Alexa mengerjab saat setetes air membasahi pipinya. Dia kemudian mulai membuka mata lalu menatap langit kamar dengan heran. Tunggu dulu, ini beneran langit? Bukan langit-langit kamar.
Mata Alexa menelusuri ke sekelilingnya dengan penuh tanda tanya. Betapa terkejutnya Alexa saat sadar dia tengah tergeletak diatas tanah dan seorang laki-laki didepannya.
Seketika wajah Alexa langsung pucat. Sekelibat pikiran buruk menghantuinya. Apa jangan-jangan dia sudah diculik? Pikirannya melayang jauh.
“udah bangun neng?” Alexa menoleh saat laki-laki itu membuka suaranya.
Betapa terkejutnya Alexa saat tersadar jika dia masih berada di taman. Dan laki-laki paruh baya itu, ternyata hanya penjual siomay yang biasa berjualan di taman. Dia berusaha membangunkan Alexa dengan cara menyipratinya air mineral karena merasa kasihan pada gadis itu.
“lagi nungguin orang ya neng?”
“emm enggak pak. Makasih ya udah bangunin Alexa.” Ucap Alexa sambil tersenyum.
Alexa melirik jam tangannya, betapa kagetnya dia saat menyadari jika ini ternyata sudah jam 10 malam. “yaampun, Alexa harus pulang.” Dia bergegas meninggalkan taman dan mencari kendaraan untuk pulang ke apartemen.
Bip.
Suara pintu apartemen terbuka.
“Alexa pulang.” Ucapnya memasuki unit Apartemen dengan langkah gontai.
Membuat Alfans merasa bingung karna Alexa bersikap tidak seperti biasanya. Wajahnya terlihat murung dan tak bersemangat. Ada apa dengan dia? Bisa disimpulkan Alexa sedang ada masalah.
Gadis itu membuatnya cemas karna belum pulang sejak siang tadi. Kemana saja dia? Pikir Alfans. Ingin bertanya, namun sungkan. Lagipula Alexa juga tidak akan menjawabnya. Bukankah tidak boleh ikut campur urusan satu sama lain? Ya.. benar. Alfans masih mengingatnya. ‘perjanjian sialan’ umpatnya. Tapi yasudahlah, daripada ujung-ujungnya Alfans digugat cerai.
Tiba-tiba sekelebat fikiran negative melintasi otaknya, Alexa pulang larut malam lagi dengan penampilan yang berantakan. Tunggu dulu, ‘apa dia pergi ke club seperti kemarin?’ yaampun Alexa.. dia pergi dengan masih memakai seragam sekolah. Meskipun pakaian itu memang minim tapi tetap saja itu adalah almamater sekolah. Yang benar saja,, Dia bisa terkena masalah besar, Alfans tau betul bagaimana peraturan sekolah Alexa. Bagaimana bisa dia pergi ke tempat itu memakai seragam?
Alfans menggeleng pelan, merasa prihatin dengan kelakuan anak jaman sekarang.
‘Dasar Alexa, Mau jadi apa anak itu nanti? Masih sekolah saja sudah begitu. Untung saja dia sudah jadi istri miliarder kaya, jadi tidak perlu repot-repot kerja dan memikirkan masa depan.’
Jangan-jangan pacarnya yang membawa Alexa ke club. Tebak Afans menduga-duga. Anak itu membawa pengaruh buruk pada Alexa, tidak bisa dibiarkan. alfans harus bertindak.
Sementara didalam kamar, Alexa masih memikirkan kejadian hari ini. Semuanya membuat raga dan pikirannya jadi terasa sangat lelah. Dia butuh ketenangan.
Alexa masuk ke kamar mandi dan mengisi air di bath up. Seketika diapun merendam tubuhnya disana tanpa melepas seragamnya. Dia sedikit membenamkan kepalanya ke air. Tak terasa air mata menetes begitu saja bercampur dengan guyuran shower yang menghujaninya. Alexa larut didalamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alexandra~Alfanso❤ (End)
Fiksi Remajaistri kedua "jadi Alexa mau dijadiin istri kedua?" Alexa menjambak rambutnya frustasi. "Ini nggak mungkin. Tolongin Alexa!" "Gue nggak tau pasti tentang semua ini, tapi gue jamin info yang gue dapetin ini akurat." "Kalau memang Reonaldo Alfanso in...
