbuat keduanya menoleh

"Iya kak?"

"Jangan lupa ya nanti latihan,"

"Iya kak, siap,"

"Em..---," Haikal seperti mau bilang sesuatu, tapi dia ragu. "Kenapa, Kak?"

"Ah, gapapa. Itu aja, gue duluan,"

"Iya Kak,"

Setelah Haikal pergi, Ravaro mulai mengintrogasi Aqilla.

"Jelasin,"

Aqilla menoleh, "Jelasin apa?"

Ravaro menunjuk Haikal yang sudah cukup jauh di depan dengan dagunya.

"Masa lo gak tau dia. Dia, Kak Haikal,"

"Iya, tau gue. Terus?"

Aqilla menghela napas, "Dia itu ketua klub voli sekolah. Gue diminta buat gantiin Hana yang cedera,"

"Itu aja?"

Aqilla mengangguk, "Gak lebih, kan?" tanya Ravaro

"Ish apaan sih lo," kata Aqilla sambil meninggalkan Ravaro

Ravaro menyusul Aqilla, "Nanti gue tunggu,"

"Tunggu apa?"

"Tunggu lo latihan,"

"Ngapain?"

"Gapapa. Biar lo gak diganggu ama dia,"

"Gue gak ngerasa keganggu tuh,"

"Gue yang keganggu,"

Aqilla terheran, kenapa Ravaro terganggu?

Keduanya sampai di depan kelas Aqilla, "Udah sono ke kelas. Udah mau bel tuh,"

"Iya," Ravaro melangkahkan kakinya menuju kelasnya

Aqilla memperhatikan Ravaro dari belakang. Kenapa Ravaro jadi diem gitu setelah bahas Kak Haikal? Batin Aqilla

Huh udalah, Aqilla gak mau mikirin itu, lagi. Aqilla pun masuk kelas saat bel sudah berbunyi untuk mulai belajar. Ya namanya juga pelajar, kerjaan ya belajar.

---

Hai guys, gimana nih masa karantina kalian? Seru? Bosen? Atau biasa aja?

Semangat ya buat kalian yang harus belajar di rumah!!!

Di rumah aja sambil baca cerita ini, hehehe. Oke?

Stay safe guys!! 🙌🙌

Special Friend | When You Were Special For Me ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang