Kita memang tidak bisa memilih harus menjadi siapa ketika lahir, berada di keluarga bagaimana dan mempunyai saudara seperti apa. Tapi bukankah Tuhan sudah merencanakan semuanya dengan baik bahkan sebelum kita lahir?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kak ngapain sih kesini terus? Kan udah gak ada Mama yang nyuruh gue lagi buat belajar."
Emerald mengeluh pada Yoana yang setiap hari setiap pulang sekolah sudah berada di kamar Emerald menunggunya untuk mengajar.
"Heh! Gue gak pernah di suruh mama lo, lo itu alesan biar nyokap ga nyuruh gue nerusin bisnisnya."
Ibu Yoana dan Ibu Emerald memang berteman. Emerald dan Yoana pertama kali bertemu saat kedua Ibu mereka mengajak untuk makan malam bersama. Waktu itu layaknya seorang Ibu-ibu pada umumnya mereka memamerkan kekurangan putrinya masing-masing. Ibu Emerald mengatakan bahwa putrinya itu tidak pintar dan sangat malas belajar. Yoana mengambil kesempatan itu dengan menawarkan diri untuk menjadi guru private Emerald.
Yoana memang sudah pintar sejak kecil. Waktu itu setelah lulus kuliah di luar negeri Ibunya memaksa ia untuk membantu bisnis Ibunya. Namun Yoana selalu menolak dan ia mengatakan bahwa ia hanya akan menjadi guru private Yoana jika ibunya tidak mau menuruti keinginannya untuk menggapai mimpinya.
"Yaudah sih Kak, kalo dijadiin alesan gak apa-apa tapi jangan ngajar beneran dong. Gue tuh udah mumet ya di sekolah belajar, sore sama lo, malemnya Jeno juga suka ngajak belajar."
"Ya bagus siapa tau tiba-tiba lo jadi pinter. Lagian kan kalo gue kesini kalian jadi makan masakan enak buatan gue. Kurang baik apa gue coba?!"
Tidak bisa di pungkiri lagi jika masakan Yoana memang enak, dia bisa memasak segala jenis makanan dari berbagai negara. Itulah yang membuatnya tidak mau membantu Ibunya di dunia bisnis. Yoana lebih tertarik memasak, dan mimpinya ingin membuka restoran dengan berbagai masakan buatannya. Tapi ibunya selalu menentang dan menghalangi mimpinya.
Selama ini Yoana selalu menawarkan diri untuk membuat makan malam untuk Jeno, Emerald, Devano dan Sean. Mengenai Sean, Yoana sudah mengenalnya karena sering makan malam bersama. Adik Devano yang satu itu cukup unik, kesan pertama yang Yoana berikan adalah dia dingin dan terkesan sulit untuk di dekati, tetapi setelah mengenalnya ternyata anak itu sangat menyenangkan, terkadang ia menunjukkan sifat jahilnya pada Jeno juga Emerald.
Baik Yoana maupun Emerald merasakan bagaimana hangatnya keluarga ini pada mereka. Jeno dan Sean seperti tidak keberatan sama sekali dengan kehadiran Yoana setiap sore sampai malam hari. Devano pun begitu, beberapa kali jika ia mempunyai waktu luang, ia akan mengajak Yoana bersantai di taman sambil bercanda gurau saling mengenal lebih jauh. Kadang ia juga mengantarkan Yoana pulang apabila sudah terlalu malam.
"Jujur deh Kak." Emerald menatap Yoana curiga, "Lo tuh cuma pengen ketemu Kak Devano doang kan? Lo itu suka kan Sama Kak Devano?"
Yoana membekap mulut Emerald, "Heh kalo ada yang denger gimana?!"
"Kak Devano sama Kak Sean belum pulang, lagian kalo Jeno dia udah tau."