Alexandra – Alfanso 41
Satu persatu orang yang berada di tempat itu pun pergi. Saat ini baru saja selesai dilangsungkan acara pemakaman Andreado Herland ayah Alexandra. Semua keluarga dan kerabat almarhum hadir mengantar Almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya. Tak terkecuali istri dan satu-satunya putri yang ditinggalkan. Elis, mama Alexa bahkan tak kuasa menahan kesedihannya sampai tak sadarkan diri setelah pemakaman selesai. Semua orang pun panic dan membantunya untuk dibawa pulang.
“Alfans, tolong kamu jaga Alexa. Biar bunda sama ayah yang urus tante Elis!” pesan ibunda Alfanso. Dia juga turut prihatin dengan musibah yang menimpa besannya itu. bahkan mereka tidak menyangka kalau papa Alexa akan pergi secepat ini. Elis pasti sangat terpukul dengan kejadian ini.
“paa… kenapa papa tinggalin Alex pa.” isak Alexa di sambil memeluk gundukan tanah yang masih merah itu. “Cuma papa yang mengerti perasaan Alex. Cuma papa yang Alex punya disaat semua orang ninggalin Alexa.” Tangisnya kembali pecah saat menyentuh nisan bertuliskan nama ayahnya itu.
“baru kemaren papa temenin Alexa, tapi kenapa pa?! kenapa papa malah pergiiii??”
“cukup Xa, papa udah tenang.” Alfanso mencoba menenangkan, menyeka air mata gadis itu dan memayunginya.
“Alexa bingung harus ngungkapin semuanya sama siapa lagi?”
“Cuma papa yang ngertiin Alex.”
Bukannya tenang, Alexa justru malah semakin histeris. alfans hanya bisa menemaninya. Dia tidak mau mengganggu Alexa. Alexa pasti sangat sedih karna kepergian papanya, “melihat air mata itu, hati ku sakit. Disaat seperti ini, aku tidak bisa menjadi penenang kesedihan Alexa. Seharusnya aku menebus kesalahanku padanya.”
Alfans berjalan mundur beberapa meter dari Alexa. karna memang Alexa yang mengusirnya. Jadi dia hanya mengawasi dari jarak dekat. Alexa butuh waktu untuk sendiri, namun Alfans tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya.
“sekarang, dia Cuma punya gue. Papa udah pergi, bahkan mama justru menyalahkan Alexa atas meninggalnya papa. Kasian Alexa.”
Alexa terlihat kelelahan. Wajahnya pucat karna terlalu banyak menangis. Kondisinya semakin buruk ketika dia meraung-raung.
“Xa.. ayo kita pulang. Ini udah mau malam.”
“biarin!! Biarin aja gue disini sendirian. Biarin gue nyusul papa. Karna udah nggak ada lagi yang perduli sama gue disini.”
“ada Xa, masih banyak yang perduli sama kamu. Aku Alexa,, aku.. aku akan melindungi kamu sampai kapanpun.”
“Alexa, kita pulang. Besok Kita kesini lagi.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Alexandra~Alfanso❤ (End)
Novela Juvenilistri kedua "jadi Alexa mau dijadiin istri kedua?" Alexa menjambak rambutnya frustasi. "Ini nggak mungkin. Tolongin Alexa!" "Gue nggak tau pasti tentang semua ini, tapi gue jamin info yang gue dapetin ini akurat." "Kalau memang Reonaldo Alfanso in...
