#41 bertemu lagi di kafe

10.1K 1.3K 107
                                        

Sesampainya di area parkiran sekolah, Ayana mematikan mesin motornya. Tak lupa juga melepas helm di kepala. Ayana memasang earphone dan mulai mendengarkan lagu selama berjalan menuju kelas. Usai musik terputar, Ayana hendak memasukkan ponselnya ke dalam saku. Namun urung karena ada notifikasi yang mencuri perhatiannya.

Ayana melotot

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ayana melotot. Sontak ia segera melepas earphone. Mimpi apa gue semalam sampai mendadak di-chat Bagas begini?

 Mimpi apa gue semalam sampai mendadak di-chat Bagas begini?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ngomong sesuatu?

Ayana mengulang-ulang kalimat itu berkali-kali di dalam hati. Ngomong sesuatu. Ngomong sesuatu. Bagas mau ngomong sesuatu apa?!

“Ayana.”

“Eh!” Ayana terkejut ketika mendadak melihat Bagas di hadapannya. Ia bahkan belum sempat membalas pesan cowok itu. “Ehm...., ada apa?”

“Gue mau ngomong sesuatu.”

“Ya?”

“Soal buku gambar lo.”

Ayana membelalakkan matanya lebar-lebar. Ada apa, nih? Kesialan apalagi yang sedang menanti Ayana?! Kenapa Bagas mendadak membahas soal buku gambar Ayana? Apa jangan-jangan.... Bagas udah lihat, ya?!

“Gue penasaran mau tanya ini sama lo. Cuma mau memastikan aja, sih. Sori kalo pertanyaan gue nanti bikin lo nggak nyaman.” Bagas nampak ragu untuk melanjutkan kalimatnya. Sementara Ayana sudah deg-degan banget rasanya.

Bagas menghela napas sejenak sebelum lanjut mengatakan, “Sejak kapan lo suka....”

Ayana sudah memejamkan mata. Tak sanggup mendengar kalimat Bagas selanjutnya. Pasti Bagas sudah lihat. Pasti Bagas sudah tau! Sudah kodrat kalau menyimpan rahasia terlalu lama bakal terbongkar juga pada akhirnya. Apalagi, orang yang terlibat dengan rahasiamu ini tidak bodoh. Ayana tau Bagas tidak bodoh mengartikan semua hal aneh mengenai kenapa Ayana mendadak mengirim pesan sok kenal padanya tempo hari, mengucapkan selamat ulang tahun padanya padahal mereka tidak kenal dekat banget, belum lagi semua gambar di drawing book itu—ah, Ayana tidak sanggup menerima kenyataan ini! Habislah sudah!

Hello, Bagas! ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang