Cutie Rene

640 93 0
                                        

"Nenekkk~ Anak ganteng dateng!!!" Sean main masuk saja saat datang ke rumah Sharene

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Nenekkk~ Anak ganteng dateng!!!" Sean main masuk saja saat datang ke rumah Sharene.

"Ngapain pagi banget udah kesini?"

"Kenapa lagi? Gue kangen.. sama nenek." Jawab Sean sambil memeluk nenek dari belakang.

Terlalu sering main di rumah Sharene membuat Sean begitu dekat dengan neneknya.

"Nek... Aku kangen sup ayam buatan nenek." Sean merajuk.

"Jadi kangen nenek atau cuma mau masakannya aja?"

"Hmm.. udah jelas nek, aku cuma mau masakan nenek aja."

Nenek memukul-mukul tangan Sean. Sean kabur dan berlindung di belakang Sharene. Sean memang selalu mendatangkan tawa di rumah kecil Sharene dan nenek.

Setelah itu Sean duduk manis di meja makan melihat nenek dan juga Sharene yang sibuk memasak. Hanya butuh 15 menit dan mereka pun sudah siap untuk sarapan.

"Nah, makan yang banyak yaa." Nenek memberikan sup ayam pada Sean lebih dahulu.

"SIAP NEK!!"

Pagi itu pun diawali dengan sarapan bersama yang dipenuhi dengan canda dan tawa. Biasanya Sharene dan nenek hanya makan berdua, tapi akhir-akhir ini Sean sering sekali datang ke rumah membawa tawa di sana.

"Nek, ceritain tentang Rene kecil dong."

"Rene kecil?" Nenek terlihat berpikir. Sedangkan Sean menunggu dengan mata yang berbinar.

"Dulu itu waktu Rene kecil sedang asik bermain sendiri tiba-tiba dia ngedeketin nenek, terus dia bilang 'nek pegang dulu roti ini, Rene mau melihat kucing dulu sebentar'. Tapi yang nenek dengar 'nek tolong berikan roti ini pada kucing'. Terus nenek pikir daripada diberikan pada kucing meningan nenek makan aja roti itu. Terus gak lama dia ngedeketin nenek lagi nanyain dimana rotinya, dan dia nangis keras pas tau rotinya sudah nenek makan. Waktu itu dia nangis lama banget susah buat dibujuk."

Sean tertawa. Sedangkan Sharene hanya tersipu malu, "Itu salah nenek, kenapa makan roti kesukaanku."

"Lagi, lagi nek."

"Dulu ada tetangga sebelah yang bernama Pak Baik, dia baik seperti namanya tapi dia punya kumis tebal dan mata yang tajam jadi banyak anak kecil yang takut sama dia termasuk Rene. Suatu hari pas Rene lagi nangis, nenek lupa dia nangis karena apa tapi dia nangis sangat kencang, terus nenek bilang, sudah sudah tidak usah menangis Rene anak baik kan? Jadi jangan nangis terus. Tapi tangisan Rene malah semakin menjadi dan dia berteriak AKU BUKAN ANAK PAK BAIK NEK!"

Sean tertawa terbahak-bahak.

"Sejak saat itu tiap ketemu Pak Baik, Rene selalu lari dan berteriak AKU BUKAN ANAK BAIK, AKU GAK MAU JADI ANAK BAIK!!"

Kali ini Sharene ikut tertawa mengingat kejadian itu.

"Dulu Rene kecil sangat manis, dia juga sering meminta sesuatu pada kakek dan nenek."

Step Brother (✓)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang