"serpihan kenangan masa lalu takkan bisa membuat ingatan kita kembali jernih, terkadang membutuhkan waktu lama untuk tak mengingatnya kembali. "
°°°°°°°
"jadi, apa maksud sebenarnya anda mengajukan rapat ini secara mendadak"ucap el.
Gavin hanya duduk manis disebelah el, ia hanya akan bertindak ketika mereka sudah terdesak. Dean juga sudah ada diruangan khusus, jadi ia juga mudah mengawasi gerak gerik dari tempat itu.
"ayolah van, kita sudah lama gk ketemu. Jadi gua pengen quality time sama lu."ucap vernon
Pernahkah el berkata bahwa orang lain memanggilnya devan, dan hanya keluarganya saja yg memanggilnya dengan nama el. El tadinya terkejut sengan ucapan vernon, namun segera ia menormalkan kembali wajahnya.
"dasr gk tau malu! Pengen bangen gua robek ruh mulut busuknya! "batin el
"ingin ku berkata kasar, ANJENG! "batin gavin.
Gavin juga sudah mengetahui latar belakang vernon, bahkan hubungan vernon dengan el juga gavin sudah mengetahuinya. Memang dasarnya gavin mantan anggota dispatch, aih bercanda.
Gavinkan orgnya kepoable, jadi ya pengen tau kehidupan orang laen. Termasuk el, dan el juga tak keberatan dengan hal itu.
"kenapa diem? Gua salah ya? Ayolah van, masa lalu itu gaboleh dikenang. Ntar kita ga bisa move on"
"masa lalu itu harus dikenang, karna dari masa lalu itu kita bisa sampai ke titik ini."
"aishh, itukan berlaku buat masa lalu yg baek. Klo yg buruk mah ngapain dikenang."
"justru yg buruk itulah yg bisa membuat kita bangkit dan akan terus berusaha. "
"aelah, van . Gua kesini tuh mau damai sama lu. "
"dan lu akan perlahan lahan ngambil perusahaan gua? Gk semudah itu! "
Sudahlah, el tak taham lagi di situasi seperti ini. Ia rasanya ingin merobek, menusuk, mengiris bagian bagian tubuh vernon. Sebelum itu terjadi, sebaiknya ia tinggalkan saja tempat ini.
"apaan, gada faedahnya gua disana!"
"baru kali ni gua ketemu sama orang yg gk tau malu! Jijik gua! "
"bangsat tuh orang! Pengen gua robek aja tuh mulut! "
Dan masih banyak lagi umpatan umpatan el untuk vernon, sakit hati di masa lalu kini terlintas dibenak el.
Masa lalunya saat itu, ia tak ingin menghapusnya. Karna ia ingin terus mengingat bahwa sahabat itu tidak ada, dan vernon alrxander itu adalah orang munafik!.
"loh?! Yan, kok lu bisa disini? "ucap el kaget.
Pasalnya dean sudah berada didalam mobil yg akan el dan gavin tumpangi untuk pulang, kek demit emang dean. Bisa muncul diamana saja.
Mendengar ucapan el, dean hanha menaikkan sebelah alisnya. Terlalu malas untuk menjawab, dan gobloknya el. Ia masih bertanya, padahal dia sendiri yg menyuruh dean untuk dateng kesini.
"heh! Geser sonoan lu! "ucap el.
"ga!"tolak dean
Lelah! Capek! Jengah, itulah yg gavin rasakan. Entah apa yg merasuki el, seketika ia melihat el merasa bodoh! Goblok! Bego! Aihhhh, dah lah gavin males.
Jika kalian ada disini, pasti sudah ingin mendorong el ke jurang! Lihat saja sekarang, el dan dean masih berantem. Karna gk ada yg mau menyetir, dan mereka berebut untuk duduk di bangku tengah.
"depan aja sono ! Nyetir aja lu! Aelah, ga guna jadi adek lu! " usir el.
"ga mau! "
"heh! Nyuruh orang laen kan bisa buat nyetir! Napa pada bego sih! "gerelam gavin.
"nyuruh orang lain? "heran el.
"iyalah! Lu kira cuman kita aja yg ada disini!"
"nah klo gitu, lu aja yg nyetir. Biar gua sama dean duduk manis. "ucap el enteng.
"babyk! Gunanya bodyguard lu apaan seh! Klo gk lu suruh, mereka makan gaji buta ntar! Napa jadi gua. "protes gavin.
"lah, lu kan juga bawahan gua. Klo gua gk nyuruh lu, ntra lu makan gaji buta dong"ucap el tanpa dosa.
"nyesel gua nglerai lu pada, akhirnya gua juga yg jadi babu. "
"kapan gua bilang lu babu gua? "
"halah bacod! "
Dan akhirnya gavin lah yg menyetir mobil, keadaan dimobil sangat hening. Bagaimana tidak, el sudah tertidur, dean juga sibuk dengan laptopnya. Gavin tak kuat dengan suasana seperti ini!
"yan? Filenya udah lu copy? "tanya gavin.
"yan? Gimana? Udah?"
"heh monyet! "
"denger kga sih! "
Karna tak mendapat jawaban dari dean seketika gavin menoleh ke kursi belakang, umpatan langsung memenuhi batinnya. Ia melihat dean, memang sih dean matanya melek.
Tapi kupingnya ditutup sama earphone, bangsad kan. Salah apa dulu gavin punya sodara kek mereka berdua, tiap hati tekanan batin yg ada.
Tenang saja, saat gavin menoleh ke belakang. Lampu lalu lintas sedang merah, jadi gabbakal nabrak.
Haihai....
Gila! Apdet banyak nih gua!!!
Gimana? Gua nepatin janji kan:"
Sapa yg nonton konsernya suju?! Huwaa.... Penampilan mereka keren banget sumpah! Apalagi yg lagunya supermen.
Duh papa siwon jadi gantengnya berlipat! DAEBAK!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
THE DARK [END]
Random*Jangan lupa tinggalin jejaks wan kawan* ------------- "aku ingin membunuhmu, tapi aku masih ingin bermain main denganmu" ............ Dingin, angkuh, kejam. Itulah sifat dari seorang devan erland alfariz, seorang ketua mafia yg perlahan menyeret sa...
![THE DARK [END]](https://img.wattpad.com/cover/225819571-64-k44713.jpg)