END

1.1K 95 4
                                        

Hari selanjutnya di hari minggu sejak pagi mereka berkumpul lagi di cafe itu untuk sedikit membereskan cafe sekaligus pembukaan resmi cafe. Sebelumnya Emerald sudah membuat website online cafe, juga akun media sosial agar banyak orang yang tahu dan tertarik untuk mengunjungi cafe.

Sean dan Jeno sudah mengundang sahabatnya, bukan sebagai pengunjung tapi mereka diundang agar bisa membantu kelancaran berjalannya cafe hari ini. Echan, Nana dan Juna sudah datang tak lupa membawa Karin, sepertinya Karin sudah menjadi member tetap circle mereka karena ia selalu ada setiap mereka berkumpul. Chan, Baekhyun dan juga Kai yang datang bersama Klee juga sudah ada. Benar, hubungan Kai dengan Klee sepertinya berjalan dengan baik, Klee juga sudah terlihat berdamai dengan Sharene walaupun masih sering gengsi.

Sekitar pukul 12 siang semuanya sudah siap dan cafe pun dibuka. Semua orang sudah bersiap di tugasnya masing-masing. Echan dan Baekhyun sudah berdiri di depan cafe untuk menyambut pengunjung yang datang sekaligus menyebarkan brosur untuk menarik pelanggan.

"Punya aa gini amat, make celemek aja gak bener." Protes Echan kemudian membenarkan celemek yang digunakan Baekhyun.

"Gitu dong jadi adek tuh harus berguna."

"Kadang gue tuh bingung yang jadi kakak disini siapa sih?"

"Kalo di jadwal aja gimana?"

"Dijadwal?"

"Iya sekarang lo kakaknya. Terus besok gue."

Echan menatap Baekhyun lama, "Ide bagus! Sekarang panggil gue aa."

"Iya aa!!"

Di saat-saat seperti ini biasanya mereka memang selalu akur dan kompak.

Jeno, Juna dan Chan sudah bersiap dengan musik mereka. Jeno akan menunjukkan bakatnya bermain gitar sedangkan Juna dan Chan akan berduet menyanyikan lagu yang katanya Chan sendiri yang membuatnya. Mereka sudah berlatih menyelaraskan suara mereka dengan gitar yang akan dimainkan Jeno.

"Keren kak, lo beneran bikin lagu ini sendiri?" Tanya Juna ini kedua kalinya ia bertemu dengan Chan, mereka pernah bertemu di pesta ulangtahun Baekhyun di rumahnya namun saat itu mereka tidak saling bertegur sapa, kali ini mereka sudah lebih dekat karena obrolan mereka nyambung.

Chan mengangguk bangga, "Gue juga punya studio sendiri, ga gede-gede banget sih tapi cukup buat se Rt. Lo bisa kesana kalo mau." Sombongnya.

"Serius kak gue boleh kesana?"

"Kalo lo emang tertarik sama musik, nanti gue bikin kunci duplikat biar lo bisa kesana kapan pun."

Juna bersorak. Dan Chan tersenyum bangga. Ia akan selalu seloyal itu apabila bertemu dengan orang yang satu frekuensi dengannya. Sepertinya hubungan mereka akan terus berlanjut.

Kai dan Klee bersiap di bar lantai 2. Kebetulan Kai pernah belajar menjadi barista dulu dan ia mengetahui banyak tentang minuman, sedangkan Klee ia hanya tidak mau jauh dari Kai ia juga harus menjadi pawang kalau-kalau nanti ada pengunjung wanita yang menggodanya mengingat lelakinya itu tampan, apalagi saat ini ia terlihat sangat berkarisma menggunakan celemek barista dengan kemeja yang digulung sampai ke sikunya.

 Kebetulan Kai pernah belajar menjadi barista dulu dan ia mengetahui banyak tentang minuman, sedangkan Klee ia hanya tidak mau jauh dari Kai ia juga harus menjadi pawang kalau-kalau nanti ada pengunjung wanita yang menggodanya mengingat lelakinya ...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Step Brother (✓)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang