🔅 Kantor

4.3K 363 6
                                    

Typo bertebaran. 😌

Votcom (Vote Coment) jangan lupa.

Keyna masuk kedalam gedung pencakar langit, gedung dengan tinggi 15 lantai.

"Wah, ini yang bangun gak capek apa ya, gedungnya tingi terus bagus banget" Gumamnya pelan dan menatap takjub kearah sudut demi sudut gedung itu.

Keyna berjalan mendekati resepsionis dan langsung disambut hangat oleh Mas bagian resepsionis.

"Siang, ada yang bisa saya bantu"

Keyna tersenyum, ternyata bukan gedungnya saja yang bagus tapi karyawannya juga ramah.

"Saya mau bertemu dengan Kak.. Eh Pak Rakha" Ucap Keyna dan dapat dia lihat Mas resepsionis mengerutkan dahinya.
"Saya sudah buat janji dengannya" Ucap Keyna dan Mas resepsionis langsung tersenyum.

"Baik, Mbaknya nanti pakai lift yang paling pojok, lift itu langsung menghantarkan Mbak keruangan Bapak Rakha" Ucap Mas resepsionis itu dan Keyna tersenyum.

"Makasih ya, Mas" Ucap Keyna dan diangguki oleh Mas resepsionis.

Keyna segera berjalan kearah lift yang dimaksud tadi, dia memencet tombol lift.

Tidak lama pintu lift terbuka, Keyna masuk kedalam dan saat dia ingin memencet tombol lift agar tertutup tiba-tiba beberapa karyawan perempuan masuk kedalam membuat Keyna berjalan mundur.

Keyna terasingkan dipojokan lift, dia hanya bisa melihat dan mendengarkan apa yang sedang menjadi bahan gosip keempat karyawan itu.

"Gue denger Pak Rakha udah putus dari pacarnya ya"

Keyna mengerutkan dahinya, Rakha putus?

"Iya sih, rumornya begitu"

"Ini kesempatan kita buat ngerayu Pak Rakha"

"Iya, Pak Rakha itu buset dah gantengnya kelewatan"

"Mana keturunan China lagi"

"Sebenarnya gue gak suka tau sama pacarnya Pak Rakha yang dulu"

"Iya dia itu terlalu manja"

"Pengennya nempel mulu sama Pak Rakha"

"Bikin gerah bodi jadi pengen nampol"

Keyna hanya mencerna ucapan keempat karyawan yang sedang bergosip tentang Rakha.

Salah satu diantara keempat itu menatap Keyna dan tersenyum membuat Keyna juga ikut tersenyum.

"Mbaknya dari bagian mana ya? Karyawan baru?" Tanya perempuan berambut coklat.

"Oh bukan, Mbak. Saya dari pihak rumah sakit ada urusan dengan Pak Rakha" Jawab Keyna dan mereka hanya mengangguk saja.

Tidak lama pintu terbuka dan mereka semua keluar dari lift, Keyna mencengkram erat ujung roknya.
Apakah dia harus bertemu dengan Rakha lagi?

"Demi profesor" Ucap Keyna.

Dia berjalan kearah meja sekretaris yang ada dihadapan pintu ruangan Rakha, keempat karyawan tadi langsung masuk kedalam.

"Iya? Ada yang bisa saya bantu?" Ucap sekretaris Rakha.

"Saya mau bertemu dengan Pak Rakha, saya sudah buat janji kok" Ucap Keyna dan sekretaris Rakha tersenyum.

"Mbak dari pihak rumah sakit?" Tanya sekretaris itu dan Keyna mengangguk.
"Mbak Keyna?" Tanyanya lagi dan Keyna mengangguk.

Sekretaris Rakha berjalan mendekati Keyna membuat gadis itu mengerutkan dahinya.

"Silahkan ikuti saya" Ucap sekretaris Rakha membuat Keyna bingung sendiri.

Keyna hanya menurut dan mengikuti sekretaris Rakha dibelakangnya meskipun dia bertanya-tanya mau dibawa kemana dirinya.

Keyna semakin bingung saja saat dia keluar dari pintu dan langsung disuguhkan oleh taman dengan rumput hijau dan banyak bunga-bunga serta pohon kecil.

Sekretaris Rakha berhenti membuat Keyna juga berhenti.

"Pak Rakha sebentar lagi datang, Mbak silahkan tunggu disini dan duduk dibangku ini" Ucap sekretaris Rakha itu membuat Keyna hanya mengangguk.

"Kalau begitu saya permisi dulu, Mbak" Ucap sekretaris Rakha dan Keyna hanya mengangguk.

Setelah sekretaris Rakha pergi Keyna meletakkan tasnya diatas meja kemudian kakinya melangkah mendekati tanaman bunga yang menjadi pusat perhatiannya tadi.

Keyna tersenyum, baru kali ini dia melihat bunga secara langsung. Biasanya Keyna hanya melihat bungan plastik yang adik keponakannya beli di tukang agar-agar.

Keyna mengeluarkan handphonenya dan membuka aplikasi kamera kemudian memotret beberapa bunga yang ada disana.

Keyna memegang salah satu bunga itu dan tersenyum, dia menghirup aroma bunga itu dan bibirnya semakin melengkung.

"Indah" Gumamnya.

"Itu namanya Anyelir merah"

Keyna terlonjat kaget saat mendengar suara bariton seseorang, dia berdiri tegak dan tersenyum canggung menatap Rakha.

"Kak... Kak Rakha sejak kapan disini?" Tanya Keyna membuat Rakha menatap kearah Keyna.

"Lima menit yang lalu" Jawab laki-laki itu dan Keyna hanya mengangguk.

"Kita langsung aja ya, Kak" Ucap Keyna dan berjalan cepat kearah meja yang ada di taman itu, dia duduk dibangku kemudian disusul oleh Rakha yang duduk dihadapannya dengan meja yang menjadi jarak diantara mereka.

Keyna mengeluarkan sebuah map kemudian memberikannya kepada Rakha membuat laki-laki itu mengerutkan dahinya kemudian menatap Keyna.

"Itu dari profesor, katanya Kak Rakha ngajak profesor bertemu pasti ingin melihat poin penting dari rapat kemarin" Ucap Keyna kemudian Rakha membuka isi map itu.

Rakha membaca isi map itu sedangkan mata Keyna menjelajahi taman itu dengan senyuman kagum yang tercetak dibibirnya.

Rakha melirik Keyna dan mendesis pelan melihat gadis itu, ternyata selama enam tahun gadis dihadapannya tidak banyak berubah.

"Udah makan?"

Keyna menatap Rakha.
"Hah?"

Rakha memasukkan kembali kertas yang ada dimap itu kemudian menatap Keyna.

"Kita makan dulu habis itu kita lanjutkan bahas ini" Ucap Rakha kemudian berdiri dan menatap Keyna membuat gadis itu ikut berdiri dan memakai tasnya.

"Makan dimana?" Tanya Keyna.

"Ya menurut kamu mau makan dimana? Adakah orang makan ditoilet?"

Keyna mendengus sebal mendengarnya, mulut Rakha tidak berubah, masih sama seperti boncabe level limabelas.

Waktu melahirkan Rakha ibunya itu ngemil boncabe atau gimana ya, kok anaknya mulutnya pedes banget.

TBC.

I Am Your Soulmate [Tamat]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang