Kita memang tidak bisa memilih harus menjadi siapa ketika lahir, berada di keluarga bagaimana dan mempunyai saudara seperti apa. Tapi bukankah Tuhan sudah merencanakan semuanya dengan baik bahkan sebelum kita lahir?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini sudah hari ketiga Emerald tidak masuk ke sekolah tanpa memberi kabar pada siapapun, Jeno merasa sangat cemas dan khawatir. Dua hari kebelakang ia tidak bisa tidur nyenyak, biasanya Emerald selalu mengirimkan pesan-pesan singkat yang memberitahukan tentang kesehariannya, awalnya Jeno merasa terganggu karena ia merasa tidak perlu tahu itu. Tapi sudah 3 hari ini gadis itu tidak mengirimi Jeno pesan, selama itu pula Jeno selalu menunggu.
Entah mengapa rasanya hari Jeno selalu kurang jika tidak dikirimi pesan oleh Emerald atau tidak di ganggu dan diikuti kemanapun oleh gadis itu di sekolah.
Hari ini Jeno tidak bisa tinggal diam lagi, ia harus mencari tahu kabar gadis itu. Berhubung Jeno adalah Ketua Osis dan dia mempunyai banyak akses, akhirnya ia mencari nomor telepon rumah Emerald.
Neng Arel dari kemarin di rumah sakit, Den. Ucap seseorang di seberang sana, mungkin ia salah satu ART di rumah Emerald.
Dan disinilah Jeno berada, disebuah Rumah Sakit yang berada di pusat kota. Jeno sudah berada di depan ruangan dimana katanya gadis itu dirawat namun ia agak ragu untuk masuk.
Namun karena kekhawatiran cukup besar ia akhirnya memberanikan diri untuk masuk. Pemandangan pertama yang Jeno lihat yaitu gadis itu sedang berbaring lemas dengan infus ditangannya, mukanya sangat pucat tidak seperti biasanya. Jeno melihat ke seluruh ruangan dan tidak menemukan siapapun di dalamnya.
Jeno berdiri menatap gadis itu lekat-lekat. Ada rasa sakit yang ia rasakan melihat gadis yang biasanya cerewet dan ceria itu kini berbaring lemas. Jeno membenarkan selimut yang menutupi tubuh Emerald, namun itu justru malah membangunkannya.
Jeno tidak menjawab, ia menyimpan buah-buahan yang ia bawa kemudian duduk di kursi yang sudah ada di sebelah ranjang, "Sakit apa?"
"Nggak ada, gue cuman lagi pengen istirahat aja."
Jeno menatap Emerald dengan sorot mata kecewa, mengapa Emerald harus menyembunyikan semuanya sendiri? Padahal tadi sebelum ke ruangan Emerald, Jeno sudah bertanya dulu pada suster yang menjaga. Katanya gadis itu menderita Anoreksia Nervosa yaitu gangguan makan yang ditandai dengan rasa takut yang berlebihan bila berat badan bertambah. Karenanya ia kekurangan asupan protein, mineral, dan nutrisi penting bagi tubuh. Mungkin itu sebabnya Emerald selalu terlihat tidak mempunyai nafsu makan. Tapi untuk apa Emerald menjaga berat badannya sampai seperti itu?
"Nyokap bokap lo kemana?"
"Mmmm.. tadi pagi mereka udah kesini cuman lagi banyak kerjaan jadi harus ngantor. Nanti malem juga mereka kesini kok."