21.00
Ica menonton TV sendirian di bawah, ia sengaja membuat dirinya sesibuk mungkin agar tidak terlihat sedang menunggu seseorang yang sampai sekarang belum pulang. Tapi percuma apa yang dia lakukan dikacaukan oleh satu nama yang ada di pikirannya sekarang.
"Lo dimana sin" Gumam Ica, ya orang itu adalah Sinta semenjak peristiwa sore tadi Sinta belum pulang sampai sekarang.
"Gue chat aja lah"
To : Mydamntwins
Lo dimana? Sendd
Dilain tempat Sinta sekarang berada di rumah rina bersama Ajeng.
"Sin lo gak pulang" Tanya rina.
"Lo ngusir nih"
"Eh gak gitu lah, kan gue cuma tanya"
"Setidaknya lo kabarin ica Sin, kasian pasti ica nungguin lo"
"Gue udah kasih tau kok kalo gue nginep disini, bolehkan"
"Klo gue mah boleh boleh aja"
"Gimana keadaan Ajeng" Tanya rina
"Dia masih tidur"
Ting!
From : icaimut.
Lo dimana?
Sinta mengabaikan pesan itu dan beranjak pergi pamit ke rina.
"Rin, gue bolehkan tidur duluan"
"Yaudah sana"
Flasback on
Rina sedang fokus membuat kue dari video yang ia download dari youtube tadi terganggu oleh Sinta yang menelponnya.
"Rin, jemput gue sekarang penting"
"Tapi sin" Tut! Tut! Tut! Baru saja ingin menjawab sinta sudah mematikan secara sepihak.
"Kenapa sih tumben, bodoamatlah" Ucap rina yang melanjutkan kegiatannya yang tertunda.
"Tapi katanya penting, ah sudahlah awas aja kalo cuma prank" Gumam rina yang melenggang pergi menjemput Sinta.
"Sabar jeng, bentar lagi rina kesini"
Sinta sudah pucat melihat baju yang Ajeng pakai sudah bewarna merah pekat, memang lukanya tidak dalam tapi tetap saja bagi Sinta darah adalah hal yang sangat mengerikan baginya.
"Ajeng kenapa" Tanya rina yang sudah keluar dari mobil dengan terburu buru.
"Nanti gue ceritaiin, sekarang kita kerumah sakit"
"Oke"
Sesampainya dirumah sakit Sinta dan rina mengantar Ajeng sampai di depan kamar saja.
"Maaf mbak, silahkan tunggu diluar" Ucap suster itu.
"Yaudah Sin kita tunggu disini, gue yakin Ajeng gakpap kok"
"Gue gak bakal maafiin lo ca kalo Ajeng sampai kenapanapa" Batin Sinta.
"Emang Ajeng kenapa sih" Tanya rina.
"Tadi Ajeng jatuh dan dibawahnya ada pisau yang terkena tepat di perutnya" Jelas Sinta berbohong, mana mungkin ia menceritakan yang sebenarnya kan, ia tidak akan membuat ica dipandang jelek oleh teman sebangku ica sendiri.
"Kok bisa ceroboh sih, terus ica kemana"
"Ica gak tau soal ini dan tolong jangan kasih tau ke ica kalo ajeng sekarang disini gue gak mau ica khwatir"
"Ya tapi ica kemana, bukannya lo bertiga selalu sama sama"
"Tadi pagi bokap nyokap ica datang dan mengajak ica keluar sampe sekarang belum pulang" Sinta terpaksa berbohong lagi.
Rina yang mendengar cerita sinta mengerti sekarang wajarlah Ica belum pulang karena Ica sangat jarang bertemu orang tuanya yang super sibuk itu, maksud sinta benar sinta tidak ingin mengganggu Ica yang sedang bersama keluarganya, rina paham itu.
Lain diruangan yang hanya ada ajeng dan suster itu. saat suster itu membuka baju pasiennya untuk membersihkan darah yang ada di perut itu tiba tiba gerakannya terhenti saat melihat perut pasiennya tidak ada luka sedikitpun bersih seperti tidak terjadi apa apa, padahal jelas jelas suster itu melihatnya sendiri bahwa pasiennya merintih kesakitan memegang perutnya yang penuh dengan darah tapi sekarang? Bersih seperti tidak ada luka sedikitpun benar benar aneh pikir suster itu. Karena tidak ada yang perlu di khawatirkan suster itu pun mengangkat wajahnya niatnya ingin bertanya tidak jadi karena tiba tiba lampu diruangan ini mati... Dan hidup lagi begitulah seterusnya.
Saat lampu sedikit terang suster itu terkejut melihat pasiennya tidak ada lagi didepannya, tiba tiba ia merinding saat tangan yang menyentuh pundaknya terasa sangat dingin menyentuh kulitnya.
Suster itupun memberanikan diri menoleh dan nafasnya tercekat badannya sulit digerakkan, mulutnya yang ingin berteriak tertahan saat melihat siapa yang ada didepannya dan suster itupun pingsan diiringi dengan bayang bayang hitam yang menutup mata suster itu.
Ceklekk..
Sinta dan rina bangkit dari tempat duduknya dan melihat ajeng yang sudah keluar.
"Eh perut loh gakpapa?"Tanya Sinta khawatir melihat ajeng yang seperti biasa saja tidak ada raut kesakitan sama sekali.
"Mana susternya gak tanggung jawab banget ngebiarin lo keluar sendiri" Baru saja sinta ingin masuk tapi sudah ditahan oleh ajeng.
"Tidak perlu ayo pulang" Ucap ajeng.
Flasbcak off.
Rina yang merasa ada yang aneh dengan sinta dan ajeng pun berinisiatif untuk memberitahu Ica bawah sinta dan ajeng bersamanya.
To : Ica
Ca gue denger lo lagi kumpul bareng keluarga lo ya kalo gitu have fun ya:) gue cuma mau kasih tau kalo ajeng sama sinta dirumah gue sekarang, lo jangan khawatir okey. Sendd
Ting!
Buru buru Ica mengambil HP nya ia berharap sinta membalas pesannya, tapi ternyata pesan dari rina.
From : Rina Lambe
Ca gue denger lo lagi kumpul bareng keluarga lo ya kalo gitu have fun ya:) gue cuma mau kasih tau kalo ajeng sama sinta dirumah gue sekarang, lo jangan khawatir okey.
Bareng keluarga yang benar saja bahkan bokap nyokap nya saja sudah 3 bulan tidak menelponnya, ini pasti karangan sinta pikir Ica.
"Seharusnya gue yang kecewa, tapi seakan akan lo yang disini paling kecewa sama gue" Batin Ica.
**********
KAMU SEDANG MEMBACA
GhostFriend {TAMAT}
Random3 Sahabat yang bersekolah di salah satu sekolah yang tersimpan banyak misteri didalamnya. Ica Kayla Putry Ajeng Liora Sinta Caroline Saya ingin kamu mati... Janji lo bakal bertahan buat gue? Gue bakal bertahan buat kalian sekalipun nanti hanya...
