34 masa lalu Alfanso

1.3K 53 1
                                        

Vote sebelum baca!!

Happy reading guys..😊😁

Alfanso bingung melihat sekelilingnya. Dia tidak tau posisinya sekarang. Dia berada di ruangan yang sempit dan berdebu, belum lagi tempat ini sangat gelap dan berbau amis. Kepalanya sampai pusing mencium bau-bauan aneh yang mengganggu indra penciumannya.

Badannya terasa kaku dan pegal-pegal seperti ditindih oleh beban yang berat. Alfanso bangun, meregangkan tubuhnya yang tergeletak di lantai dingin itu.

Tempat apaan ini?

Apa dia sedang di sekap? Orang mana yang berani-beraninya menculiknya. “akan kuberi pelajaran orang yang berani memperlakukanku seperti ini.”  Umpat Alfans. “keluar kalian! Akan kubunuh sekarang juga.”

Alfanso menabrak benda-benda yang ada didekatnya. Pandangannya gelap, matanya sama sekali tak bisa melihat apapun. “nyalakan lampunya, aku tak bisa melihat bodoh..” umpatnya yang sudah sangat marah.

“hei, kau yang bodoh.” Suara itu menggema di seluruh ruangan. “laki-laki bodoh sepertimu pantas mendapatkan semua ini.” Alfanso mencari-cari suara aneh yang mengganggu gendang telinganya itu. terdengar seperti gaungan bukan seperti suara manusia.

“ini balasan untukmu.” Alfanso menoleh kearah suara itu.

“Alfanso, matamu buta. Sama seperti mata hatimu hahahahaha..”

Suara it uterus menggema, saling bersahutan membuat telinga Alfanso sakit. Tanpa sadar, cairan kental keluar dari matanya. Alfans meraba wajahnya, dan. DARAHH.

Walau dia tidak bisa melihat, dia tau betul benda apa yang tersentuh oleh tangannya. Bau darah segar menyeruak. Dan matanya tak bisa melihat. Lagi…….. “tidaaakk.!” Alfanso berteriak.  “mataku?” teriaknya tak terima. Dia tak bisa melihat lagi,

“kau jahat All, kau pantas seperti ini.” Teriak seseorang tiba-toba saja.

Suara itu, suara itu datang lagi. Namun kali ini suara yang Alfans rindukan. Alfans benar-benar merindukan suara itu. bertahun-tahun lamanya dia menunggu.

“Ro, Rosa.. kau datang.” Senyum Alfans terlukis.

“nyalakan lampunya sayang! Aku ingin melihatmu.”

“tidak All, kau tak bisa melihatku.”

Alfanso masih mencari dimana sosok itu berada, karna matanya yang buta.

“kau menyakiti mataku! Karna dirimua All aku jadi seperti ini,”

“ dia mataku ALL.. MATAKU.”

“kenapa kau menikahinya jika hanya untuk mencari aku.”

Alfanso putus asa mencari-cari suara itu. “tidak sayang, tidakk!”

“hanya kau seorang dihatiku. Tunjukkan wajahmu, aku merindukanmu Rosa…” pinta Alfanso. “Rosa!!”

Tiba-tiba lampu menyala, namun sedetik kemudian mati kembali. “Rosa aku tidak buta, aku bisa melihat cahaya. Kau dimana? Jangan pergi lagi Rosaa.”

Alexandra~Alfanso❤ (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang