Alexandra - Alfanso 23

1.4K 57 3
                                        

Aku kembali lagiii.. Hhihaah😄😄

Budayakan vote dulu sebum membaca ok.. ✌👍


Bag.. Bugg.. bag .. buggg!!!!!..

Haciiaahhhh..

Pukulan dan tinjuan serta bantingan dilayangkan oleh pria itu. membuat seisi ruangan menjadi gaduh karena dirinya sendiri. Dia sama sekali tidak perduli, yang penting dia sudah puas meluapkan semua emosinya saat ini.

“permisi!”

Brakkk!! hantaman terakhir.

“mampus lo!” ucap Alfanso sambil tersenyum puas.

Membuat Tommy sedikit tercengang dengan berdiri mematung memegang gagang pintu yang dibukanya. Pandangan matanya tak lepas dari seorang sahabat yang kini sedang kikuk memegang boneka besar. “apa yang lo lakukan?” tanya nya heran dan sekaligus tak percaya.

Alfans segera membuang boneka itu sembarangan. Membuat Tommy merinding sendiri. “nggak.. bukan apa-apa?”

Tidak mungkin salah. Pikir Tommy. Tadi dia benar-benar mendengar suara orang berkelahi di ruangan ini. Pukulannya sangat keras seperti membabi buta dan juga sadis. Kupingnya masih normal, bahkan Dhea juga mendengarnya jadi dia tidak salah dengar. “siapa itu tadi?” tanya nya benar-benar penasaran.

“nggak ada siapa-siapa.” Jawab Alfans sambil menyembunyikan wajah kikuknya.

“lo berantem bro?” Tommy berjalan mengecek ke kamar mandi dan lemari berkas serta sela-sela dan dibalik tirai jendela bahkan menengok ke bawah takut ada mayat jatuh di sana.

Saat menoleh Alfans tertangkap basah sedang akan membuang boneka ke tempat sampah. “lo???” Tommy melongo dengan mulut yang terbuka lebar. ‘Dia nggak beneran gila kan?’ pikirnya.

“boneka apa itu?”

“bukan apa-apa.” Melemparkan bonekanya ke tempat sampah. Sial Tommy menganggu saja. Umpatnya dalam hati.

“jawab gue Fans! Lo kenapa sih akhir-akhir ini jadi aneh?”  Tommy menafik kerah kemeja Alfans sambil menatap miris ke wajah sahabatnya yang malang. “boneka ini apa Fans? Lo nggak lagi nyantet orang kan.” Ucapnya khawatir.

“apaan sih lo Tom!” Alfans menyingkirkan tangan Tommy dari bajunya.

“jawab gue dulu, siapa yang lo pukulin tadi? Dan boneka apaan ini?/”

“diem Tommy!! Lo bikin malu aja.” Alfans mmbekap mulut Tommy dengan tangannya hingga pria itu kesulitan bernafas. “lep..ass.” Alfans pun melepaskan tangannya.

Huhhh huaahhh.. Tommy bernafas lega saat bisa menghirup oksigen dengan lancer kembali. Ini gila, apa salahnya jika dia khawatir. “lo harus ke dokter.” Sarannya.

“diem lo, jangan nyuruh-nyuruh gue! Lebih baik lo ikutin apa kata gue.” Tegasnya.

“apaan emang?” tanya Tommy polos sambil menengok mengikuti arah jari telunjuk Alfans.

Alexandra~Alfanso❤ (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang