Upp lah masa engga..
Maaf guys udah lama gak update cerita. Jangan lupa vote..votee dan vote ok!!
Alexa menyelonong masuk ke dalam rumah keluarganya. Setelah sebelumnya dia berpapasan dengan seorang pria paruh baya yang mengenakan seragam putihnya.
Alexa berjalan tergesa-gesa diiringi Alfans yang kini sudah melepas tuxedo dan menentengnya di tangan kiri. Dan kini mereka sudah masuk ke rumah itu.
Terlihat di ruang tamu yang megah itu, Elis Caroline ibunda Alexa sedang tertunduk lesu ditemani the hangat buatan asisten rumah tangganya.
“mah, kenapa ada om Raymond disini?” tanya Alexa masih dengan nafas yang terengah-engah sehabis berlari menaiki tangga. Diletakkannya kedua tangan menopang lutut yang keju itu. huhh ternyata secapek ini memasuki rumahnya sendiri. Sudah lama Alexa tidak lari-lari seperti ini di rumah.
“dimana papa?” tanya Alexa lagi yang berhasil membuat Elis menoleh menunjukkan ekspresi yang sulit diartikan. “om Raymond ngapain kesini? Mama sakit?.” Ucapnya menanyakan lagi keberadaan pria yang bergelar dokter Raymond itu di kediaman orang tuanya. “papa pulang malam lagi ya?”
“jangan panggil saya mama! Saya bukan mama mu lagi.” Ucap Elis dingin yang berhasil membuat Alexandra membeku ditempatnya. Mendengar kalimat sakras yang terlontar dari mulut Elis yang biasa berbicara lembut itu.
Hati Alexa remukk.. bagaikan di tusuk-tusuk oleh sembilu. Bibirnya kelu untuk menjawab kalimat itu. entah apa yang sudah terjadi?
Tatapan tajam Elis yang tidak pernah dia lihat sebelumnya itu menimbulkan tanda tanya yang besar bercokol di hatinya. Sementara Alfanso, dia masih belum bisa mencerna apa yang sebenarnya sudah terjadi. Tadi sang mama mertua menyuruhnya ke sini karna katanya ada sesuatu yang penting.
“ma mama…” kalimat Alexa terbata saat dirinya tak bisa lagi menahan sebutir Kristal bening yang jatuh di pipinya yang mulus itu.
“sudah kubilang jangan panggil aku mama!” Elis bangkit dari duduknya. Namun langkahnya terhenti saat betisnya dicekal oleh Alexa.
“apa salah Alex ma?”
“kenapa mama marah?” berondong Alexa dengan pertanyaan yang ingin dia dengar dari mulut sang mama.
“dasar anak tidak tahu diuntung!! Masih beraninya kau bertanya apa kesalahanmu?”
Plakk
Satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Alexa membuat Alfans terkejut menyajsikannya. “ma!” sela Alfanso saat tangan ibu mertua ingin melayang lagi ke wajah istrinya.
Alexa memegang pipinya yang sudah memerah karna tamparan itu. membuat rasa sakit yang tadi sudah mereda kini terasa kembali dan kali ini karna tamparan wanita yang di panggilnya mama.
“mama nampar Alexa?” tanya Alexa masih dengan pikiran yang tidak percaya dengan apa yang dialaminya.
Sementara Alfanso kini tengah diam membeku menyaksikan ibu dan anak itu bertengkar.
“saya malu pernah melahirkan anak sepertimu.” Kata Elis sambil menatap nanar Alexa yang masih setia dengan air matanya. Tangannya bergetar melihat tanda merah di pipi putrinya itu. namun hatinya terlalu sakit menerima perilaku Alexa . “apa begitu caramu menjaga nama baik keluarga ini Alexandra?” tanya Elis dengan berlembar-lembar kertas yang sudah melayang di udara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alexandra~Alfanso❤ (End)
Teen Fictionistri kedua "jadi Alexa mau dijadiin istri kedua?" Alexa menjambak rambutnya frustasi. "Ini nggak mungkin. Tolongin Alexa!" "Gue nggak tau pasti tentang semua ini, tapi gue jamin info yang gue dapetin ini akurat." "Kalau memang Reonaldo Alfanso in...
