Jeno Hilang

1.3K 129 9
                                        

Jeno baru saja pulang mengantarkan Emerald ke sekolah menggunakan taxi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jeno baru saja pulang mengantarkan Emerald ke sekolah menggunakan taxi. Ini sudah hari ke 2 ia di skors dan selama itu Jeno selalu mengantar dan menjemput Emerald sekolah, padahal Emerald sudah melarangnya tapi Jeno tetap pada pendiriannya.

Masuk ke dalam rumah, Jeno melihat Sean dan Devano sedang berbincang dengan seorang wanita paruh baya. Wanita itu benar-benar asing karena Jeno belum pernah melihatnya sebelumnya. Jeno memilih untuk masuk ke dalam kamarnya, meskipun di skors ia tetap harus belajar di rumah.

"Jeno?" Baru saja membuka pintu kamar tiba-tiba Devano memanggilnya.

"Iya Kak?"

"Sini."

Jeno menurut dan langsung duduk di dekat Devano, sebelumnya ia sudah memberikan senyuman sapaan pada wanita itu.

"Kenapa Kak? Kok kakak belum berangkat kerja?"

"Ini... beneran Jeno?" Wanita itu tiba-tiba menggenggam sebelah tangan Jeno.

"I-iya, tante ini siapa?"

Air mata wanita itu tiba-tiba turun begitu saja, tangannya kemudian terulur untuk memegang sebelah pipi Jeno.

"Anakku Jeno sudah sangat besar."

Jeno mengernyitkan alisnya, "M-maksudnya?"

"Ini bundamu nak, bunda Jeno." Tangis wanita itu semakin menjadi.

Mata Jeno berkaca-kaca, bibirnya bergetar, ia mengeratkan tangannya saat wanita itu memeluknya.

"Maafkan bundamu ini nak, bunda benar-benar merindukanmu."

Jeno melepaskan pelukannya kemudian berdiri, "Jangan sembarangan! Jeno gak punya bunda."

"Jeno-" Devano ikut berdiri.

"Kak usir wanita ini, dia ngaku-ngaku!"

"Jeno.. ini benar-benar bunda nak.." Wanita itu memegang kembali tangan Jeno. Namun buru-buru Jeno tepis.

"Bunda? Atas dasar apa kamu nyebut diri kamu bunda? Apa yang udah kamu lakuin sampe kamu pantes disebut bunda?"

"Kenapa kamu datang kesini? Kamu mau ngehancurin lagi keluarga ini? Apa belum cukup dulu kamu bikin semuanya hancur? Menyenangkan? Apa itu menyenangkan ngeliat semua orang menderita karena kamu? IYA?" Jeno meluapkan segala emosinya, ia menangis karena terlalu marah dan juga kecewa, ada setitik benci yang muncul begitu melihat wanita itu menyebut dirinya bunda setelah apa yang ia lakukan padanya.

"Jeno!" Sean berusaha menghentikan Jeno, ia merasa Sean sudah keterlaluan.

"Seharusnya kamu gak usah ngelahirin aku! Harusnya aku gak lahir dan bikin kak Devano dan kak Sean menderita. Harusnya kamu gak pernah ada! Harusnya kamu saja yang mati!!"

Plak!

Tamparan dari Devano membuat luka di dekat bibir Jeno yang belum sembuh kembali berdarah. Rasanya lebih sakit. Sangat sakit. Bukan dari tamparannya. Tapi darimana tamparan itu berasal.

Step Brother (✓)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang