Kita memang tidak bisa memilih harus menjadi siapa ketika lahir, berada di keluarga bagaimana dan mempunyai saudara seperti apa. Tapi bukankah Tuhan sudah merencanakan semuanya dengan baik bahkan sebelum kita lahir?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah kejadian memberikan nomor telepon yang ternyata gagal total, Sean tidak pernah berhenti menyerah untuk mendekati gadis dingin bernama Sharene itu.
Seperti saat ini, Sean memaksa untuk bertukar dengan Kai yang memang satu kelompok dengan Sharene. Mereka diberikan tugas untuk mempresentasikan pelajaran yang akan dibahas selanjutnya. Kelompok itu berisi 5 orang termasuk Sharene dan Sean, sisanya Yeri, Baekhyun dan Sutresna - Lelaki ini merupakan saingan Sean karena sepertinya lelaki ningrat itu juga menyukai Sharene.
Sebenarnya kelompok ini tidak bisa disebut kelompok karena yang benar-benar bekerja hanya Sharene dan Sutresna, Yeri dan Baekhyun lebih sering saling bertengkar dan saling ejek, sedangkan Sean tidak bisa melepaskan matanya dari Sutresna yang kentara sekali jika lelaki itu sedang mencari kesempatan dalam kesempitan. Beberapa kali Sutresna mendekatkan dirinya pada Sharene saat mengajaknya berbicara atau memegang pundak Sharene saat memberikan pendapatnya. Sean benar-benar sangat kesal karena melihat Sharene yang merasa tidak nyaman namun juga tidak bisa protes.
Ucapan Sean membuat seluruh atensi mengarah padanya, merasa perkataan itu untuknya, Sutresna langsung menaikkan sebelah alisnya.
"Lo ngomong ke gue?"
"Menurut lo?"
Sutresna tertawa remeh, "Kalo mau ngomong tuh ngaca dulu. Lo sendiri ngapain pengen masuk kelompok ini kalo bukan buat modus?" Ujarnya dengan nada yang terdengar menyebalkan.
Sean merasa kesal kemudian bangkit berdiri dan menggebrakkan meja sambil menatap Sutresna tajam.
Sutresna hanya mengedikkan bahunya tidak peduli.
"Ehey, kalo mau gelut mah sok atuh gelutkeunbiar rame!?"
"Heh jangan jadi kompor lo cabe!"
"Naon? Cabe?!"
Baekhyun dan Yeri berdiri dan sedang bersiap saling menjambak.
Sharene menghela nafas kesal kemudian menutup bukunya dan memilih pergi dari sana.
Sean mengikuti Sharene dan memberi tanda pada Baekhyun agar menahan Sutresna yang sepertinya akan melakukan hal yang sama.
"KalemkeunLur, mening temenin gue ngopi yuk." Baekhyun merangkul Sutresna dan membawanya ke arah lain.
"Sharene tunggu!"
Sharene mengabaikan Sean.
"Rene!!"
Sean akhirnya berhasil mengejar Sharene dan menahan tangannya. Nafasnya terengah-engah karena Sharene berjalan cukup cepat.
Sharene langsung menepis tangan Sean. Kemudian kembali meneruskan langkahnya.