"Ternyata gini ya rasanya bolos" Gumam Ica yang sedang menikmati baksonya dikantin
"Gimana emang rasanya"
"Bebas dan plong"
"Oh gitu ya, sejak kapan kamu disini"
"Sejak tadi"
Suara itu Ica mengenalnya dan Ica pun membalikan badanya ternyata benar dugaaanya.
"Heheh sih bapak kok disini pak"
"Haha.. Hehe.. Haha.. Hehe sana masuk atau saya huk" Ucapan pak Edo pun terhenti saat melihat Ica yang sudah lari terbirit-birit.
Ica yang sangat terburu buru pun berlari sampai ke dalam kelas, dirinya nyelonong saja dasar tidak sopan padahalkan di dalam kelasnya sedang ada bu whinny wali kelasnya.
"Ica dari mana"
"Duh apalagi nih kenapa nasibnya selalu sial" Gumam Ica.
"Aa..nu bu Ica tadi dari toilet sakit banget bu perut Ica sumpah"
Sinta, rina, alex pun tau itu pasti hanya akal-akalan Ica saja.
"Toilet, tapi kenapa bawa tas" Tanya bu whinny.
"Emmm bawa tas ya, itu bu sekalian ganti bulan ibu pasti paham lah yah heheh" Cengir Ica.
Alex tersenyum geli mendengar ada saja alasan yang dibuat oleh gadisnya itu.
"Yaudah, sekarang kamu kerjain soal dipapan tulis itu sekarang" Ucap bu whinny.
Ica pun melirik papan tulis, ah ini sangat mudah sekali baginya.
"Semuanya aja ya bu, soalnya Ica gak biasa ngerjain soal tanggung tanggung" Ucap Ica dengan semangatnya.
Rina yang mendengar jawaban santai Ica pun merasa otak beku nya tersentil bagaimana tidak saat semua orang begitu menghindari soal matematika apalagi dengan segala rumusnya ica seolah menawarkan diri dengan pasrah dan apa katanya tadi? SEMUANYA! Yang benar saja. Inilah akibatnya saat pembagian otak encer dirinya bolos, dan sekarang hanya otak beku yang ia dapatkan.
"Yasudah semuanya boleh" Jawab bu whinny puas. Selain pintar mencari alasan anak muridnya satu ini juga pintar dalam hal hitung menghitung sebagai wali kelasnya dirinya merasa bangga dengan Ica.
"Rin, gue nggak ria kan"
"Tenang, itu bukan sifat lo" Balas rina cepat dan mengacungkan Dua jempolnya ke Ica.
"Yaelah, buruan tulis ca" Teriak Sinta.
Ica pun dengan lancar menggerakan jarinya di papan tulis itu, bahkan dirinya sama sekali tidak memegang buku untuk sekedar melihat rumus baginya mengerjakan soal hitungan seperti ini ibaratkan sama saja dengan menulis lirik lagu yang sudah sangat ia hapal.
*****
"Sin ada yang mau gue ceritaiin" Ucap Ica yang sudah berada dikamar dengan di temani alex dan jangan lupakan bahwa ada roh Ajeng sahabatnya.
"Apa" Tanya Sinta penasaran.
"Lo jawab jujur apa selama ini lo nggak ngerasain ada yang beda sama Ajeng, lo tau lah maksud gue secara kita udah lama tinggal serumah dan kitapun udah kenal dengan sifat masing masing yakan"
Alex hanya diam mendengar Ica yang berusaha membuat Sinta yakin.
Sinta pun hanya diam tidak menyahut apapun. Ica yang melihat Sinta seperti itupun langsung melanjutkan pembicaraannya.
"Yaudah, gue mau tetep cerita walaupun lo nggak percaya karena bagi gue lo itu perlu untuk di kasih tau"
"Sebenarnya gue ngrasain keanehan itu pertama kita berdua tau kalo Ajeng nggak suka makan daging kan, kedua Ajeng selalu bangunin kita setiap pagi ngingetin kita kalo lupa tapi sekarang jadi lebih menyendiri dan sesusah apapun kita bangun kek tadi Ajeng nggak bakal ninggalin kita duluan kesekolah terus Ajeng lebih pendiam sekarang dan lo inget luka yang di perut Ajeng karena lo waktu itu? Luka itu hilang dalam semalam tanpa adanya bekas sedikit pun" Jelas Sinta.
"Oke gue tau yang lo rasaiin, sekarang lo harus dengerin kita".
Ica pun mulai menceritakan awal mulai dirinya bisa melihat Ajeng di pagi itu, itupun dirinya dan Ajeng harus berada di kaca yang sama, dan dimana saat dirinya tidak bertemu dengan Ajeng seharian dirinya sangat khawatir hingga kaca yang menjadi alat satu satunya untuk mencari Ajeng pun tidak sengaja dipecahkan rina yang saat itu Sinta melarang rina untuk mengganti kaca itu, padahal hari itu adalah hari dimana jelmaan Ajeng mencoba membunuh roh ajeng. Untung saja Ica melihat kejadian itu lewat kaca yang ia pinjam dari adik kelasnya. Dan terakhir saat dirinya terkurung dibalik tembok belakang sekolah itu roh ajenglah yang menuntun alex untuk menyelamatkan Ica.
******
KAMU SEDANG MEMBACA
GhostFriend {TAMAT}
Разное3 Sahabat yang bersekolah di salah satu sekolah yang tersimpan banyak misteri didalamnya. Ica Kayla Putry Ajeng Liora Sinta Caroline Saya ingin kamu mati... Janji lo bakal bertahan buat gue? Gue bakal bertahan buat kalian sekalipun nanti hanya...
