"Lo bilang apa tadi?" tanya Alexa sekali lagi.
"Gue bilang keluar!"
Dengan perasaan yang masih bingung Alexa melangkahkan kakinya untuk keluar. Sebenarnya dia masih ragu, apakah Alfans benar mengusirnya?
"Keluar dari masa lalu lo dan masuklah ke kehidupan gue." ucap Alfans.
Langkah Alexa tertahan. "Aa apa?"
"Gue yakin lo nggak tuli Alexa."
"Gue kasih kesempatan sekali untuk lo berusaha. Tapi kalo lo tetep nggak bisa, gue akan biarin lo pergi."
"Tunggu dulu, maksudnya apa ya? Gue nggak ngerti."
"Gue tau Alexandra, lo berniat untuk menghancurkan pernikahan ini."
Alexa bungkam.
"Permintaan lo untuk pindah rumah cuma taktik supaya lo bisa jaga jarak sama gue dan mencari kesalahan gue supaya kita punya alasan untuk bercarai."
Alexa masih diam. Dia tak mengelak sama sekali karna memang yang dikatakan Alfans itu semuanya benar.
"Jadi sekarang mau lo apa?" tanya Alexa memberanikan diri.
"Kita buat kesepakatan."
"SIAPA DIANTARA KITA YANG JATUH CINTA, MAKA DIA HARUS MEMBAYAR AKIBATNYA."
"Oooke siapa takut." jawab Alexa.
"Tapi apa akibatnya?"
"Kita buat surat perjanjian." jawab Alfans. Dia pun berjalan menuju ruang kerjanya dan mengambil dua lembar kertas dan bolpint. Lalu kembali lagi ke ruang tengah.
Alexa masih melongo melihat apa yang dilakukan Alfans. Mereka kini tengah duduk di sofa ruang tengah apartemen Alfans.
"Kita buat kesepakatan bersama, biar adil antara kedua belah pihak dan tidak akan ada yang mempermasalahkan perjanjian ini di kemudian hari." Alfans menjelaskan pada Alexa apa yang akan dilakukan mereka.
"Supaya tidak ada pihak yang dirugikan." tambah Alfans.
"Ok." jawab Alexa. Sudah pasti laki-laki ini ahli dalam soal membuat kesepakatan. Dalam batinnya Alexa mengucap agar dirinya harus lebih berhati-hati menanggapi hal ini.
"Sekarang lo yang nulis! Kita buat poin nya sama-sama." Alfans memberikan bulpoint dan kertasnya pada Alexa.
"Semoga patung batu ini nggak lagi memanfaatkan gue." batin Alexa.
"Apa?" tanya Alfans.
Alexa terkesiap. "Nggak. Gue nggak ngomong apa-apa."
"Gue nulis apa dulu nih?"
"Tulis aja Alfanso Reonaldo Smith sebagai pihak pertama, Alexandra Alicia Herland sebagai pihak kedua."
Alexa mulai menulis.
SURAT PERJANJIAN
Alfanso Reonaldo Smith sebagai pihak pertama dan Alexandra Alicia Herland sebagai pihak kedua.
Alexa mulai menulis poin-poin yang diinginkan Alfans dan dia juga ikut menambahkan poin-poin yang diinginkannya. Dia harus mendominasi dalam perjanjian ini, tidak boleh sampai dirugikan.
"Akhirny selesai juga." Alexa tersenyum senang setelah cukup lama berdebat dengan Alfans tentang kesepakatan poin-poin yang Alfans minta. Sementara Alfans tidak pernah meras keberatan dengan poin-poin yang dituliskannya. Hanya ada satu poin yang Alfans komplain. Namun tetap dibantah oleh Alexa hingga akhirnya Alfans mengalah.
"Oh ya tambahin satu lagi."
"Apa."
"Tulis, pihak pertama wajib memberikan nafkah."
"Stop!" Alexa menghentikan ucapan Alfans.
"Nggak! Gue nggak setuju."
Alfans menghela nafas. Namun akhirnya dia mengerti kenapa Alexa tidak setuju lagi dengan yang ini.
"Nafkah lahir, bukan nafkah batin." tegas Alfans.
"Bilang dari tadi."
"Lanjutin!"
"Pihak pertama wajib memberikan nafkah setiap bulan kepada pihak kedua dan sanggup membiayai semua kebutuhan pihak kedua."
"Gue nggak butuh uang lo!" Alexa menegaskan. Sekali lagi dia tidak butuh uang.
"Gue tau. Tapi gue lebih kaya dari lo Alexandra. Kalo lo mau Bahkan lo nggak perlu lagi alay-alay di sosmed buat cari ketenaran dan uang. Lo akan cukup tenar jadi nyonya Alfanso."
"Cukup. Gue bukan nyari duit di sosmed. Tapi gue berkarya." Sela Alexa marah.
"Ya ya ya.. Terserah lo aja. Anggap ini sebagai jaga-jaga. Gue takut nanti lo nuntut gue karna gue nggak memberikan hak lo sebagai istri."
Alexa membisu. Dia baru sadar akan satu hal. Seharusnya dia memikirkan itu lebih dulu daripada Alfans. Kenapa gue nggak kepikiran dari tadi sih?
"Kenapa? Nggak usah heran gitu kali. Baru tau kalo gue ini jenius. Lo bahkan nggak akan pernah bisa menipu gue. Karna gue tau apa maksud lo. Cuman lo baru kepikiran kan saat gue ngomong? Lo itu LOLA."
"Dasar duda ngeselin. Awas aja nanti. Gue bakal bikin perhitungan sama dia. Berani-beraninya dia ngatain gue kayak gitu."
Maaf kalau part ini terlalu singkat. Idenya segini dulu☺
Ini juga aku sempetin nulis. Karna lagi banyak tugas kuliah.
Jangan lupa komen dan vote ya. ✌
KAMU SEDANG MEMBACA
Alexandra~Alfanso❤ (End)
Teen Fictionistri kedua "jadi Alexa mau dijadiin istri kedua?" Alexa menjambak rambutnya frustasi. "Ini nggak mungkin. Tolongin Alexa!" "Gue nggak tau pasti tentang semua ini, tapi gue jamin info yang gue dapetin ini akurat." "Kalau memang Reonaldo Alfanso in...
