Rene dan Sean (2)

541 80 5
                                        

Semenjak mulai berpacaran dengan Sharene, Ralat, semenjak sudah saling menyayangi satu sama lain Sean semakin lengket saja pada Sharene

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semenjak mulai berpacaran dengan Sharene, Ralat, semenjak sudah saling menyayangi satu sama lain Sean semakin lengket saja pada Sharene. Kenapa belum bisa disebut pacaran? Karena Sean belum secara resmi mengungkapkan perasaannya pada Sharene, namun keduanya tidak mempermasalahkan itu. Toh yang paling penting perasaan keduanya.

Jika dulu Sean sering nongkrong bersama Baekhyun atau berkumpul dengan yang lainnya di cafe Cemal, sekarang Sean lebih sering nongkrong di cafe dimana Sharene bekerja. Ia akan menunggu sampai Sharene selesai bekerja setelah itu mengantarkannya pulang dan berlama-lama di rumah Sharene.

Sharene yang sekarang terlalu menggemaskan sehingga Sean tidak bisa tidak bersama Sharene sehari saja.

"Rene?"

"Hmm?" Jawab Sharene masih tidak mengalihkan fokusnya dari laptop.

Malam ini Sharene dan Sean sedang berada di ruang tamu rumah Sharene, kebetulan nenek sudah tidur. Awalnya Sean memainkan game di ponselnya saat Sharene fokus mengerjakan tugas di laptopnya, namun lama-lama Sean merasa bosan.

Sean sudah mencoba berbagai cara untuk mengambil alih fokus Sharene seperti mencolek-colek pipi Sharene, memainkan rambut Sharene, tiduran di kaki Sharene atau membuat suara berisik dari ponselnya namun gadis itu tetap fokus pada laptop.

Helaan nafas keluar dari mulut Sean.

"Rene, rene, rene aaKHHHH." Sean mencoba percobaan terakhirnya.

Sharene akhirnya menoleh, "Kenapa?"

Sean menepuk-nepuk pundaknya, "Sakit. Mau di pijit." Sean mengerucutkan bibirnya.

Tanpa berpikir panjang Sharene langsung menutup laptopnya dan memijat lembut pundak Sean.

Sean tertawa senang, "Emang lo tuh obat buat segala sakit gue, Rene."

Namun tak lama, Sharene menghentikan pijatannya dan melepaskan tubuhnya di punggung Sean.

Sharene sudah memejamkan matanya ketika Sean menoleh, "Capek?" Tanyanya sambil mengusap-ngusap tangan Sharene.

Sharene mengangguk. Sedangkan Sean menghela nafas, seharian ini Sharene sibuk di cafe, setelah di rumah pun gadis itu sibuk mengerjakan tugas. Padahal Sean ingin bermanja pada Sharene, tapi sudahlah kesehatan gadis itu lebih utama.

"Yaudah sekarang istirahatin, tidur di kamar yaa."

Sharene menggeleng, "Gendong."

"Baik tuan putri."

Biasanya jika sudah seperti itu, Sean baru akan pulang setelah Sharene tidur dengan nyenyak.

Biasanya jika sudah seperti itu, Sean baru akan pulang setelah Sharene tidur dengan nyenyak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Step Brother (✓)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang