Kita ini apa?

915 112 6
                                        

Devano duduk termenung di halaman rumahnya, ia memikirkan apa yang Jeno katakan tadi di telepon

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Devano duduk termenung di halaman rumahnya, ia memikirkan apa yang Jeno katakan tadi di telepon.

"Kak?"

"Kenapa Jeno?"

"Emmm itu.. Aku mau minta izin nggak pulang malem ini."

"Nggak pulang? Emang mau kemana?"

"Kakak inget temen aku yang namanya Emerald?"

"Si cewek cerewet itu?"

Jeno mengangguk padahal jelas tidak akan terlihat oleh Devano, "Dia lagi dirawat di rumah sakit udah 3 hari. Jadi Jeno mau minta izin mau nemenin dia di rumah sakit hari ini atau mungkin juga besok atau sampe dia dibolehin pulang."

"Kenapa harus kamu?"

"Karena cuma Jeno yang tau sekarang Arel di rawat, keluarganya gak ada yang tahu. Temen-temennya juga."

"Kenapa kamu gak telepon aja keluarganya?"

"Udah, tapi aku malah denger sesuatu yang lain."

"Sesuatu yang lain?"

"Aku gak bisa nyimpulin sendiri sih, tapi apapun itu Jeno yakin ada sesuatu yang salah."

"Aku tahu banget gimana rasanya sendirian pas lagi sakit. Bukannya sembuh, sakitnya malah jadi double. Rasanya niat buat sembuh tuh gak ada. Aku gak mau Arel ngerasain hal yang kayak gitu. Jadi izinin aku ya, Kak?"

Devano terdiam untuk beberapa saat.

"Kak?"

"Yaudah, tapi inget jangan macem-macem ya! Kalo butuh apapun telepon kakak, kasih tau dimana alamatnya biar nanti kakak juga nengok."

Senyuman terpatri di bibir Jeno, "Makasih Kak."

"WOY KAK! Ngapain lo bengong sendirian malem-malem gini? Kesambet baru tau rasa lo!"

Kehadiran Sean membuyarkan lamunan Devano.

"Majikan tuh kucing kemana? Kok gue belum liat?" Tanyanya kemudian duduk di sebelah Devano.

Sean sering memanggil Jeno seperti itu, karena kecintaan Jeno terhadap kucingnya yang menurutnya berlebihan.

"Dia gak pulang dulu malem ini, mungkin besok juga."

"Lah emang kemana dia?"

Alih-alih menjawab Devano memanggil Sean dengan tatapan kosong, "Lo pernah gak ngerasain sendirian pas lo lagi sakit? Atau lo sendirian pas ulangtahun?"

Sean mengernyitkan sebelah alisnya, tidak mengerti kemana arah pembicaraan Devano, tapi ia yakin ini pasti berhubungan dengan anak itu.

"Lo jangan khawatir kak, gue pasti bakal selalu ada kalo lo sakit. Lo bisa ngandelin gue. Nanti tiap lo ulang taun gue bakal bikin party gede-gedean."

Step Brother (✓)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang