Kita memang tidak bisa memilih harus menjadi siapa ketika lahir, berada di keluarga bagaimana dan mempunyai saudara seperti apa. Tapi bukankah Tuhan sudah merencanakan semuanya dengan baik bahkan sebelum kita lahir?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tadi saat Upacara Pagi, Ibu kepala Sekolah memberitahu bahwa khusus untuk kelas 3 pembelajaran hari ini tidak akan efektif sebagai gantinya sekolah akan kedatangan Mahasiswa yang melakukan 'Kunjungan Sekolah' yang bertujuan untuk melakukan pengenalan mengenai dunia Perkuliahan. Ini akan sangat membantu untuk mereka yang akan lulus dan melanjutkan mimpinya. Jika seluruh siswa kelas 3 bersorak gembira karena kegiatan ini, hal itu justru tidak berlaku untuk Jeno. Bukan karena Jeno tidak suka kegiatannya, hanya saja ia tidak suka pada salah satu Mahasiswa yang katanya kenal dengan Emerald. Mood Jeno benar-benar buruk sejak pagi.
Jeno dan Emerald datang ke sekolah bersama dengan ceria seperti biasanya. Sebelum akhirnya mood Jeno tiba-tiba menurun saat seseorang memanggil Emerald.
"OLIVVV!!" Orang itu berteriak dan langsung memeluk Emerald begitu mereka dekat.
Emerald melepaskan pelukan itu, "Oh my god, its you Kak Mark?!"
Orang yang di panggil 'Kak Mark' itu mengangguk kemudian mereka kembali berpelukan.
"Wah, udah lama banget! How are u?"
"Of corse I'm fine."
"Sejak kapan lo di Indo lagi kak?"
"Nanti gue ceritain." Lelaki bernama Mark itu mengacak puncak kepala Emerald, "Lo udah gede banget sekarang. Dulu waktu masih kecil, ingus lo gue yang elapin, lo inget?"
Mereka tertawa tidak memperhatikan Jeno sedikitpun.
"Ngapain disini?"
"Ah gue bakal ada kegiatan di sekolah lo, gue gak tau kalo lo sekolah disini."
Mereka berbincang sambil berjalan bersama menuju kelas. Emerald bahkan melupakan Jeno.
Kekesalan Jeno tidak berakhir begitu saja, karena pada saat kegiatan dimulai setelah Upacara Pagi, lelaki bernama Mark itu memilih untuk menjelaskan materi di kelas Emerald. Pada saat menerangkan matanya benar-benar hanya tertuju pada Emerald, sesekali mereka membuat sinyal kemudian tersenyum bersama seolah dunia hanya milik mereka berdua. Jeno bahkan tidak fokus dengan penjelasan yang mereka berikan.
"Ketemu lagi nanti di aula yaa." Ujar Mark lagi-lagi mengacak rambut Emerald kemudian berlalu keluar.
Emerald hanya tersenyum kemudian mendekati meja Jeno.
"Jen, ayok ke kantin, makan."
"Gak, gue gak laper!" Ketusnya.
Emerald mengernyitkan dahinya karena Jeno tidak seperti biasanya.
"Tapi gue laper Jen."
"Yaudah sana makan."
Emerald mengerucutkan bibirnya, "Mana tuh yang suka cerewet nyuruh gue banyak makan?! Masa sekarang gue kelaperan dibiarian?????"