Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bagian Delapan Belas

147 18 0
                                        

Sinta yang sedang tertidur siang pun terganggu dengan teriakan ica padahal dia baru saja tidur dasar tidak bisa jaga image padahal ada alex bersamanya.

"Ngapaiin sih teriak teriak" Ucap sinta yang sudah turun dan duduk tak jauh dari ica.

"Gakpapa" Ucap ica santai.

"Bukannya tadi kata lo ada alex?" Tanya sinta.

"Dia ke minimarket" Jawab ica.

Orang yang sedari tadi ica tunggu pun datang lengkap dengan menggandeng satu bungkus kantong besar yang pastinya berisi pesanan ica semua.

Alex pun mengeluarkan air mineral 2 botol sedang.

"Lo ke minimarket beli air putih?" Tanya sinta.

"Iya gue haus soalnya" Ucap alex.

"Tadi kan lo kesini" Jawab sinta.

"Iya bener" ucap alex yang melihat ekspresi ica yang melotot seolah memberi peringatan jangan dilanjutkan lagi.

"Terus kenapa gak minum disini" Jawab sinta.

"Mana susu coklat aku? Jawab ica cepat, memutuskan obrolan sinta dan alex.

"Nih semua punya kamu" Jawab alex memberikan satu kantong besar berisi cemilan yang dipesan icanya.

"Makasih sayangacu" Ica sengaja memanggil alex dengan panggilan mesra niatnya ingin membuat Sinta iri heheheh....

"Udah gak ngaruh ca" Cibir Sinta.

"Gak nanya dan gak peduli" Jawab ica

Ajeng datang dan duduk tak jauh dari sinta.

Alex yang sedari tadi tersenyum mendengar ica yang menjahili sinta pun berhenti saat siapa yang ikut bergabung sekarang.

"Jeng masih inget kan dengan pacar gue adam" Tanya ica

"Inget" Jawab ajeng dengan ekspresi datar.

Hanya itu yang dijawab ajeng.

"Ohya jeng lo kemana tadi pagi" Tanya sinta.

"Gue ada urusan" Jawab ajeng

"Sejak kapan lo gak berbagi cerita sama kita" Jawab ica.

"Gak semua harus dibagi" Jawab ajeng.

"Ya gue tau tapi ajeng yang gue kenal bukan ajeng yang kayak lo" Ucap ica sinis.

Alex merasa aneh kenapa icanya menjadi sangat sensi dengan ajeng.

"Gak boleh gitu, bener kata ajeng gak semua harus dibagi sayang" Ucap alex menengahi anatara ajeng dan ica.

"Saya pergi" Ucap ajeng.

"Tuhkan bahasanya kadang berat, kadang nggak aneh banget" Cibir ica.

"Udah deh ca liat gara gara lo ajeng pergi padahal kita jarang ada momen kumpul kek gini" Ucap sinta yang tak tau harus bagaimana lagi menghadapi sikap ica yang suka seenaknya.

"Belaiin aja terus nanti klo udah tau yang sebenarnya baru nyesel" Batin ica.

"Oh ya lex lo kapan sih pulangnya? Tanya sinta.

"Udah 3 hari dari kemarin sih" Jawab alex santai.

Wait? Apa tadi katanya 3 hari dari kemarin berarti malam dimana dirinya mendapat chat dari alex dan ternyata alez sebenarnya sudah pulang.

"Dasar tukang bohong" Jawab ica.

"Salah ya, kan niatnya pengen buat kejutan buat kamu" Ucap alex.

"Gak salah sih tapi" Ucap ica dengan mengetuk ngetuk jari ke dagunya.

"Tapi apa" Tanya sinta.

"Gak kenapanapa" Ucap ica santai.

"Aneh dasar" Cibir sinta.

Beda dengan alex yang menyapu pandangannya ke kamar ica ia melihat wanita yang mirip dengan wanita yang hampir ia tabrak malam itu tapi yang buat ia terkejut adalah wanita itu adalah sahabat dari pacarnya sendiri mau tidak mau ia harus kembali ke masa itu padahal ia sudah sangat lama menghindari hal semacam ini.

******

GhostFriend {TAMAT}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang