I wanna say..

1.2K 125 23
                                        

"Echan? Ngapain lo disini?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Echan? Ngapain lo disini?"

"Loh kak Sean? Kok disini?"

"Emangnya salah ya kalo gue pulang ke rumah sendiri?"

"Emangnya salah ya kalo maen ke rumah temen gue sendiri?"

"Temen lo? Gue? Sejak kapan lo jadi temen gue?"

"Sorry deh kak, meskipun lo ganteng tapi gue milih-milih nyari temen."

"Chan apa sih berisik banget?" Jeno keluar dari kamarnya mendengar suara Echan berisik.

"Lo temenan ama adek gue?" Lontar Sean begitu saja membuat Jeno terpaku. Kata 'Adek gue' yang terucap dari mulut Sean entah kenapa membuatnya senang, bukankah itu berarti Jeno sudah diakui keberadaannya oleh Sean?

"Adek lo?" Echan mengernyitkan sebelah alisnya, kemudian setelah sadar dengan kondisi saat itu ia menoleh ke kiri dan kanan dimana Sean dan Jeno berada, "Heol?! Daebakk!! Kalian adek kaka?" Echan menutup mulut dengan tangannya saking tidak percaya.

Yang Echan tahu Jeno hanya punya 1 kakak yaitu Devano. Dan setahu Echan, Sean hanya punya 1 kakak itu pun ia tidak pernah tahu yang mana karena Baekhyun tidak pernah mengajaknya bermain ke rumah Sean. Echan tidak tahu jika Jeno masih punya 1 kakak dan Sean ternyata mempunyai adik. Selama ini Jeno tidak pernah bercerita. Hari ini pun pertama kalinya ia ke rumah baru Jeno.

Wah ternyata benar dunia memang sempit.

"Lo kenal kak Sean, Chan?"

"Kenal banget! Nih ya kakak lo ini kalo kabur dari rumah pasti larinya ke rumah gue, mana di rumah gue galau mulu gara-gara cewek yang dia suka-hmMjdhfj" Suara Echan tertahan karena Sean membekap mulutnya.

"Nggak Baekhyun, nggak lo sama aja ya ini mulut!"

Echan menepuk-nepuk tangan Sean sebagai tanda bahwa ia kehabisan nafas.

"Jen lo seriusan adeknya kak Sean? Kok lo gak pernah cerita? Kok gue gak pernah liat kak Sean di rumah lo yang dulu?" Echan langsung bertanya pada Jeno setelah Sean melepaskan tangannya.

Jeno baru saja akan membuka mulutnya, namun tidak jadi karena Nana keluar dari kamar Jeno dan membuat keributan.

"Lama banget bawa makanan doang!?" Mata Nana tertuju pada seseorang, "Eh anjir, ini kok Mang gojeknya ganteng banget?"

"Itu kakaknya Jeno bego! Bukan tukang gojek."

"Kakaknya Jeno?" Nana memiringkan kepalanya menilik Sean dari bawah sampai atas kemudian memegangi kepala dengan kedua tangannya, "Kak Devano?!"

"Kakaknya Jeno?" Nana memiringkan kepalanya menilik Sean dari bawah sampai atas kemudian memegangi kepala dengan kedua tangannya, "Kak Devano?!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Step Brother (✓)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang