Four

3.2K 145 12
                                        

"melarikan diri? Itu takkan bisa terjadi. Karna banyak pasang mata yang sedang mengawasimu. "

°°°°°°



Di dalam mobil hanya ada suara radio yg mengiri perjalanan el,  mobil itu melesat dengan kecepatan normal. Semakin lama, mobil itu menembus hutan dan memasuki sebuah mansion besar dan megah.

Disana banyak sekali org dengan wajah yg dingin,  badan yg tegap,  dan raut ekspresi yg tegas. Semua org itu menunduk memberi hormat, ketika el datang.

"dimana? "

"nyonya besar ada di dalam, tuan muda. "

"hm. "

El berjalan memasuki pintu mansion itu,  nampak terlihat seorang wanita yg sudah tak muda lagi. Namun,  diwajahnya tersirat banyak sekali dendam. Sungguh,  el sangat menghormati wanita itu.

"grandma? "

"kamu sudah datang? "

"duduk dulu. "

"ada apa? "

"akan ada pertemuan, seperti biasa. "

"kapan? "

"nanti malam, pastikan kamu datang. "

"tentu saja. "

"bagaimana? Apakah dia tertangkap? "

"tentu saja, grandma. Dia ada di dalam ruangan, apa grandma ingin melihat? "

"baiklah, aku akan melihatnya. "

Maria renata, mama dari dion. Ia sudah mengenalkan dunia gelao pada el sejak dari kecil,  sebenarnya ia tak mau. Tapi,  el terus menaksa.

Dan kini, el tumbuh dewasa berdampingan dengan dunia kelam.

Disebuah ruangan, terdapat seorang lelaki. Mungkin masih seumuran dengan el, wajah yg lebam serta banyaknya goresan.

Sungguh, sangat miris sekali.  Meskipun begitu, el tak ingin membuat lelaki itu mati dengan cepat.

"sungguh miris sekali laki laki itu. "ucap maria prihatin.

"ck,  jangan mengasihani org yg kejam grandma. "

"klo dia kejam, lalu kau ini apa? "ucap maria sinis.

"aku? Aku hanya menghukum dia saja"ucap el dengan enteng.

"tapi, apa kau tak ingin membunuhnya saja? "

"dia sudah terlalu bahagia, jadi aku akan sedikit menyiksanya. "

"sedikit? Kau bilang ini sedikit? Astaga el! Kamu itu ya! "

"kenapa? "

"lihatlah dia! Dia sudah berada diujung maut, tembak saja dia. "

"tidak segampang itu grandma, apakah grandma ttidak ingat? Ia sudah menculik arin! Dan hampir membunuhnya!"

"terserah kau saja lah el, kini aku tidak lagi berkuasa blackdiamond. Tapi kau lah yg berkuasa sekarang,  hukumlah org yg salah nak. Ingat kata kata ku itu. " maria menepuk pundak el, dan berlalu pergi.
El menghampiri lelaki itu,

"shhh, apakah itu sakit?"

"aku ingin membunuhmu, tapi aku masih ingin bermain main denganmu. "

"biarlah malaikat maut menjemputmu, aku tak ingin tanganku yg bersih ini terkena darahmu. "

Setelahnya, el pergi meninggalkan ruangan itu. Tak ada yg berani memberi makan pria itu,  tanpa persetujuan dari el.

Hanya bisa menatap nanar semua org yg pernah berada dalam ruangan itu,  menunggu sang malaikat maut datang menjemput.

El berjalan dengan tegas, dan sangat berwibawa. Langkahnya membuatnya menuju maria, yg sedang ingin membahas tentang sebuah pertemuan.

THE DARK [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang