Hari senin adalah hari yang paling padat disekolah bagaimana tidak semua murid akan kembali beraktivitas seperti biasanya seperti upacara bendera merah putih dan yang terpenting tidak boleh telat yakan. Tapi sepertinya hari ini akan ada yang terlambat mengingat 2 gadis dirumah ini masih belum bangun dari tidurnya.
06.45 am
Ica terbangun saat mendengar HP nya yang terus saja berbunyi, dan menjawab telepon itu.
"Sayang" Ica segera melihat nama panggilan itu ternyata dari alex.
"Hmm"
"Kamu nggak sekolah"
"Masih pagi tauk, nggak usah jemput ya aku bareng Sinta" Sembari melirik Sinta yang masih tidur disampingnya.
"Dasar hantu bantal, coba liat sekarang jam berapa"
Ica pun berusaha membuka matanya sungguh dirinya masih ngantuk sekali.
Tut! Tut! Tut
Ica segera mematikan dan melempar HP nya saat melihat jam yang menunjukkan hampir pukul 7 tamatlah dia sekarang.
"Bangkeee bangunnnn" Teriak Ica yang berlari ke kamar mandi.
Sinta pun langsung terduduk dengan mata melotot, telinganya sakit dan dirinya sangat terkejut mendengar teriakan Ica.
"Buruan mandi woi" Ucap Ica tergesa gesa memakai seragam sekolahnya.
"Buru buru amat sih, santuy ajalah"
"Palak lu santuy lo liat sekarang jam berapa"
Sinta pun buru buru melihat hp nya jam 07.15 Hah? Segara ia berlari dan menabrak Ica.
"Santuy woi main tabrak tabrak aja ada orang nih" Ucap Ica kesal.
*****
Rina terlihat sangat gelisah pasalnya tempat untuk mengisi lembaran kosongnya tidak ada orangnya belum datang sampai sekarang.
Ting!
From : Ica
Rin tolong kalo gue, sinta, ajeng di absen bilangin lagi pecah ban okey"
Rina heran kan Ajeng sudah datang, langsung saja rina membalas pesan Ica.
Ting!
From : Rina
Ajeng udah datang berarti yang telat lo berdua.
Ica sudah tidak terkejut lagi mendengar Ajeng yang datang duluan tanpa dirinya dan sinta, kan temannya itu setan.
"Gue bangunin Ajeng dulu" Ucap sinta yang telah siap dengan seragamnya.
"Gak perlu tadi rina chat gue kalo Ajeng udah duluan, buruan kita pergi"
"Yaudahlah, mungkin tadi dia udah bangunin kita kan"
"Iya mungkin" Atau tidak sama sekali-batin Ica.
****
Sinta dan Ica pun akhirnya sampai di depan pagar sekolahnya dan ternyata sudah terkunci.
Damn! Umpat Ica.
"Ikut gue sin" Sinta pun menurut saja mengikuti Ica yang menarik nya.
"Lo Duduk" Perintah Ica, mereka sudah sampai di tembok kantin sekolahnya.
"Duduk buat" Balas Sinta bingung.
"Duh lemotnya, gue mau naiklah lo mau lewat depan terus kita dihukum" Sinta pun menggelengkan kepalanya dan sudah duduk sesuai perintah ica.
Ica hampir saja terjatuh karena sinta yang tiba tiba berdiri saat dirinya sudah bersiap menginjak pundak sinta.
"Mentang mentang gue nurut lo seenaknya, lepasin dulu tu sepatu"
"Ohh heheh lupa, yaudah buruan duduk"
"Huhh akhirnya perjuangan naik gak sia siakan ya nggak sin"
"Hmm, yaudah ayok kekelas" Ucap sinta yang menarik tangan Ica.
"Wait, wait nggak minum dulu nih haus tauk"
"Nggak ah nanti ada guru lewat bisa mampus"
"Lo aja deh duluan gue disini bentar"
"Okey inget jangan lama ca"
"Iya bawel"
*****
Setelah bertemu dengan wanita yang selama ini sudah lenyap Devin tidak bisa tenang sekarang. Bagaimana dia bisa hidup kembali dan apa maksud dari ucapan wanita itu kemarin.
Alvian tidak masuk sekolah hari ini, karena dirinya diperintahkan orang tuanya untuk menjaga abangnya yang tiba tiba saja sakit.
"Tumben bang lo bisa sakit" Ucap vian yang duduk tak jauh dari Devin.
"Lo bisa pergi nggak" Balas Devin
"Dih ngegas, gue pergi" Alvian pun kembali kedalam kamarnya dan mengambil selembar foto lama yang dia temukan di lemari abangnya saat tak sengaja dia mencari pakaian untuk abangnya tadi.
"Bukannya ini cewek yang ada di kantin waktu itu, dan kenapa ada di lemari abang gue" Gumam vian yang mencoba membersihkan debu debu yang berada tepat di wajah foto itu ia penasaran dengan wajah wanita yang ia temui di kantin waktu itu apakah benar wanita itu adalah wanita yang sama di foto ini, dari ciri cirinya dirinya sangat ingat bahwa foto ini adalah wanita itu.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
GhostFriend {TAMAT}
Random3 Sahabat yang bersekolah di salah satu sekolah yang tersimpan banyak misteri didalamnya. Ica Kayla Putry Ajeng Liora Sinta Caroline Saya ingin kamu mati... Janji lo bakal bertahan buat gue? Gue bakal bertahan buat kalian sekalipun nanti hanya...
