"dia cantik, bahkan cantik banget! Tapi entah kenapa hatinya jelek, kapan dia mau berubah? "
°°°°°°°°
"lu pergi dari sini, atau lu abis ditangan gua. Nina.. "desis el.
"hihihihi, hihihihi"
Sekaramg dean tau maksud el, karma tadi dean mendengar suara ketawa dari nina. Sungguh, gadis itu sangat menyebalkan.
"ikut sana sama darrel, jangan disini! "
Setelah el berbicara seperti itu, nina mulai pergi menembus dinding.
"bang? Lu bisa liat? "
"tergantung"
"gimana? "
"gua sebenernya kga bisa liat, cuman bisa ngerasa doang klo ada demit disini. Tapi, kadang juga gua bisa liat. "
"lu bisa liat pas kapan? "
"klo demitnya pengen, dan klo gua penasaran. "
"jadi lu tadi liat nina? Dia gimana? "
"iya gua liat, tuh tadi dia nongol di belakang lu sambil senyum. Wajahnya sih biasa, sama kek cwe laen. Tapi itu klo dia gk marah, klo dia marah perutnya keluar darah, matanya hilang, wajahnya remuk. Paling tuh anak ketabrak truk. "jawah el enteng.
Jadi sebenrnya el itu bisa liat demit, mangkanya tiap ada mbak kunti dia senyumin. Biar tambah akrab, yekan.
Dean bergidik ngeri saat mendengarkan penjelasan el, ia memang harus mempertanyakan kewarasan el.
Saat sudah sampai di kamar hotel arin, dean dan el berpapasan dengan darrel dan maria.
Tatapan maria sangat teduh, el yg melihatnya seakan mengeerti apa yg dimaksud tatapan dari maria.
"mom? Gimana arin? "tanya el
"dia baru bangun, nangis, tros tidur lagi"jawab vania sendu.
"oh iya mom, besok pulang aja. Tadi eo udah bilang sama pihak bandara"
"iya, kasihan arin juga. "sahut dion
"kak arin belum makan ya? "tanya dean.
"belum, biarin aja dia tidur. "jawab dion.
Semua orang kembali ke kamarnya untuk mengemas barang barang, sudah el bilang kan klo besok akan kembali ke indonesia.
Darrel memandang el, dan entah apa yg merasuki mereka hingga mereka keluar dari kamar arin menuju cafe di bawah.
"jadi? "tanya el
"boleh"
"oh"
"hm"
Hening, tak ada yg berbicara lagi. Hingga ada yg meniup telinga el, saat telinga el ditiup rasanya dingin. El tau ini pekerjaannya siapa, pengen el taroh dibotol aja kunti yg satu ini.
"rel! Bilangin pacar lu, jangan ngintil mulu anjer! Emosi gua lama lama! "
"napa? Lu takut? "
"kga lah, gua risih aja. Dari tadi diliatin mulu, gini nih klo jadi orang ganteng. Demid aja tertarik sama gua. "
"cih, gantengan juga enwoo. "
"halah bacod! Eh rel, kan grandma udah setuju. Sementara, lu masih sekolah. Mana diasrama lagi, mangkanya jangan mau sekolah penerbangan. Kga bisa pulang kan lu! "
"gua cekik juga lu lama lama, tenang aja bang. 2 bulan lagi gua lulus, jadi jangan khawatir. " geram darrel
"bukannya klo udah lulus langsung kerja? "
"gua mau off bentar, palingan 2 bulan."
Setelah nongki nongki tampan, el dan darrel pergi ke kamar untuk mengemas barang barang. Di kamar arin sudah ada suster dan juga banyak bodyguard, bts aja kalah bodyguardnya. Jadi gk perlu khawatir soal keadaan arin, pasti aman.
"besok udah pulang? Lama amat sih anjir! Napa gua gk bilang ntar malem aja sih"gumam el
Setelah beresin barang barangnya, el
berbaring di ranjang. Hari ini ia tak tidur sama sekali! Tapi, el tak merasa ngantuk.
Hanya saja matanya ingin tertutup sebentar, tenang aja sebentar doang kok. Gk lama.
Saat ek membuka matanya, ia melihat kearah balkon. Ternyata langitnya masih cerah, sudah el bilang kan jika ia hanya menutup matanya sebentar.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat el berpisah dengan kasurnya yg empuk itu,
"kenapa? "tanya el sinis.
"lah anjir, lu baru bangun? Kita mau berangkat ke bandara anjir. "seru gavin.
"bandara? Bwahahaha, ngelawak lu anjir. Kita pulangnya masih besok! Lu kebandara mau ngapain? Ngegembel? "
"heh su! Pesawat kita udah teroarkir cantik di bandara! Lu dari kemaren kga keluar kamar! "ucap gavin pake urat.
"kga keluar kamar? Dari kemaren? "tanya el heran.
"iya jamet! Dah sono lu rapih rapih, gua mau kebawah nyusul yg laen"
Gavin sudah pergi meninggalkan el yg masih memikirkan ucapan gavin tadi.
"kga keluar kamar dari kemaren? "gumam el.
"eh anjir! Gua dari kemaren sampe hari ini tidur? Gilak! Ngalahin putri tidur gua! Tidur dari siang, bangunnya siang. Hebat juga gua ternyata. "gumam el
Jadi, kemaren siang yg katanya el mau merem doang. Dia kebablasan sampe siang hari berikutnya, sebenernya el itu tidur apa belajar mato? Tidur 24 jam non stop, restoran aja kalah.
Setelah kagum dengan dirinya sendiri, el mengemasi barang barangnya. Karna sebentar lagi, ia akan pulang ke indonesia tercinta.
Haihai.........
Ada yg kangen kah? Kga ada? Yaudah si.
Gua mau bilang, gua laper! Masa malem malem mau makan, ntar malah gk jadi diet gua.
Ntar diledekin emak gara gara gagal diet! Hiks:(
Eh iya, gua lupa mau ngomong apa.
Tapi, akhir akhir ini gua mager banget disuruh ngetik!! Hiks:(
Maap ya klo part ini rada gaje, soalnya gua lagi mager:"
Mau cari kegiatan tapi mager! Dah lah bingung jadinya:(
Thank's for vote and comment
Love you :*
KAMU SEDANG MEMBACA
THE DARK [END]
De Todo*Jangan lupa tinggalin jejaks wan kawan* ------------- "aku ingin membunuhmu, tapi aku masih ingin bermain main denganmu" ............ Dingin, angkuh, kejam. Itulah sifat dari seorang devan erland alfariz, seorang ketua mafia yg perlahan menyeret sa...
![THE DARK [END]](https://img.wattpad.com/cover/225819571-64-k44713.jpg)