Kak Sean

929 108 10
                                        

**Flasback pertemuan pertama Emerald dengan kakak kedua Jeno

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

**Flasback pertemuan pertama Emerald dengan kakak kedua Jeno.

Emerald sudah tahu bahwa Jeno itu mempunyai 2 orang kakak, tapi selama ini Emerald hanya pernah bertemu dengan Devano. Saat pertama kali Emerald tidur di rumah Jeno ia tidak bertemu dengan kakak kedua Jeno, pagi hari saat berangkat ke sekolah pun Emerald tidak bertemu. Padahal ia ingin tahu dan ingin berkenalan dengan calon kakak ipar di masa depannya itu. Kalau dengan Devano sudah jangan di tanya lagi, kakak Jeno yang satu itu sangat dewasa dan penyayang, ia sangat welcome pada Emerald, mungkin juga pada ketiga teman Jeno yang lain. Echan pernah bercerita jika Devano sering mengajak mereka bertiga makan dan main bersama.

Sore ini pulang sekolah Emerald merasa bosan, karena Jeno harus kembali ke sekolah karena ada urusan Osis dan Devano belum pulang. Emerald sudah banyak mengobrol dengan bibi ART, tidak butuh waktu lama untuk Emerald bisa dekat dengan keduanya. Mungkin karena sifat Emerald yang ceria membuat siapapun mudah untuk dekat dengannya. Tapi mengobrol dengan bibi tidak asik, ada perbedaan jaman yang menyekat diantaranya. Ia juga sudah mengajak Jojo mengobrol tapi kucing itu sangat sombong karena tidak pernah membalas perkataan Emerald. Akhirnya ia memilih untuk mengitari rumah agar lebih mengenalnya.

Rumah itu sangat luas, di lantai 2 Emerald menemukan 3 kamar besar yang sepertinya diisi oleh kedua kakak Jeno, satunya lagi mungkin bekas kamar kedua orangtuanya yang dilihat dari luar pun masih terlihat terawat. Jika berjalan sedikit lagi, Emerald menemukan sebuah balkon yang mengarah pada jalan. Di lantai 1 sendiri sebenarnya lebih luas dari lantai 2, di sana terdapat ruangan tamu yang besar, dapur dan juga meja makan, 2 ruangan kamar yang sekarang diisi oleh Jeno dan Emerald. Kamar bibi terdapat tidak jauh dari dapur, dan jika berjalan beberapa langkah ke samping dari dapur Emerald menemukan sebuah taman belakang rumah yang cukup besar. Disitulah Emerald menemukan seseorang sedang duduk dan berbicara dengan seseorang melalui sebuah telepon.

"Rene, dengerin gue dulu. Please jangan ngehindarin gue terus, gue bosen banget gak ada yang bisa gue gangguin. Rene? Rene? Sharene?"

"Ckk, gue belom selese ngomong juga."

"Lagi berantem sama pacarnya ya, Kak?"

Sean melemparkan ponselnya karena terkejut dengan kedatangan Emerald. Sean memang berbadan besar dan berwajah dingin, tapi ia sangat penakut. Ia takut binatang, dan juga takut hal-hal seperti hantu.

"WAAAA!!!!!" Sean berteriak saat menoleh dan melihat Emerald sudah duduk di sebelahnya, ia menutup matanya dan membuat tangannya seperti sedang berdoa, "Siapapun lo! Gue mohon pergi! Pergi!!" Kebetulan Emerald menggunakan dress putih selutut pantas saja Sean mengira Emerald bukan manusia.

Emerald tidak peduli, ia memilih membawa ponsel Sean dan membaca Chat dari seseorang yang dinamai 'Si Pendek Bertanduk', isi chatnya kira-kira seperti ini;

Rene

Sharene

Sharene Safia Esme

Step Brother (✓)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang